MANAGED BY:
RABU
20 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Sabtu, 26 Januari 2019 12:51
Penumpang Sepi, Maskapai Sampai Batalkan Penerbangan
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARBARU - Usai mengalami lonjakan penumpang pada masa libur Natal dan tahun baru, kini tren penumpang di Bandara Syamsudin Noor mengalami penurunan signifikan. Sampai-sampai maskapai harus membatalkan penerbangan, karena sepinya penumpang.

Otoritas Bandara Syamsudin Noor mencatat, dalam lima hari terakhir tren positif hanya terjadi pada Ahad (20/1), saat itu jumlah penumpang 8.755 orang.

Bahkan, Selasa (22/9) ketika Lion Air Group mulai menerapkan bagasi berbayar, jumlah penumpang di tinggal 7.486 orang.

Informasi yang didapat Radar Banjarmasin Jumat (25/1) kemarin juga menyebut, sampai pukul 15.00 Wita, setidaknya ada tiga penerbangan dibatalkan akibat kuota penumpangnya kurang.

Yakni, Wings Air dengan nomor penerbangan IW-1391 jurusan Kotabaru-Banjarmasin. Lalu, Lion Air JT-524 rute Surabaya-Banjarmasin dan Wings Air IW-1387 jurusan Balikpapan-Banjarmasin.

Jumlah ini bertambah hingga tadi malam menjadi total tujuh penerbangan dibatalkan. Tiga ke Surabaya, tiga ke Jakarta dan satu ke Kotabaru.

Semuanya dari maskapai milik Lion Air Group. Pembatalan jadwal terbang ini, sudah mulai terjadi sejak 15 Januari tadi.

Sepinya penumpang juga dirasakan biro perjalanan. Seperti diungkap owner Camesa Travel, Siti Aisyah.

"Sebelumnya dalam sehari kami bisa menjual 15 sampai 20 tiket. Tapi sekarang menjual 10 tiket saja sangat sulit," katanya kepada Radar Banjarmasin.

Dia mengungkapkan, penumpang sepi kemungkinan dipengaruhi oleh tingginya harga tiket dan penerapan bagasi berbayar.

"Mahalnya biaya membuat orang berfikir ulang untuk memakai pesawat sebagai moda transportasi. Sekarang yang terbang paling mereka yang tugas dinas dibiayai kantor. Kalau bayar sendiri pasti pikir-pikir," ungkapnya.

Saat dikonfirmasi, Area Manager Lion Air Agung Purnama membenarkan, jika sejumlah jadwal maskapai Lion Air Group dibatalkan karena kekurangan penumpang.

"Tapi penumpang sepi bukan karena penerapan bagasi berbayar ya," ucapnya.

Dia mengungkapkan, terlalu dini untuk melihat efek yang diakibatkan oleh penerapan penghapusan bagasi gratis. Sebab, kebijakan itu baru dijalankan beberapa hari.

"Jika ingin melihat pengaruhnya bisa dilihat tiga bulan ke depan. Sebab, saat ini penumpang yang berangkat kebanyakan membeli tiket sebelum 22 Januari. Jadi, masih mendapatkan bagasi gratis," ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Agung ini menyampaikan, penumpang sepi lantaran saat ini memasuki periode low season pasca Natal dan tahun baru. Di mana permintaan untuk berpergian ke suatu tempat rendah.

"Setiap tahun memang trennya seperti ini, jadi bukan karena penerapan bagasi," ucapnya.

Ditanya mengenai biaya bagasi yang diterapkan oleh Lion Air Group, dia menjelaskan tarif tergantung rute perjalanan. Misal dari Banjarmasin ke Surabaya hanya Rp15 ribu per kilogram, sementara untuk rute Banjarmasin-Jakarta Rp19 ribu per kilogram.

"Kalau ke Yogyakarta lain lagi, biayanya Rp17 ribu per kilogram," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPD Asita (Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies) Kalsel, Sumedi menyampaikan, selain mengurangi pendapatan pengusaha biro perjalanan. Mahalnya biaya berpergian juga mempengaruhi jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai daerah.

"Aktivitas orang ingin berwisata sangat dipengaruhi oleh biaya. Jika tinggi, tentu orang akan berfikir ulang atau sedikit memperhatikan untuk kegiatan berwisatanya," ucapnya.

Apalagi dihapusnya bagasi gratis. Menurutnya, itu akan mengurangi minat wisatawan untuk membeli produk usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM.

"Wisatawan berpikir panjang membeli dalam jumlah banyak oleh-oleh hasil produk UMKM, lantaran bakal membayar bagasi mahal. Hal itu tentu berdampak negatif pada sektor UMKM tersebut," tambahnya.

Oleh karena itu, sebagai pemberi jasa perjalanan, pihaknya meminta pemerintah mempertimbangkan dan memperhatikan hal-hal tersebut terkait peningkatan kunjungan wisatawan.

"Kami promosi ke sana kemari tidak akan berdampak maksimal tanpa didukung kebijakan yang memudahkan," pungkasnya. (ris/by/bin)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*