MANAGED BY:
SENIN
18 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 11 Januari 2019 11:54
Kejar Pengusaha Tambang Nakal

Walhi Desak Urgensi Satgas Tambang

Foto ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Para pengusaha tambang yang mengabaikan tanggungjawab dari reklamasi berpotensi menumbuhkan iklim tak sehat dalam investasi.

Karena itu, pemerintah provinsi Kalsel dituntut untuk mengejar para pengusaha tambang yang meninggalkan lubang-lubang tambang menganga ini.

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalimantan Selatan mengatakan jika pola "bayar jamrek dan tinggalkan " ini terus terjadi, maka akan muncul kecemburan bagi perusahaan yang benar-benar melakukan penambangan secara serius.

Nah, menangkal hal ini, mau tak mau pemerintah harus mengejar pengusaha tambang nakal itu.

"Sudah saatnya satgas kejahatan pertambangan dibentuk. Jangan sampai kejadian berulang di tahun-tahun berikutnya,” cetus Direktur Eksekutif Walhi Kalsel, Kisworo Dwi Cahyono, kemarin.

Negara jangan kalah dan harus kuat melawan pengusaha nakal. Untuk di Kalsel, gubernur sebutnya harus turun langsung memastikan hal ini tidak terjadi. Apalagi rencana pembangunan jangka menengah Kalsel sudah sangat jelas menitikberatkan pada pelestarian lingkungan.

Menurutnya, dengan keterlibatan pemerintah secara aktif, pengusaha yang hilang bak ditelan bumi tersebut akan sangat mudah dicari. “Seorang teroris aja aparat cepat meringkus, ini yang data administrasi perusahaannya sangat jelas, masak kesulitan?” ucapnya.

Agar hal ini tak terulang, dia juga mendorong agar adanya pengadilan khusus kejahatan lingkungan. Pasalnya, selama ini sebutnya, peradilan kurang mampu mengkaver jenis -jenis kejahatan yang dilakukan di sektor lingkungan. “Walhi sejak lama getol mendorong ini,” imbuhnya.

Dia menyebut, kejadian kecelakaan di bekas lubang tambang sudah sering terjadi. Dia tak ingin, kejadian tersebut terus berulang ketika areal tambang ditinggalkan tanpa reklamasi. "Hukum harus tegas,” tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Minerba Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalsel Gunawan Harjito mengatakan dana jaminan reklamasi (Jamrek) pasca tambang tak cukup membiayai reklamasi sementara pengusaha tambang sudah kabur.

"Nilainya sangat rendah, tak cukup untuk reklamasi," ucapnya.

Dia mengatakan akar permasalahan ini ada pada peralihan kewenangan pertambangan ke pemerintah provinsi. Dana Jamrek yang juga dialihkan nilanya berkisar Rp10-15 juta per hektare di kabupaten.

Sementara ketika kewenangan sudah berada di pemerintah provinsi, dana Jamrek yang harus disetorkan standarnya Rp90 sampai Rp100 juta per hektare.

Dari total 450 pemegang IUP di Kalsel, 20 persen diantaranya menjadi lahan yang tak direklamasi karena perusahaan pemegang IUP (Izin usaha pertambangan)-nya sudah hilang.

“Kami bingung dana yang ada mau diapakan. Kami mengerjakan reklamasi, tapi nilainya tak sebanding dengan luasan lahan dan nilai reklamasi,” keluhnya. Dana yang terkumpul berjumlah Rp400 miliar lebih. (mof/ay/ran)


BACA JUGA

Senin, 18 Maret 2019 12:50

Pemuda Banua Tak Mau Dipecah Belah Karena Beda Pilihan

BANJARMASIN - Belakangan, perpolitikan kian diperbincangkan. Disuarakan agar lebih memilenial,…

Senin, 18 Maret 2019 10:48
Berita Tabalong

Tekadkan Pembangunan yang Lebih Sempurna

TANJUNG - Visi misi Menuju Kabupaten Tabalong Lebih Agamis, Sejahtera…

Senin, 18 Maret 2019 10:45
Berita Tabalong

Anang Syakhfiani: Menjadi Bupati itu Ibadah

"Bagi saya niat menjadi Bupati adalah sebagai ibadah, bukan untuk…

Senin, 18 Maret 2019 10:41
Berita Tabalong

H Anang Syakhfiani - H Mawardi Resmi Dilantik Jadi Bupati dan Wakil Bupati Tabalong

BANJARMASIN - Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), H Sahbirin Noor…

Senin, 18 Maret 2019 10:27

Kalsel Bebas Dari Penyelundupan Ikan

BANJARBARU - Memiliki sejumlah wilayah pesisir, membuat Kalsel menjadi salah…

Senin, 18 Maret 2019 10:01

Untuk Pembangunan Infrastuktur 2020, PUPR Banjarmasin Butuh Rp300 Miliar

BANJARMASIN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banjarmasin…

Senin, 18 Maret 2019 09:31
Pemko Banjarbaru

Banjarbaru Sampaikan Belasungkawa Atas Penembakan di Selandia Baru

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan, didampingi…

Senin, 18 Maret 2019 09:26
Parlementaria

DPRD Banjarbaru: Sosialisasi Perda KTR Belum Maksimal

BANJARBARU - Anggota Komisi 3 DPRD Banjarbaru Nurkhalis Anshari menyoroti…

Senin, 18 Maret 2019 09:20

Kemeriahan MRSF 2019 Bertabur Rekor MURI

BANJARBARU - Area Car Free Day Kantor Sekretariat Daerah Provinsi…

Senin, 18 Maret 2019 09:15

Masih Bocah, Sudah Minta Presiden Perhatikan Meratus

BARABAI - Selesai menggambar deretan pegunungan dan matahari, Nadine Oriana…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*