MANAGED BY:
KAMIS
21 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Minggu, 27 Januari 2019 11:53
Ini Dia si Mantuala, Sang Jawara Kontes Durian 2019

Paling Langka, Paling Nikmat, Paling Mahal

LEZAT: Daging Durian Mantuala, memiliki cita rasa yang unik. Yakni, perpaduan Antara Durian dan Pampakin. (WAHYU RAMADHAN/RADAR BANJARMASIN)

PROKAL.CO, Jangan berpikir bahwa durian selalu memiliki warna dan rasa seragam pada tiap dagingnya. Durian jenis Mantuala, jelas punya   warna dan tentu saja rasa yang berbeda.

WAHYU RAMADHAN, Batu Hayam

Kamis, 24 Januari tadi, durian jenis Mantuala asal Desa Batu Hayam Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), sukses memenangi Kontes Durian dan Buah Eksotik 2019 yang digelar oleh Pemerintah Provinsi Kalsel di objek wisata Kiram Park Kabupaten Banjar.

Tak tanggung-tanggung, salah satu buah kebanggan masyarakat di Kabupaten HST, ini meraih juara pertama di antara banyaknya varian durian yang dilombakan.

Durian mantualayang menjadi jawara ini asalnya dari  Desa Batu Hayam Kecamatan Hantakan, 15 kilometer dari Barabai, pusat Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Wartawan Radar Banjarmasin  menuju ke sana untuk melacak buah surga ini.

Akses  jalan menuju desa yang juga dikenal dengan nama Murung B, ini tergolong mulus. Bisa dicapai dengan menggunakan kendaraan bermotor. Roda dua maupun roda empat.

Seperti di tiap kecamatan yang berada di Kabupaten HST, Kecamatan Hantakan pun menyuguhkan panorama alam khas Pegunungan Meratus.

Menyambut siapa pun yang melintasi kawasan kabupaten yang bergelar Bumi Murakata ini. Mulai dari aliran air sungai berarus sedang yang mengalir menghantam bebatuan, hingga hutan serta lahan perkebunan.

Tak terkecuali, perbukitan batu karst yang menjulang tinggi, seakan menopang langit yang kembali tampak mendung.

Penulis mengunjungi  pemilik buah Durian mantualayang memenangi kontes tersebut. Namanya Ady Monif.

Dia menceritakan, Durian mantualayang diikutkan dalam lomba merupakan buah yang diambil dari pohon berusia 60 tahun.  Berada di kebun yang berjarak 700 meter dari rumahnya.

Menuju kebun milik bapak satu anak ini cukup mudah. Hanya melewati akses utama jalan pedesaan, kemudian menyeberangi jembatan gantung.

Turun dari jembatan gantung, mengambil jalan belok ke kiri, kemudian tinggal mengikuti jalan ber-paving blok ke kawasan hutan sekaligus kebun.

"Itu pohonnya," tunjuknya. Pohon yang dimaksudkan adalah satu-satunya pohon tertinggi tinggi di antara pohon karet di perkebunan.

Diameter pohon Durian mantualalumayan lebar. Untuk mengukur diameter batang pohon, penulis meminta Alfidi Noril Ikhsan, keponakan Ady Monif berdiri di samping pohon, kemudian memotretnya.

Hasilnya, masih lebih lebar batang pohon ketimbang bocah berumur 10 tahun, yang duduk di bangku kelas V SDN 3 Murung B  itu.

Ady menuturkan, lahan kebun beserta sebatang Pohon Durian mantualaini sudah dipeliharanya selama lebih dari 18 tahun dan dibeli dari tangan seorang warga setempat.

Awalnya, dia mengira pohon yang berada di  lahan itu hanyalah durian biasa pada umumnya. Ia tak memperhatikan sama sekali hanya merapikan lahan kebun yang dipenuhi padang ilalang serta pepohonan karet.

"Jadi, saya tak mengira kalau ini ternyata Durian mantualaunggulan. Bukan yang kini lebih banyak dihasilkan melalui okulasi (salah satu cara meningkatkan mutu tumbuhan dengan cara menempelkan sepotong kulit pohon bertunas untuk kemudian disatukan menjadi tanaman baru,red)," ungkapnya.

Memang, kalau dilihat sekilas,  pohon Mantuala tak ubahnya seperti pohon durian pada umumnya. Namun, jika dicermati lebih detail, ada perbedaan yang cukup mencolok.

Yakni, pada dedaunan yang ada di pohon. Diameter daun di pohon durian mantuala, lebih lebar ketimbang yang dimiliki pohon durian pada umumnya.

Seiring berjalannya waktu, buah di pohon durian mantualamulai tampak. Ady masih bisa mengingat jelas, tepat di tahun 2006 lalu, ia sempat menjual 900 buah Durian mantuala yang dihasilkan oleh sebatang pohon tersebut.

Menurutnya, tahun itu merupakan zaman keemasan Durian mantuala yang dihasilkannya.

"Di tahun 2017, hanya sempat memanen sekitar 300 buah. Begitu pula di tahun 2018 yang dipanen mulai bulan November hingga tahun ini," jelasnya, sambil mencoba menghitung buah Durian mantuala yang tersisa di pohon. Jumlahnya kini, hanya tersisa sekitar 15 buah.

Puas mengamati pohon durian mantuala di kebun, penulis lantas kembali ke kediaman Ady. Di ruang tamunya, sudah ada sepuluh durian mantuala yang diikat rapi. Satu ikatnya, berisi tiga biji durian mantuala. Dia biasa menjual  Rp100 ribu per ikat.

"Ini pesanan orang. Untuk benar-benar matang, harus didiamkan dulu selama empat malam. Nah ini yang sudah matang dan siap dicicipi. Seperti halnya yang dikirim untuk mengikuti lomba kemarin," ujar Ady. Dia mempersilakan penulis mencicipi.

Warna dagingnya, kuning. Bau harumnya, tak sepekat bau durian. Ketika disentuh, diameter ketebalan dagingnya selebar telunjuk jari.

Dan ketika dicicipi, ternyata memiliki rasa yang sangat berbeda. Seperti perpaduan antara durian dan pampakin (buah jenis durian yang memiliki daging warna oranye, memiliki kulit luar berwarna layu, serta memiliki duri yang tampak bengkok).

"Keunggulan durian mantuala dipercaya tak membuat pusing bagi yang mengonsumsinya. Jadi tergolong aman bagi yang memiliki penyakit darah tinggi. Dan itu sudah sering dibuktikan. Sebanyak apapun dikonsumsi, ya tidak masalah. Asal kuat saja," jelas Ady, lantas tertawa.

Dalam sebiji buah durian mantuala, hanya memiliki isi dua hingga tiga biji  Bahkan, bisa saja dalam satu buah hanya berisikan satu daging mantuala.

Menurut Ady, hal itu pula yang menjadi   perbedaan yang cukup mencolok dibandingkan  durian pada umumnya.

"Seperti yang memenangi kontes kemarin. Isinya hanya ada dua," ungkapnya, sembari menyodorkan tisu kepada penulis. Maklum, jari-jari sudah dipenuhi sisa-sisa daging  mantuala yang lezat.

Sejarah pohon durian mantuala yang berumur 60 tahun, tak lepas dari sosok Basuni. Lelaki tua berumur 75 tahun itulah yang pertamakali menanamnya.

Setelah puas mencicipi Durian Mantuala, Penulis ditemani Ady Monif juga mengunjungi kediaman Basuni. Sayang, Basuni sedang tak berada di rumahnya.

Menurut tetangganya, usai salat dzuhur, Basuni langsung beranjak turun ke hutan untuk memantau kebun.

"Di sini, penghasilan masyarakat secara umum memang bergantung dengan hasil kebun atau bertani. Kami beruntung, kabupaten ini jauh dengan yang namanya tambang. Kalau tidak, bisa habis kebun-kebun kami," tambah Ady.

Lantas, bagaimana sejarah pohon berumur 60 tahun penghasil buah jawara itu? Ady kembali menuturkan, Basuni sempat menceritakan kepadanya bahwa semasa muda ia pernah tak sengaja menemukan empat biji buah durian berserakan di hutan.

"Biji itu, kemudian ditanam Basuni di lahannya yang sekarang saya beli. Tiga dari keempat biji yang didapat tak berhasil tumbuh. Hanya tersisa satu, ya yang sekarang ini," tuturnya, kemudian tersenyum.

Tak dapat dipungkiri, keberadaan pohon durian mantuala tinggal beberapa saja. Cukup sulit ditemukan. Kalau pun ada, kebanyakan adalah hasil okulasi.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten HST melalui Dinas Pertanian Kabupaten HST, kini tengah berupaya agar durian mantuala bisa terus dilestarikan. Yakni, dengan menjadikan pohon durian mantuala milik Ady Monif sebagai pohon induk.

"Tentunya untuk memperbanyak bibit unggul durian mantuala, agar terus dapat dikembangkan di HST," ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten HST, Zainuddin, usai menerima penghargaan dari Gubernur Kalsel, di Kiram Park pada Kontes Durian dan Buah Eksotik 2019.

Hal tersebut juga disambut baik oleh Adi Monif. Kini, di lahan terpisah ia sudah mulai menanam 130 bibit pohon durian mantuala. Dengan harapan ke depan, agar buah yang langka ini bisa berkembang layaknya Kampung Durian di Desa Bi'ih Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Semoga, ya! (war/by/ran)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*