MANAGED BY:
MINGGU
19 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 22 Januari 2019 13:06
Bakat Seni Tak Membuatnya Tinggalkan Kepolisian

Iptu Taufik Suhardiman, Kapolsek Multitalenta di Hulu Sungai Utara

BAKAT AKTOR: Iptu Taufik Suhardiman saat menjadi aktor dalam sebuah produksi film silat kolosal.

PROKAL.CO, Norman Camaru memilih jadi artis dibandingkan polisi. Di Amuntai ada kebalikannya, Iptu Taufik Suhardiman tetap memilih jadi polisi daripada jadi artis.

M AKBAR, Amuntai

Inspektur Satu Polisi Taufik Suhardiman lulus menjadi bintara Polripada tahun 1999 lalu di Sekolah Polisi Negara (SPN) Karombasan, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Meski bakat seninya tergolong luar biasa, pria kelahiran Gorontalo ini memilih menjadi polisi. Padahal dunia seni sudah digelutinya sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Taufik bukan hanya sekadar hobi. Dia mengantongi sejumlah penghargaan lokal, regional bahkan nasional. Pilihannya masuk polisi ternyata benar.

Dunia kepolisian tidak mematikan bakat, tetapi malah memoncerkannya. Setelah menamatkan Sekolah Inspektur Polisi (Setukpa-Sukabumi), dia sendiri disambut dengan banyak tugas dan peluang untuk mengeksplorasi bakatnya.

Kepada Radar Banjarmasin, mantan ajudan Kapolda Gorontalo ini mengatakan dia pernah membintangi beberapa film, meskipun tidak dengan nama asli. Dia dibayar cukup standar sebagai aktor nasional. 

Syuting satu kali judul honornya mencapai Rp 50 juta. Namun kecintaan saya pada Polri menguatkan hati untuk tetap mengabdi sebagai penegak hukum.

Meskipun silau rupiah begitu tampak di depan mata saat itu," kata Taufik yang sempat menjadi MC saat Briptu Norman Kamaru menjadi buah bibir di Gorontalo saat itu.

Itu baru bidang seni peran, di dunia Tarik suara, kariernya tak kalah cemerlang. Dia pernah menyabet juara Bintang Radio (RRI) tahun 2018 tingkat Nasional Jauh sebelumnya, pada tahun 2006 dia juga menjadi finalis dalam Festival Keroncong Tingkat Nasional.

Hebatnya, di waktu bersamaan, dia menjadi Bintang Radio Tingkat Nasional.

Di sela-sela menekuni dunia seni, dia tetap menjawab panggilan negara. Di tahun 2017 misalnya, dia masuk dalam Pasukan Perdamaian PBB di Sudan tahun 2017.

Dasar seniman, di sana, selagi menjaga keamanan, dia juga mengajari anak-anak Sudan menyanyi dan bermain seni peran.

"Saya sadar penghasilan di dunia entertaimen sangat menjajikan, namun jadi Bhayangkara Negara adalah pilihan hidup saya," ucap perwira yang juga pernah ke Italia dalam tugas PBB itu.

Saat ini, suami dari Santrila Ngurawan ini menjadi Kapolsek Amuntai Tengah. Sebelum bertugas ke Sudan lalu, dia juga sempat menjadi Kapolsek Banjang, masih di Hulu Sungai Utara.

Bakat menyanyinya masih ditekuninya. Setidaknya dia bisa didaulat mendadak jadi MC, dan menyanyi untuk pejabat Polda yang sedang kunjungan ke Polres HSU.

“Seni dan profesi serta cita-cita itu bisa saling melengkapi. Tanpa ada yang harus mengalah atau dikorbankan. Sebab seni mampu membawa saya sampai ke luar negeri, dengan latar belakang pekerjaan sebagai anggota Polri," sampainya yang mengatakan kemampuannya in kerap membantu tugasnya di lapangan.

"Jadi, bagi adik-adik yang punya bakat seni vokal, akting dan seni-seni lainnya. Tak perlu ragu masuk ke dunia Polisi. Jadikan bakat dan hobi, menjadi pecut meraih cita-cita," tutup ayah dua anak ini. (mar/ay/ran)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*