MANAGED BY:
KAMIS
21 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 12 Februari 2019 10:37
Syamsudin Noor Kehilangan 30 Ribu Penumpang
Foto ilustrasi

PROKAL.CO, BANJARBARU - Bisnis transportasi udara sedang lesu darah. Dalam tiga bulan terakhir, terjadi penurunan pengunjung bandara sebesar tiga hingga sepuluh persen.

Dari data Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru. Penurunan penumpang terparah terjadi pada Desember 2018 ke Januari 2019, yaitu mencapai 10 Persen.

Jika dikonversikan ke jumlah penumpang. Angka penurunannya mencapai 29.563 penumpang.

"Dari data kita, bulan Desember 2018 total penumpang ada diangka 303.043 penumpang dengan penerbangan sebanyak 2380 flight. Menuju Januari penurunan berkisar 10 persen yakni hanya ada 273.480 penumpang dengan total penerbangan jadi 2218 flight," rinci Communication dan Legal Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor, Aditya Putra kepada Radar Banjarmasin.

Berkaca pada tahun 2017-2018 yang merupakan masa "jaya-jayanya" transportasi udara, Adit mengatakan bahwa memang di akhir tahun dan awal tahun 2019 menjadi waktu yang tidak baik.

Sebab, di tahun 2017-2018 dalam satu hari saja jumlah penumpang di Bandara Syamsudin Noor rata-ratanya mencapai angka 10-11 ribu penumpang. Penerbangannya pun rata-rata di atas 80 penerbangan perharinya.

Data Januari 2019 tadi itu perharinya hanya 8000 penumpang dengan total penurunan sampai 12-13 flight perharinya.

"Mulai terasa menurun dari Desember 2018," terangnya.

Maskapai pun mulai menurunkan frekuensi penerbangannya karena minimnya penumpang. Ambil contoh tujuan Jakarta yang melayani jadwal penerbangan mencapai 6 kali, sekarang hanya 5 atau 4 kali.

Ditanya apakah ini efek dari Low Season (masa dimana animo bepergian rendah)? Adit mengatakan itu salah satunya.

Meskipun sebutnya juga ada faktor lain yang turut memberikan dampak terhadap minat orang menggunakan transportasi udara.

"Kita lihat adanya harga tiket yang tinggi. Sehingga yang sering bepergian sekarang menimbang-nimbang lagi," ujarnya.

Harga tiket di batas atas ini kata Adit memang memengaruhi para penumpang yang biasanya ramai kala liburan.

"Biasanya akhir tahun malah ramai, sekarang menurun," tambahnya.

Selain itu, Adit turut menyebut efek domino dari kebijakan penerapan bagasi perbayar di beberapa maskapai. Per tanggal 22 Januari tadi sudah diberlakukan, tak terkecuali di Kalsel.

Namun kata Adit, kondisi ini sebetulnya pernah juga terjadi beberapa tahun silam. Tepatnya di periode 2013, 2014, 2015. Tahun tersebut, jumlah penumpang menyusut sampai 200.000 dalam kurun waktu satu tahun.

"Turunnya hampir 200.000, dari total satu tahunnya 3.890.000 menjadi 3.703.000. Sehingga rata-ratanya 15-16 ribu perbulannya. Bahkan di tahun 2015 itu juga rendah, yakni hanya ada 3.538.000 penumpang," sebutnya.

Lalu bagaimana prediksi di bulan Februari yang sudah mendekati pertengahan bulan? Adit mengatakan belum ada peningkatan jumlah penumpang.

"Sementara hingga sekarang (11/2), tidak ada perubahan signifikan. Hari besar Imlek pun juga tidak berpengaruh. Perubahan akan mungkin terlihat jika ada kebijakan dari maskapai serta aspek urgensi penumpang itu sendiri," nilainya.

Angkasa Pura sendiri telah mengadakan pertemuan dengan Pemprov Kalsel.

"Di pertemuan itu kita membahas dan berkoordinaai bagaimana mendongkrak pariwisata Kalsel dengan Pemprov. Jadi semoga langkah ini bisa memperbaiki keadaan," harapnya.

Dunia pariwisata Kalsel sendiri memang ikut menderita atas meroketnya harga tiket pesawat. Dinas Pariwisata Kalsel menyatakan, kunjungan wisatawan ke Banua telah menurun hingga 14 persen.

"Dampaknya luas sekali. Perhotelan, rumah makan, hingga usaha kecil pembuat oleh-oleh juga turut terkena imbasnya," kata Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Dahnial Kifli, (8/2).

Dahnial menunjuk penurunan kunjungan ke Pasar Terapung, Menara Pandang di Siring Pierre Tendean, dan wisata susur sungai di Banjarmasin.

Lantas, apa yang bisa diperbuat Dispar? Tak lebih dari sekadar menampung keluhan pelaku industri wisata. Kemudian diteruskan ke pemerintah pusat.

"Saat ini, Kementerian Pariwisata dan Kementerian Perhubungan terus berkomunikasi. Cuma itu yang bisa saya informasikan," imbuhnya.

Masih mengutip data BPS, pada waktu bersamaan, jumlah penumpang yang tiba di bandar udara Kalsel bahkan menurun sebanyak 151.360 orang. Atau turun sebesar 10,50 persen.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti meminta semua pemangku kepentingan atau stakeholder industri penerbangan untuk optimistis, guna menggenjot industri penerbangan tahun ini.

Sebagai bagian dari pola transportasi nasional, penerbangan merupakan salah satu triger perkembangan dan pertumbuhan ekonomi suatu bangsa.

Dengan berkembangnya penerbangan, akan menjadi pemacu tumbuh kembangnya perekonomian.

"Penerbangan sebagai salah satu moda transportasi adalah urat nadi perekonomian suatu bangsa. Jika urat nadi tersebut beroperasi maksimal, tubuh juga akan semakin sehat dan berkembang," ujar Polana dikutip dari keterangan resminya, Senin 11 Februari 2019.

Namun, Polana juga menyadari siklus-siklus bisnis yang ada di penerbangan. Seperti misalnya adanya musim sepi dan musim sibuk (peak season). Low season biasanya terjadi di pertengahan januari sampai bulan Februari.

Penumpang didominasi oleh pebisnis dan pekerja, sementara penumpang dengan keperluan wisatawan menurun.

Sedangkan peak season biasanya terjadi di tengah tahun, saat liburan sekolah dan akhir tahun saat liburan natal dan tahun baru. Ada juga puncak peak season yang khusus terjadi di Indonesia, yaitu libur Lebaran.(rvn/ay/ran)


BACA JUGA

Kamis, 21 Februari 2019 16:08

30 Persen Dana Kelurahan Dialokasikan Untuk Menekan Pengangguran

BANJARBARU - Di kelurahan Cempaka Banjarbaru. Angka pengangguran masih tinggi.…

Kamis, 21 Februari 2019 16:05

Surat Suara Pileg dan Pilpres di Tapin Akhirnya Datang

RANTAU - Surat suara untuk pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres) dan…

Kamis, 21 Februari 2019 14:00

HSS Sudah Cetak 30.615 Keping Kartu Identitas Anak

KANDANGAN – Sampai Februari 2019 Diksdukcapil Kabupaten Hulu Sungai Selatan…

Kamis, 21 Februari 2019 13:48

AWASI...! Dana Kelurahan Harus Digunakan untuk ini

BANJARBARU - Dana Kelurahan dari pusat sebesar Rp.371.000.000 akan diterima…

Kamis, 21 Februari 2019 13:45
BREAKING NEWS

Di Banjarbaru Ada Segini Kotak Suara yang Rusak

BANJARBARU - Sebanyak 3615 Kotak Suara untuk Pemilu 2019 telah…

Kamis, 21 Februari 2019 12:45

Dana Berharap Pengelolaan Geopark Meratus Turut Melibatkan Warga Adat

Ditetapkannya kawasan Gunung Meratus sebagai geopark nasional disambut baik kademangan…

Kamis, 21 Februari 2019 12:40

Pemprov Kalsel Segera Meluncurkan Geopark Meratus

Tak lama lagi Pemprov Kalsel meluncurkan Geopark Meratus. Dari  36…

Kamis, 21 Februari 2019 12:35

LOWONGAN...! Hanya 71 Pelamar Mendaftar Rekrutmen P3K di HSS

KANDANGAN – Sampai batas akhir pendaftaran perekrutan 100 formasi Rekrutmen…

Kamis, 21 Februari 2019 11:59

Paman Birin Berikan Kejutan Hadiah Tiket Umrah

BANJARBARU - Gelaran Silaturahmi PGRI di Gedung Idham Chalid, Rabu…

Kamis, 21 Februari 2019 11:47

MIRIS..! 2018 Ada 214 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kalsel

BANJARMASIN - Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Banua…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*