MANAGED BY:
SELASA
23 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 28 Januari 2019 11:55
Pengusaha Kecil Menengah di Banua Meretas Pasar Nasional
KREATIF: Owner Rumah Kreasi Tomat, Dhianita Prawitri memperlihatkan produk-produknya di kediamannya, Jalan RO Ulin, Kompleks Kehutanan II, Loktabat Selatan. Dia memproduksi berbagai olahan dari tomat yang kini dipasarkan di supermarket.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Di tangan Arbainah (36), mandai yang terbuat dari kulit cempedak dan merupakan kuliner basah, disulap menjadi crispy.

Idenya oke juga, sebab makanan yang sebelumnya dianggap kelas kampung ini, sekarang bisa dinikmati semua kalangan di perkotaan.

Arbainah memulai bisnisnya dari rumahnya di Desa Mantimin Kecamatan Batumandi Kabupaten Balangan. Dia telah membuat mandai crispy ini bersama suaminya sejak empat tahun terakhir. Sekarang, produk olahan ini telah sangat terkenal di telinga pecinta kuliner.

"Kami tidak pernah menyangka produk ini bisa diterima. Semua bermula dari berbagai percobaan,” kata Arbainah yang akrab disapa Mama Syauqi tersebut kepada wartawan, Sabtu (26/1).

Betapa tidak, mandai crispy buatannya tidak hanya menjadi contoh industri rumahan, tapi juga sukses mengangkat nama Kabupaten Balangan.

Dikatakan Arbainah, ia hanya memasarkan produknya yang bermerek Arbay ini secara online melalui media sosial serta online shop. Omset yang ia dapat pun lumayan untuk skala industri rumahan, rata-rata 10 juta per bulan.

“ Kami pernah mengirim ke Sulawesi, Lombok, Surabaya, Semarang, Jakarta. Baru mulai awal tahun tadi menyasar ke beberapa sentra oleh-oleh, bukan hanya di Balangan tapi juga kabupaten kota lain khususnya Banjarmasin, Banjarbaru dan Martapura,” ujarnya yang mengatakan sebelumnya, dia hanya memproduksi berdasarkan pesanan.

Untuk harga eceran langsung dari Arbainah ke pembeli ia mematok Rp12 ribu, sedangkan untuk harga reseller hanya Rp10 ribu dengan minimal pembelian 100 bungkus.

Kabar gembira dari usaha rumahan juga dialami Owner Rumah Kreasi Tomat, Dhianita Prawitri. Rumah Kreasi Tomatnya di Banjarbaru memproduksi varian kuliner yang diolah dari tomat, menjadi manisan, permen, selai dan sirup. Kini produknya sudah merambah ke sejumlah supermarket yang ada di Kalsel.


"Sekarang produk saya sudah masuk Transmart Banjarmasin dan Hypermart Q Mall Banjarbaru. Selain itu, selalu ada permintaan dari luar daerah," kata Dhianita yang mengatakan usahanya sebenarnya baru dirintis sekitar satu tahun dari rumahnya di Jalan RO Ulin, Kompleks Kehutanan II, Loktabat Selatan.

Sekarang, una memenuhi permintaan pasar. Dalam sebulan dirinya rata-rata menghabiskan 200 kilogram tomat.

"Kalau dihitung produk yang terjual, rata-rata empat item produk kami terjual 100 buah perbulannya. Dengan harga Rp15 ribu perbuah," ungkap wanita berusia 34 tahun ini.

Dia menuturkan, saat pertama kali merintis pada Desember 2017 sebenarnya usaha mereka tampak apa adanya. Lantaran, hanya memiliki satu produk yaitu manisan tomat. Serta cuma menggunakan kemasan kotak plastik yang dibeli di pasar.

"Saat itu dalam sebulan cuma menghabiskan 30 kilogram tomat," ujarnya.

Namun, saat dirinya mengurus izin Produksi Industri Rumah Tangga pangan (PIRT). Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) KUMKM Banjarbaru melatih dan memotivasi dirinya untuk bisa mengembangkan bisnis.

"Saya ditantang membuat produk baru dari tomat. Selain itu, saya diberi saran agar mengganti kemasan yang lebih modern dan menarik," ungkap wanita yang akrab disapa Dhian ini.

Dari PLUT KUMKM Banjarbaru dirinya juga mendapatkan pelatihan cara memasarkan produk.

"Setelah mendapatkan pelatihan, kemasan manisan tomat langsung saya ganti dengan yang modern. Yaitu, kotak karton dengan warna dan tulisan menarik," ujarnya yang selalu memikirkan inovasi baru dalam mengolah produk dari tomat.

"Tahun ini kami ingin membuat stik tomat dan amplang ikan tapi ada saos tomatnya," tuturnya.

Di Tanah Laut, bandeng presto Bantala yang diproduksi oleh Sirajudin warga Komplek Gagas Permai telah menjadi favorit warga kota Pelaihari. Produk rumahan ini memiliki kemasan dan label berkelas yang bersaing dengan produk-produk di Jawa.

"Saya produksi sejak tahun 2007," kata Sirajudin bangga, Sabtu (26/1). Dia mengatakan untuk Kalsel, hanya ada di Kota Pelaihari.

Usahnya yang moncer juga mendapat perhatian berbagai instansi dan perbankan. Kini, dia ingin mengadakan pemisah tulang ikan yang harganya berkisar Rp20 juta.

"Kalau ada mesin itu, maka produksi kami bervariasi termasuk membuat kerupuk ikan," ungkapnya

Terkait pemasaran, dia tidak memasukkan ke minimarket, melainkan hanya melalui media sosial dan beredar dari pameran ke pameran. Dengan cara itu saja, dia berhasil menjual ikan bandeng presto sebanyak 3 ribu kotak pada September -Desember lalu.

Di Tapin, perjuangan Kelompok Usaha Bersama Abon Cabai Hiyung dalam mendapatkan sertifikat halal, akhirnya terwujud. Januari ini produk cabai dari Desa Hiyung itu resmi berlabel halal.

"Setelah ini kita bisa memasarkan lebih luas," kata Junaidi, Ketua Kelompok Usaha Abon Cabai Hiyung.

Junaidi mengatakan selama ini, mereka memang terkendala itu. Permintaan abon Cabai Hiyung sangat tinggi, namun pihaknya tak bisa memproduksi banyak karena.

"Jadi, sekarang kita akan lebih banyak memproduksi, tidak hanya itu kita juga akan menyetok banyak bahan mentahnya," jelasnya.

Pasar retail atau pasar modern seperti Alfamart dan Indomart juga sudah menanti untuk memasarkan produk cabai Hiyung yang diminati banyak orang itu.

"Bahkan, warung-warung makan di Kabupaten Tapin juga bersedia memasarkannya," ucapnya bangga.

Meski demikian, Junaidi mengatakan pemasaran media sosial juga penting. Kali ini, anak-anak Karang Taruna Pudarta yang sangat berperan aktif mempromosikan di sosial media.

"Setiap kali memasarkan, nomor saya yang selalu dikasih untuk dihubungi," katanya.

Pentingnya pemasaran media sosial juga sangat diperhatikan adalah UMKM Kelompok Wanita Tani (KWT) Prima Mandala Sejahtera di Desa Mandala, Kecamatan Telaga Langsat, Hulu Sungai Selatan (HSS).

Selama ini mereka yang memproduksi kerupuk tomat, kerupuk waluh, kerupuk lombok, kerupuk haruandan berbagai sirup ini hanya memasarkan produk mereka offline di dalam kabupaten dan di pusat oleh-oleh di kawasan Banjarmasin.

Nor Irani, anggota KWT Prima Mandala Sejahtera mengatakan supaya produk lebih dikenal luas, ke depan pihaknya akan memasarkannya melalui online.

“Nanti kerja sama dengan dinas dan pihak terkait lainnya,” ucap Irani. (why/ris/ard/dly/shn/ay/ran)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*