MANAGED BY:
RABU
20 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 11 Februari 2019 10:11
Mengenal Nadia Asfaq, Atlet Senam & Dance Calon Guru BK
ENERGIK: Nadia Asfaq tampil lincah dihadapan peserta senam beberapa waktu lalu.

PROKAL.CO, Namanya Nadia Asfaq. Berusia 22 tahun. Dia berdarah Pakistan yang diturunkan dari sang ayah, Asfaq Ahmad. Ibunya bernama Alikin Noorsiah. Siapa dia?

Beberapa waktu lalu mahasiswi Universitas Islam Kalimantan (Uniska), jurusan Bimbingan Konseling ini menarik perhatian. Dia membimbing kegiatan senam zumba di salah satu event di Banjarmasin.

Gerakannya lembut, namun tegas. Terlihat profesional. Membuat peserta senam bersemangat mengikutinya.

Rupanya Nadia bukan orang biasa. Dia ternyata atlet senam dan dance Formi (Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia) Kota Banjarmasin. Yang malang melintang di dunia olahraga. Dirinya juga bergabung dengan Agency Scarlet Art Work.

Nadia memang menyukai dance sejak kecil. Dia mulai serius menggelutinya saat kelas 2 SMP.

"Saya dari kecil suka gerak. Kalu dengar musik suka joget-joget. Karena dunia semakin modern, segala sesuatu bisa dibakatkan. Makanya, selain dancer saya senang dengan senam zumba," ucap cewek kelahiran Banjamasin,  20 November 1997 itu.

Kini, segudang prestasi sudah diraihnya. Mulai dari menjuarai kejuaraan tingkat daerah, nasional, bahkan level internasional. Dia juga pernah mewakili Kalsel pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 di Jawa Barat.

"Karir saya melejit setelah bergabung di Agency Scarlet, Karena kak Agus Scarlet saya bisa sampai seperti ini. Tentunya tak lepas dari dukungan doa dari orang tua, dan kerabat yang lain," tuturnya.

Di balik kehidupannya sebagai atlet, Nadia ternyata punya aktivitas lain. Ia mengajar di SDN Benua Anyar 8 Banjarmasin. Sebagau guru honorer Bimbingan Konseling (BK).

Selain itu, ia juga dipercaya menjadi pelatih senam pada beberapa instansi di kota ini.

"Cita-cia saya alhamdulillah sudah tercapai. Saya mau menjadi seorang dancer propesional yang dikenal dan menjadi seorang guru akhirnya sudah terlaksana," ucapnya.

Biar tahu saja. Nadia punya hobi memasak. Makanan yang biasa dibuatnya tak sembarangan. Bercitarasa Pakistan. Seperti sora dan dal.

"Kalau di Banjarmasin, sora disebut seperti karih ayam. Tapi bumbu khas Pakistan. Nah, kalau dal itu kacang hijau kareh," jelasnya.

Sekarang Nadia tinggal bersama kakaknya; Nazia. Di Jalan Mahligai, Km 7. Meski impiannya tercapai, ia mengaku belum benar-benar puas. Dirinya merasa masih perlu banyak belajar.

"Untuk sementara, di dunia senam saya masih sebagai instruktur biasa. Belum jadi ZIN (Zumba Instructor Network)," sebutnya.

Harapannya sederhana; bisa membanggakan orang tua. "Kedepan, tetap berusaha yang terbaik. Semoga selalu bisa berprestasi dan membanggakan orang tua dan juga para pelatih," harapnya. (mr-154/ma/nur)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*