MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 07 Februari 2019 10:47
Pasang Surut Bisnis Jual Beli Sepeda Bekas di Banjarbaru
TIDAK SEBANYAK DULU: Unyil, berdiri di tengah-tengah jualan sepeda bekasnya di kiosnya di Landasan Ulin Jalan Trikora Banjarbaru.

PROKAL.CO, Di tengah gaya & gengsi yang kian menjadi-jadi. Ternyata peminat sepeda bekas di Banjarbaru masih bernadi. Meskipun tak sejaya tahun-tahun sebelumnya.

------------------------------------------

 MUHAMMAD RIFANI, Banjarbaru

------------------------------------------

 "Mau jual sepeda mas?," tanya Unyil, penjual sepeda bekas di Landasan Ulin Timur Trikora Banjarbaru kala disambangi wartawan kemarin (6/2).

Usai menjelaskan maksud dan tujuan. Lelaki dengan empat orang buah hati ini mempersilahkan duduk. Sembari bertelanjang dada di kiosnya yang hanya beralaskan batu koral.

Ia tengah sibuk menyiapkan peralatan tambal ban dalam. Di sampingnya berjejer sepeda bekas berbagai bentuk dan ukuran. Lengkap beserta peralatan bengkel sepeda.

"Sambil begawian (bekerja) ya mas jawabnya," izin Unyil meladeni wawancara.

Unyil memang penjual sepeda bekas. Namun di tengah tuntutan zaman. Dengan keahlian lainnya, ia juga membuka jasa tambal ban dalam.

"Untuk menambah penghasilan," katanya.

Saat bercerita, Unyil mengatakan sudah hampir lima tahun menggantungkan hidup dari jualan sepeda-sepeda bekas. Bermodalkan pengalaman dan kios yang juga jadi tempat tinggalnya. Unyil mampu bertahan di tengah gempuran bisnis modern.

"Lebih dari empat tahun berjualan (sepeda bekas). Kenapa memilih ini, soalnya ilmunya piawai. Sebelum jualan sendiri, sebelumnya saya ikut bos, beliau berhenti saya yang inisiatif melanjutkan," kisahnya.

Unyil punya trik sendiri untuk memperoleh sepeda bekas yang ekonomis tapi tetap berkualitas. Dibeberkannya, kalau ia memasok sepeda-sepeda jualannya dari para pemulung ataupun pengepul. Rongsokan ia menyebutnya.

"Saya belinya dari rongsokan, biasanya di area Bandara Syamsudin Noor. Kondisinya saat dibeli tidak utuh, tapi harganya murah," jujurnya.

Meskipun tidak utuh. Unyil punya seribu cara. Dengan keahliannya merakit sepeda. Sepeda yang disebutnya dari rongsokan disulap jadi menarik.

"Hampir semuanya diganti biar berfungsi dan kuat. Kita istilahnya meng-kanibal," jelasnya.

Dari para pengepul atau pemulung. Unyil kerap dapat harga berkisar Rp100 ribu. Setelah dipermak dan diperbaikinya hingga siap jual, harganya mencapai Rp250-400 ribu.

"Tergantung kondisi harganya. Tetapi dijamin semuanya layak," klaimnya.

Hasil "repairing" Unyil memang menarik. Tak terlihat bahwa embrio sepeda yang dijualnya dari tempat rongsokan. Apalagi Unyil punya keahlian dalam memadukan warna. Benar-benar menarik dan menggugah tone yang dipadukannya.

Sayang, meskipun secara produk jualan boleh diadu. Satu tahun terakhir Unyil harus rela omsetnya tak menggunung. Jauh berbeda ketika beberapa tahun sebelumnya ceritanya.

"Kalau dahulu saat ramai-ramainya. Satu bulan bisa sampai seratus unit laku. Sekarang mulai lesu, sebulan paling puluhan saja," curhatnya.

Ditanya alasannya kenapa? Unyil mengaku tak bisa memvonisnya, apalagi menunjukkan grafik penjualannya. Wajar, bisnis sepeda bekas katanya tak seperti bisnis kantoran modern yang menyertakan data di setiap perkembangannya.

"Karena sekarang zaman makin modern mungkin ya. Sama juga sudah ada beberapa penjual sepeda bekas di sini, ya bertambah saingan lah," ujarnya.

Namun, meski pendapatan tak semulus dahulu. Unyil menegaskan tak ingin menutup bisnisnya tersebut. Baginya, berjualan sepeda bekas seperti sudah jadi bagian hidupnya.

"Karena ini usaha yang saya rintis dari awal. Jadi sayang kalau ditutup. Insya Allah masih bisa bertahan dan sebagai sumber nafkah," harapnya.

Lantaran lesu, Unyil turut melakukan manuver bisnis. Khususnya kuota jualan. Yang dulunya setiap lima hari selalu menyetok barang dari rongsokan. Kini ia mulai membatasi, bahkan sangat berhati-hati.

"Karena kalau lama tidak laku bakal karatan. Keluar biaya lagi buat mengecat ulang. Belum lagi harga jual bisa jatuh," ujarnya.

Cukup soal keluh kesahnya. Secara jualan sepeda bekas paling laku diutarakan Unyil adalah jenis Sepeda kategori anak-anak. Rentang usia pelajar Sekolah Dasar.

"Jenis BMX mini yang ramai sekarang. Kalau pangsa pasarnya dari dahulu memang anak-anak. Tetapi kalau jenis Fixie sempat juga lumayan ramai, tetapi sekarang sudah tidak," infonya.

Unyil juga mengisahkan cerita unik. Kala ramai-ramainya kolektor sepeda jadul bermunculan. Ia turut kecipratan hype tersebut. Harga sepeda bekas hingga Rp.1.500.000 pun pernah diraihnya.

"Sepeda Ontel dahulu yang sering dicari kolektor. Beberapa kali kita sempat jual. Dapatnya sama, ya dari rongsokan juga. Dipermak, bisa laku satu juta lebih. Kalau sekarang tidak lagi," ingatnya. (rvn)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*