MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Jumat, 11 Januari 2019 14:39
Breaking News
Pasca Kasus Penculikan Sekolah Berlakukan Lokasi Penjemputan
SEHARUSNYA DI DALAM: Beberapa orang siswa SMPN 5 Banjarbaru menunggu jemputan orang tuanya di dalam area pagar sekolah di Jalan Ambulung Loktabat Selatan Banjarbaru. (MUHAMMAD RIFANI)

PROKAL.CO, BANJARBARU - Kasus penculikan anak di Banjarbaru  pada Rabu  (9/1) sore menghebohkan warga Kalimantan Selatan. AN (14), siswi SMPN 5 Banjarbaru jadi korban oleh pelaku yang identitasnya masih misteri.

Pasca kasus penculikan ini. Sekolah tempat korban menuntut ilmu langsung mengambil tindakan. Kepala Sekolah SMPN 5 Banjarbaru, Undi Sukarya menegaskan bahwa atas kejadian ini nama sekolahnya turut terdampak atas informasi yang beredar soal kebijakan di sekolah.

"Dari informasi yang beredar, seolah-olah sekolah kita tidak aman. Jujur, saya merasa sekolah dirugikan dengan berita-berita yang kurang tepat," klarifikasinya saat ditemui di sekolah pada Jumat (11/1).

Misalnya katanya adalah informasi tidak benar bahwa lokasi diculiknya korban di area sekolah.

"Tidak di sini, karena kalau di sekolahan kita ada keamanan yang memantau langsung, bahkan 24 jam. Informasinya TKP penculikan di luar sana, tidak di area sini," klarifikasinya.

Lalu, soal adanya informasi larangan membawa handphone yang mana disebut-sebut jadi faktor korban tidak bisa menghubungi orang tuanya untuk dijemput. Undi membantahnya. Menurutnya ini ada kekeliruan informasi.

"Kita memperbolehkan membawa siswa handphone. Tapi yang bukan android, hanya untuk telepon dan SMS saja untuk mengabari orang tua (dijemput). Karena kalau android kita tidak ingin siswa jadi keasyikan bermain ketimbang belajarnya," jelasnya.

Pasca kejadian ini, Undi menegaskan pihak sekolah langsung mengambil tindakan. Salah satunya adalah memberlakukan bahwa area penjemputan siswa oleh ortu harus di dalam area sekolah.

"Benar, sekarang kita himbau agar penjemputan di area sekolah. Bahkan kalau perlu di dalam pagar, jangan jauh (dari sekolah). Padahal sebetulnya sudah diberlakukan dan disosialisasikan kepada orang tua, cuman masih ada yang tidak, mentaati" ceritanya.

Terakhir berbicara tentang jam jemput. Undi menjawab bahwa jadwal pulang siswa juga telah disosialisasikannya kepada orang tua murid. Yakni pukul 15.15 Wita untuk kelas VII & VIII dari Senin-Kamis.

"Selalu juga kita himbau agar jangan telat. Kasian anaknya menunggu. Bahkan security kita juga sampai ada yang mengantarkan siswa pulang lantaran hingga senja tidak dijemput. Ya ini jadi perhatian kita semua lah, tidak hanya sekolah tapi juga orang tua," pesannya.

Seperti diberitakan Radar Banjarmasin sebelumnya. AN diculik oleh orang tidak dikenal dengan mobil. Dirinya baru diketemukan pada tengah malam di sekitaran SMAN 3 Banjarbaru di Cempaka.

Usai ia meminta tolong kepada seorang warga dengan kondisi tangan terikat lakban. AN langsung dijemput oleh pihak kepolisian. Saat ini pihak kepolisian terus melakukan pengembangan dan memburu pelaku. (rvn)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*