MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Minggu, 13 Januari 2019 12:22
Dibangun Entah Untuk Apa....!!!

Aset Terbengkalai Milik Pemko Banjarbaru

JADI TEMPAT JEMURAN: Kondisi Kantor UPTD SKB di Gunung Kupang, Cempaka tampak memprihatinkan lantaran lama tak dipakai.

PROKAL.CO, Pembangunan seharusnya perlu dipikirkan masak-masak. Tanpa perencanaan yang masuk akal, pembangunan hanya buang-buang uang rakyat. Dan pada gilirannya, menyisakan aset-aset yang terbengkalai. Beginilah kondisinya di Banjarbaru. 

Beberapa tahun terakhir, warga Kompleks Citra Pesona Mandiri Asri, Landasan Ulin Timur, diselimuti tanda tanya besar. Kenapa bangunan Puskesmas Pembantu (pustu) di wilayahnya belum juga digunakan?

Padahal bangunan terletak di RT 05 tersebut telah selesai dibangun pada 2015 lalu. Namun, sejak gedung itu berdiri sampai sekarang belum pernah dimanfaatkan.

"Untuk apa Pustu ini dibangun, kalau tidak digunakan. Buang-buang uang saja," kata Sekretaris RT 05, Miskan Ifani kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Dia mengungkapkan, selain belum pernah digunakan. Bangunan tersebut juga tidak terawat. Sehingga, kondisinya kini cukup memprihatinkan.

"Sudah hampir setahun bangunan ini tidak pernah dibersihkan. Lihat rumput liar sudah memenuhi halamannya," ungkapnya.

Menurutnya, Pemko Banjarbaru seharusnya sudah punya rencana sebelum membangun aset. Supaya, anggaran tidak terbuang sia-sia.

"Daripada membangun bangunan tak terpakai, mending anggaran digunakan untuk kegiatan lain yang lebih penting," ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru Agus Widjaja mengungkapkan, Pustu Lanadasan Ulin Timur belum juga difungsikan lantaran terkendala SDM (sumber daya manusia).

"Kata Kepala Puskesmas, pekan depan Pustu akan mulai digunakan," ungkapnya.

Dia menyebut, Pustu dibangun sebagai rujukan warga Kelurahan Landasan Ulin Timur untuk berobat. Sebab, Puskesmas Guntung Manggis yang ada di Perumahan Wengga jauh dari sana. "Anggaran pembangunannya dulu Rp200 juta," ucapnya.

Selain Pustu, di Banjarbaru juga masih ada sejumlah aset bangunan lain yang dibiarkan terbengkalai. Seperti halnya Kantor UPTD Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Dinas Pendidikan Kota Banjarbaru di Gunung Kupang Cempaka. Saat ini, tidak pernah lagi difungsikan untuk kegiatan pelatihan.

Dibangun sejak 2009, Kantor UPTD SKB padahal dilengkapi sejumlah peralatan menjahit dan belasan komputer untuk kegiatan pelatihan masyarakat di Cempaka. Namun, sejak tahun lalu bangunan itu ditinggalkan.

"Sekarang bangunan tidak lagi digunakan. Peralatan menjahitnya juga sudah dipindahkan ke Sungai Tiung. Karena, warga lebih suka menggelar pelatihan di sana. Sementara, belasan komputer masih dibiarkan menganggur di sini," ungkap penjaga bangunan Legimin saat disambangi wartawan beberapa hari yang lalu.

Dia mengaku tidak tahu, kenapa Kantor SKB tak lagi difungsikan. "Mungkin karena tempatnya yang terlalu jauh. Sebab, warga di sini jarang yang pakai kendaraan. Banyak yang suka berjalan kaki," ucapnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan M Aswan membenarkan jika Kantor SKB tidak difungsikan lantaran lokasinya yang jauh. Menurutnya, dulu pemerintah memilih membangun di sana karena pemandangan di sekitar indah.

Sehingga, membuat peserta pelatihan nyaman ketika beraktivitas. "Di sana pemandangannya bagus, kita bisa melihat perbukitan. Mungkin itu yang menjadi alasan kenapa dibangun di sana," ucapnya.

Dia berjanji, akan kembali memanfaatkan bangunan tersebut untuk kegiatan belajar dan pelatihan.

"Ke depan kami usulkan di APBD Perubahan untuk memperbaiki fasilitas yang rusak dan menambah perlengkapan yang kurang," ujarnya.

Selain Kantor UPTD Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Tidak jauh dari sana juga ada bangunan lain yang terbengkalai. Yaitu, bangunan Rumah Potong Hewan (RPH) yang juga milik Pemko Banjarbaru.

Selama tujuh tahun bangunan itu dibiarkan kosong. Kini kondisinya cukup memprihatinkan dan terkesan tak terawat. Dari pantauan Radar Banjarmasin beberapa waktu yang lalu, gedung berlantai satu itu tampak mengalami kerusakan di beberapa sisinya.

Seperti kaca jendelanya yang pecah dan pintu utamanya tampak sudah jebol.

Selain itu, di kawasan RPH juga terlihat banyak ditemukan bekas botol alkohol dan lem fox yang terbungkus plastik. Diduga, bangunan kosong itu menjadi lokasi mabuk-mabukan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Banjarbaru Siti Hamdah membenarkan jika bangunan RPH sampai saat ini belum digunakan. Namun, dalam waktu dekat pihaknya akan memfungsikannya.

"Rencananya mau kami fungsikan jadi kantor UPT Peternakan dan Pusat Kesehatan Hewan. Saat ini masih mempersiapkan sarana dan prasarananya. Serta memperbaiki beberapa bagian bangunan yang rusak, akibat lama tidak digunakan," katanya.

Dia mengungkapkan, pihaknya tidak memfungsikan bangunan sesuai rencana awal untuk RPH. Lantaran, para peternak menolak memotong hewan di lokasi itu.

"Para peternak sudah kami kumpulkan. Mereka bilang, jika RPH di sana terlalu jauh lokasinya. Sehingga, banyak membuang waktu dalam proses pengiriman," ungkapnya.

Para peternak di Banjarbaru sendiri lebih memilih memotong hewan di kandang, karena dianggap lebih efisien.

"Daripada dipaksakan jadi RPH, tapi tidak terpakai. Lebih baik kita jadikan kantor. Dan ini sudah diizinkan oleh Sekda Kota Banjarbaru," ujarnya.

Bukan hanya RPH dan Kantor UPTD SKB, di Kecamatan Cempaka masih ada bangunan lain yang terbengkalai. Yaitu, Pasar Cempaka. Selesai pada awal 2018, bangunan senilai Rp6 miliar itu hingga kini belum difungsikan.

Sejumlah warga pun mempertanyakan kapan Pasar Cempaka akan diresmikan dan difungsikan. Sebab, masyarakat sekitar sangat memerlukan kehadiran pasar yang berdekatan dengan permukiman mereka.

Saidi salah seorang warga Cempaka Tengah, Kelurahan Cempaka mengaku sudah lama menantikan pasar yang berada di belakang Polsek Banjarbaru Timur tersebut dibuka. Sebab, jika ingin berbelanja dia harus ke pasar yang lokasinya jauh dari tempat tinggalnya.

"Di pasar yang ada sekarang, hanya buka Selasa dan Jumat. Itu juga hanya dari pagi hingga siang. Kalau hari lain kami malah harus ke Martapura dengan angkutan umum. Ini perlu biaya lagi," kisahnya.

Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani menyampaikan, Pasar Cempaka belum difungsikan karena masih ada beberapa hal yang belum rampung.

"Tahun 2019 akan segera kita tuntaskan. Sebab, masih ada beberapa persen bangunan yang harus diselesaikan," ucapnya.

Dijelaskannya, anggaran untuk penyelesaian Pasar Cempaka sudah disahkan. Yakni menggunakan APBD 2019 mendatang. Lantaran di anggaran 2018 dipastikan tidak ada.

"Anggaran sudah tersedia. Tadinya direncanakan di anggaran perubahan, namun pembahasan agak alot. Jadi kita pastikan di anggaran murni tahun 2019," pungkasnya. (ris/ay/ran)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 08:17

Satpol PP Amankan Belasan Manusia Gerobak

BANJARBARU - Mulai marak mangkal di beberapa jalan utama dan…

Sabtu, 19 Januari 2019 08:09

Belasan Perda Pajak dan Retribusi Cacat Hukum

BANJARBARU – Belasan Perda yang digunakan oleh Pemko Banjarbaru untuk…

Sabtu, 19 Januari 2019 08:06

Lensa Foto Pemkab Tanah Laut Pekan ke-3 Januari 2019

ADIPURA: Bupati Tanah Laut Sukamta menerima Piala Adipura dari Wakil…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:20

BSF 3 Gandeng Perajin Sasirangan Sungai Jingah

BANJARMASIN - Rangkaian persiapan Banjarmasin Sasirangan Festival (BSF) 3 terus…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:14

PUPR Kalsel Tuntut Pemko Banjarmasin Lebih Serius

BANJARMASIN – Dinas PUPR Kalsel mengharapkan, pembebasan kawasan Sungai Lulut…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:08

Pengusaha THM Keluhkan Penerapan Pajak Pemko

BANJARMASIN – Pajak hiburan malam yang ditetapkan Pemko Banjarmasin dikeluhan…

Sabtu, 19 Januari 2019 07:02

Walikota dan Wawali Sepakat Menaikan Tunjangan Pasukan Kuning

Piala Adipura yang diraih Banjarmasin membawa berkah bagi petugas kebersihan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:52

KPUD Tanbu Bentuk Relawan Demokrasi

BATULICIN - Untuk menyukseskan Pemilu serentak yang akan diselenggarakan bulan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:48

Tingkatkan Produksi Ikan Melalui Pokdakan

BATULICIN - Kabupaten Tanah Bumbu terus melakukan pembinaan terhadap kelompok…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:43

Wahh, Tanbu Punya Motif Sasirangan Sendiri

BATULICIN - Kain Sasirangan merupakan kain khas Provinsi Kalimantan Selatan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*