MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 31 Januari 2019 12:38
Mahasiswa Galang Aliansi untuk Gusti

Kasus Skorsing Mahasiswa UIN Antasari

MULAI BERGEJOLAK: Gerbang kampus UIN Antasari di Jalan Ahmad Yani kilometer 4,5 dipotret kemarin (30/1). Aliansi mahasiswa dari berbagai fakultas menuntut audiensi kepada rektorat untuk membela rekan mereka yang dikenai skorsing.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Nasib Gusti Muhammad Thoriq Nugraha memicu aksi solidaritas. Sejumlah mahasiswa dari berbagai fakultas membentuk aliansi demi membela Gusti. Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari yang diskorsing kuliah selama dua semester.

Namanya AMUBA. Singkatan dari Aliansi Mahasiswa UIN Banjarmasin Bersatu. Aliansi telah melayangkan surat permohonan audiensi ke rektorat. Di depan dekan dan rektor, aliansi menuntut kesempatan untuk membela Gusti.

Gusti adalah mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Kuliah pemuda asal Martapura itu padahal baru menginjak semester tiga.

"Aliansi lahir dari kepedulian kawan-kawan. Atas perlakuan tak adil yang menimpa teman kami. Sanksi skorsing telah mengabaikan nilai-nilai keadilan," kata salah seorang pentolan aliansi, Zainul Muslihin, kemarin (30/1) kepada Radar Banjarmasin.

Surat skorsing Gusti diterbitkan tanggal 21 Januari 2019. Pemuda 20 tahun itu dituduh tak berakhlak karena telah melecehkan dekanat. Atas unjuk rasa di depan gedung fakultas pada 7 Mei 2018 silam.

Aksi diikuti sekitar 20 mahasiswa. Mereka menuntut perbaikan fasilitas kampus seperti toilet yang mampat, keran air kerap mati, dan ketiadaan proyektor. Fakultas juga diminta menindak oknum dosen yang malas mengajar.

Sebagai koordinator aksi, Gusti dipanggil pihak dekanat. Dia diancam DO (drop out, dipecat). Selama berbulan-bulan, kedua kubu menjalani mediasi yang melelahkan. Setelah menempuh ishlah, malah terbit surat skorsing.

"Target kami jelas. Menuntut pencabutan surat skorsing. Dan meminta rektor mencopot pejabat fakultas yang telah memuluskan terbitnya surat skorsing itu," imbuh mahasiswa Fakultas Syariah tersebut.

Zainul menilai, ada prosedur yang dilanggar. Merujuk buku saku tata tertib mahasiswa. Contoh, surat skorsing diterbitkan tanpa jalur persidangan.

"Skorsing itu menyimpang dari prosedur dan mengabaikan nilai-nilai keadilan," tukas mahasiswa semester 13 itu.

BEM Memilih Membela Fakultas

Sikap berbeda ditunjukkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Presiden BEM UIN Antasari, Miftah Al Farhan menyatakan Fakultas Tarbiyah tidak anti kritik.

Dalam pandangannya, mahasiswa atau organisasi mahasiswa mestinya bisa menyelesaikan masalah melalui jalur musyawarah.

"Pengalaman saya kuliah di fakultas ini, masalah selalu bisa diselesaikan lewat forum musyawarah. Bukan dengan cara berdemonstrasi," ungkap mahasiswa semester 7 Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris itu.

Miftah menekankan, tak ada yang salah dengan tuntutan mahasiswa. Dari perbaikan fasilitas kampus hingga penindakan dosen nakal.

Apalagi aksi itu dibekali dengan data dan bukti. "Tak ada yang salah dengan keluhan Gusti," imbuh pemuda 20 tahun tersebut.

Melihat jumlah massa dan tuntutannya, aksi ini sebenarnya kecil. Lalu, mengapa bisa seheboh itu? Sampai-sampai seorang mahasiswa diskorsing dan satu organisasi fakultas dibekukan.

Dia menilai, terjadi bentrokan sudut pandang. "Rumit. Mahasiswa menyoal hak berpendapat dalam alam demokrasi.

Sementara fakultas meminta sikap calon tenaga pendidik yang patut dicontoh," tukasnya. Dalam bahasa sederhana, mahasiswa keguruan tak pantas menjadi demonstran.

Secara tak langsung, BEM telah menyatakan menahan diri dari kasus skorsing Gusti.

"Jadi kasus ini terkait cara mengkritik. Bukan isi kritiknya. " pungkas Miftah. (fud/ay/ran)


BACA JUGA

Rabu, 26 Juni 2019 09:58
Pemko Banjarbaru

Wawali Hadiri Gathering Positif Bermedsos

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru Darmawan Jaya Setiawan, Senin (24/6)…

Rabu, 26 Juni 2019 09:54
Pemkab Tanah Bumbu

Sehari Layani 150 Warga

BATULICIN - UPTD Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kecamatan…

Rabu, 26 Juni 2019 09:53
Pemkab Tanah Bumbu

Wabup Kunjungi Kecamatan Satui

BATULICIN - Wabup Tanbu H Ready Kambo mengunjungi Kecamatan Satui.…

Rabu, 26 Juni 2019 09:51
Pemkab Tanah Bumbu

Tingkatkan Daya Saing Produk

BATULICIN - Pemkab Tanbu melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagri)…

Rabu, 26 Juni 2019 09:23

Jembatan Putih Ditutup Selama Renovasi

BANJARMASIN - Sejak hari ini (26/6), Jembatan Putih tak bisa…

Rabu, 26 Juni 2019 09:09
Melihat Rendahnya Akreditasi Sekolah di Kalsel

MEMPRIHATINKAN..! Ratusan SMK di Kalsel, Hanya Satu yang A

BANJARMASIN – Ini bisa jadi permasalahan yang diseriusi sekolah. Dari…

Selasa, 25 Juni 2019 14:51

Siapa Bakal Calon Wakil Ibnu Sina, PKS: Sulit Berkoalisi Dengan PDIP Lagi

BANJARMASIN - Sulit menyangkal bahwa Ibnu Sina adalah kandidat terkuat…

Selasa, 25 Juni 2019 11:43

Draft Sudah Keluar, Begini Jadwal Tahapan Pilkada 2020

BANJARMASIN – Draft rancangan PKPU Tahapan Pilkada 2020 mendatang sudah…

Selasa, 25 Juni 2019 11:40

Disebut Calonkan Aditya di Pilkada, PPP: Kami Akan Survei Dulu

  BANJARBARU - Nama Aditya Mufti Ariffin akhir-akhir ini semakin…

Selasa, 25 Juni 2019 11:33
Melihat Tren Pernikahaan di KUA Banjarmasin

Takut Menikah karena Mitos?

BANJARMASIN - Tak ada hari maupun bulan yang tak bagus.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*