MANAGED BY:
RABU
20 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 16 Januari 2019 16:04
Masih Dipusingkan Soal DPT

Berebut Suara Penghuni Penjara

Khairunnizan

PROKAL.CO, JANGAN DULU memikirkan ide kampanye di Lapas, Pemerintah dan penyelenggara Pemilu bahkan masih pusing melakukan pendataan bagi para Narapidana (napi) agar bisa masuk DPT.

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Kalsel berupaya setiap napi bisa mendapatkan haknya pilihnya dalam Pemilu 2019 ini.

Kendala yang dialami, tidak semua napi ini memiliki E-KTP. Jika pun ada tak sesuai dengan domisili mereka bertempat sebagai warga binaan. Se Kalsel jumlah napi yang memilih sebanyak 8,847 orang.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Kalimantan Selatan Ferdinand Siagian, melalui Kasubit Regestrasi dan Informasi Suryanto menerangkan sejak awal atas surat perintah Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil sudah melakukan jemput bola.

Namun banyak napi yang domisilinya tak sesuai dengan mereka sekarang tinggal.

"Data-data warga binaan kami terima dari semua lapas, yang mereka data satu persatu setiap warga binaan, hasilnya banyak yang tak sesuai dengan domisili mereka sekarang atau bukan penduduk setempat yang sekarang ," terang Suryanto.

Tentunya DPT tak bisa memilih para calon di dapil masing-masing alamat. Misalnya seperti Lapas Karang Intan, yang menangani warga binaan khusus kasus narkoba, isinya hampir semua warga daerah lain.

"Warga binaan ini dari berbagai wilayah di Kalsel. Tetapi bagaimana pun kami akan mengupayakan agar hak warga binaan bisa tersalurkan," ujarnya singkat.


Kasubsi Regestrasi Lapas Kelas IIa Teluk Dalam Banjarmasin Seftyawan mengatakan sudah berkoordinasi dengan KPU Kota Banjarmasin. Data warga binaan Lapas Teluk Dalam yang diserahkan sebanyak 2500 sekian.

"Itu data manual, kami jemput bola melakukan pendataannya. Tetapi dari sekian data itu hanya 15 orang yang sesuai dengan wilayah pemilihan lokasi tempat Lapas teluk Dalam yang masuk di Kelurahan Pelambuan. Sisanya warga wilayah lain," bebernya.

Pastinya jika dihitung banyak warga binaan yang tak memberikan hak pilihnya di Pesta Demokrasi, tiga bulan mendatang.

"Tentang itu sudah ada dibicarakan, dari KPU pusat rencananya warga binaan yang tak sesuai dengan DPT atau tak terdaftar E-KTP, maka akan dimasukkan dalam daftar tambahan," ungkapnya mewakili Kalapas Teluk Dalam Rudi Charles Senin (14/1).

Rencananya, besok (17/1), KPU memutakhirkan rekapitulasi data pemilih dari semua lembaga pemasyarakatan di Kalsel. Dari Banjarmasin saja, ada hampir 2.500 narapidana dan tahanan yang telah tercantol ke DPT (Daftar Pemilih Tetap).

Ketua KPU Banjarmasin, Khairunnizan menyatakan, nasib warga luar daerah yang kebetulan diringkus dan dibui di Banjarmasin. "Apakah si napi cuma boleh mencoblos untuk Pilpres? Lalu haknya untuk Pileg dibiarkan hangus?" ulasnya.

Sebagai rencana cadangan, KPU berniat menggunakan Formulir A5 yang ada di TPS (Tempat Pemungutan Suara). Meskipun, sebenarnya lembaran itu ditujukan bagi pemilih yang berhalangan mudik saat hari pencoblosan tiba.

Contoh mahasiswa perantauan yang namanya masih tercatat pada DPT di kampung halamannya. "Lazimnya, A5 diurus pemilih itu sendiri. Karena lapas ini kawasan khusus, KPU nanti yang mengisikan," jelasnya.

Kondisi ini jauh berbeda dengan Pemilu 2014. Mengingat basis data yang dipakai sekarang adalah KK dan e-KTP. Lebih ketat. Sedangkan beberapa tahun silam, suket (surat keterangan sementara) dari Ketua RT setempat pun cukup untuk memperoleh hak pilih.

"Dulu bahkan ada istilah surat keterangan dari kepala lapas. Sekarang jelas surat itu enggak terpakai," pungkasnya. Dia berharap, jawaban atas kebingungan lekas terjawab. (fudlan/ay/ran)


BACA JUGA

Selasa, 19 Februari 2019 14:17

Sekolah ini Rancang Kapal Pendeteksi Sampah Plastik

BANJARMASIN --Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Banjarmasin. Rancang karya ilmiah…

Selasa, 19 Februari 2019 14:01
Kabar SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru

Kelompok PWMP ini Bisa Hasilkan 10,4 Ton/Ha Jagung Pipil Kering

BANJARBARU -Untuk menciptakan generasi Milineal yang siap menjadi wirausaha pertanian…

Selasa, 19 Februari 2019 13:29

Kekurangan Tenaga Pelipat Surat Suara, KPU Banjarbaru Mulai Kewalahan

BANJARBARU -- Surat suara Pemilu 2019 mulai dilipat sejak Senin…

Selasa, 19 Februari 2019 13:19

Rugi Banyak!! APK Caleg yang Terjaring Penertiban Tidak Boleh Diambil Kembali

BANJARBARU - Tim penertiban APK telah menertibkan 38 APK yang…

Selasa, 19 Februari 2019 13:13

Akibat Penggunaan Cantrang, Nelayan Pagatan Besar Melapor

PELAIHARI-Akibat hasil tangkapan kepiting dan ikan peda berkurang, akibat penggunaan…

Selasa, 19 Februari 2019 11:44

Data Tidak Sinkron, KPU Keliru Dalam Input Data

BANJARMASIN - Rapat pleno Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) Kalsel diinterupsi…

Selasa, 19 Februari 2019 11:36

Panitia Antisipasi Membeludaknya Jamaah Haul ke-14 Guru Sekumpul

MARTAPURA – Haul ke-14 Guru Sekumpul jatuh pada tanggal 9-10…

Selasa, 19 Februari 2019 11:29

Dugaan Bawaslu HST Dicap Konyol

BANJARMASIN - Majelis hakim dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalsel…

Selasa, 19 Februari 2019 10:59

Rayakan Imlek, Warga Tionghoa Kalsel Tampilkan Budaya Indonesia

BANJARMASIN - Warga Tionghoa se-Kalsel Senin (18/2) malam merayakan Tahun…

Selasa, 19 Februari 2019 10:47

Jaya Kreshna : Penyiringan Baru Bisa Dilakukan Setelah Normalisasi

Di Lapangan, Lurah Cempaka Junaidi dan Camat Cempaka, A Rivai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*