MANAGED BY:
RABU
20 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 11 Februari 2019 10:04
Dakwah Sang Sultan di Tanah Banjar

Bedah Buku Sultan Suriansyah

BEDAH BUKU: Ahmad Barjie memaparkan isi buku Sultan Suriansyah yang ditulisnya beberapa tahun lalu.

PROKAL.CO, Sultan Suriansyah. Begitula judul yang tertera pada cover buku ini. Dikemas se-vintage mungkin dengan menampilkan potret Masjid Sultan Suriansyah. Kemarin (10/2), isinya dibedah.

--------------------------------------------

NOORHIDAYAT, Radar Banjarmasin

--------------------------------------------

Buku ini memiliki tebal 112 halaman. Isinya terdiri dari empat bab. Intinya mengisahkan tentang Sultan Suriansyah sebagai pionir dakwah di Kalimantan Selatan.

Penulisnya bernama Ahmad Barjie B. Dia pemangku gelar kehormatan, Datu Cendikia Hikmadiraja dari Kesultanan Banjar.

Bedah buku ini berlangsung di gedung Yayasan Tahfidzul Quran Ummul Qura. Jalan Bumimas Raya Komplek Bumi Indah 3, Banjarmasin Selatan. Dihadiri langsung oleh penulisnya.

Dalam tulisannya, Barjie ingin mendekatkan ketohokan Sultan Suriansyah kepada pembaca. Yakni melalui cerita dakwahnya di Tanah Banjar.

“Pada hakikatnya, kesultanan di Indonesia menerapkan syariat Islam. Saat itu pula masyarakat sejahtera,” ucap Barjie.

Ia mencoba menguraikan ketokohan Sultan Suriansyah secara sederhana. Melalui perspektif sejarah dan dakwah Islamiyyah.

Penulisan memakan waktu sekitar 6 bulan. Barjie melibatkan sahabat-sahabatnya. "Saya mendapat masukan dari sahabat-sahabat saja," katanya.

Sebelum memulai penulisan, Barjie melakukan riset sendiri. Berkeliling perpustakaan dan mewawancarai sejumlah narasumber.

"Sebagian ada dalam daftar pustaka. Seperti buku Amir Hasan Bondan berjudul Suluh Sejaraj Banjar, Anggraini Antemas berjudul Orang-orang Terkemuka di Banjar, dan banyak lagi," ceritanya.

Selain bercerita tentang dakwah Sultan Suriansyah. Dalam buku tersebut juga ada kisah masa sang sultan masih menyandang gelar Pangeran Raga Samudera. Sebagai putra mahkota perwaris tahta kerajaan Negara Dipa dan Negara Daha.

Termasuk juga soal konflik kerajaan yang menimpa Pangeran Samudera. Hingga pelariannya ke muara Banjarmasin. Lalu akhirnya memluk Islam.

Untuk diketahui, buku ini diluncurkan pada Milad Kesultanan Banjar di Masjid Jami Banjarmasin, 2017 lalu. Dan hanya diedarkan di sekolah-sekolah menengah atas dan kejuruan di Kalsel.

"Bukunya sudah terbit dua kali. Yangg pertama oleh Pustaka Banua, dan yang kedua oleh Penakita Publisher," sebut Barjie.

Sebelumnya, Barjie sudah menulis beberapa buku lainnya. Salah satunya, buku Perang Banjar Barito.

"Selain itu juga buku Kesultanan Banjar Dalam Bingkai Nusantara, Tokoh Banjar Dalam Sejarah, Cuplikan Sejarah Banjar, dan lainnya," sebut pria kelahiran Kelua, 6 Desember 1964 itu.

Sekilas tentang Ahmad Barjie, sekarang dia berstatus sebagai Komisi Infokom MUI Kalsel. Saat ini, ayah dari empat anak itu sibuk menempuh kuliah untuk mendapatkan gelar S2 Jurusan Akhlak dan Tasawuf.

Di tempat tinggalnya, dia menjadi Ketua RT 35, Jalan Ahmad Yani, Gang Amanah. (mr-154/ma/nur)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*