MANAGED BY:
KAMIS
21 FEBRUARI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | LIFESTYLE | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 12 Februari 2019 10:56
Kasus Ditutup, Skorsing Gusti Dicabut!!
BERDAMAI: Gusti Muhammad Thoriq Nugraha mencium tangan Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Antasari, Prof Juairiah.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Gusti Muhammad Thoriq Nugraha bisa kembali kuliah. Menyusul pencabutan hukuman skorsing yang dijatuhkan Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Antasari.

Kemarin (11/2) siang di aula fakultas, dimediasi rektorat, dekanat dan aliansi mahasiswa sepakat untuk berdamai. Perdamaian tentu bukan tanpa syarat.

Pertama, Gusti harus mencabut aduan yang terlanjur dilayangkan ke kantor Ombudsman RI Perwakilan Kalsel. Kedua, mahasiswa semester tiga jurusan Pendidikan Agama Islam itu diminta mengikuti magang kerja di fakultas.

"Sekarang fakultas sedang disibukkan pengurusan akreditasi sejumlah jurusan. Gusti kami ajak membantu. Anggap saja sanksi edukatif," kata Wakil Dekan II, Hasni Noor.

Bukan hanya itu, Hasni juga meminta mahasiswa menyetop postingan-postingan kasus Gusti di media sosial.

"Hati-hati. Namanya saja medsos. Yang tak tahu-menahu juga terpancing berkomentar," imbuhnya.

Hasni lantas menyilakan Gusti untuk secepatnya mengurus KRS (Kartu Rencana Studi) agar tak ketinggalan perkuliahan.

"Fakultas akan introspeksi diri. Mahasiswa mestinya juga. Kalau ada keluhan, datangi kantor saya. Saya orangnya welcome kok," jelasnya.

Kasus ini bermula pada 7 Mei 2018 silam. Kala Gusti memimpin 20 mahasiswa berdemo di depan gedung fakultas. Mereka menuntut perbaikan fasilitas kampus. Semisal toilet mampat. Fakultas juga diminta bersikap tegas terhadap segelintir oknum dosen malas.

Unjuk rasa memicu rentetan pertemuan yang melelahkan. Organisasi tempat Gusti bernaung bahkan dilarang mengikuti acara perkenalan kepada mahasiswa baru.

Puncaknya, 20 Januari 2019, surat skorsing selama dua semester diterbitkan dekan.

Wakil Dekan III, Syaiful Bahri Djamarrah menegaskan, skorsing tak ada sangkut-paut dengan aksi mahasiswa. Skorsing dijatuhkan karena Gusti menunjukkan sikap "tidak berakhlak". Mengacung-acungkan jari ke muka dekan Prof Juairiah.

Gusti pun mengaku khilaf. "Saya emosi. Saya mengakui kejadian itu. Menunjuk-nunjuk muka dekan sembari menyatakan beliau tak beradab. Saya memohon maaf," ungkap Gusti.

Butuh waktu sepekan untuk merembukkan nasib Gusti. Dalam kurun waktu itu, Gusti sempat ditawari pindah kuliah oleh rektorat. Dia menolak.

"Saya berkali-kali ditawari pindah kuliah. Sampai lulus, saya ingin tetap kuliah di sini," tegasnya.

Pemuda 20 tahun itu meminta insiden ini dijadikan pelajaran. Kampus tidak boleh menutup ruang dialog. Hingga mahasiswa terpaksa berdemo.

"Saya berjanji akan tetap bersikap kritis. Dan kampus sebaiknya jangan fobia atas kritik," ujarnya.

Terkait magang kerja di fakultas, Gusti bersedia. Selama tak mengganggu jam kuliahnya.

"Tak mungkin saya menolak. Apalagi yang meminta pak rektor langsung," tukas warga Martapura itu.

Sementara itu, Wakil Rektor I, Hamdan mengharapkan ini merupakan pertemuan terakhir.

"Setelah bulan-bulan yang panjang, masalah ini berakhir dengan manis. Jika ada masalah, utamakan pendekatan dari hati ke hati. Ambil hikmahnya," pesannya.

Pertemuan diakhiri dengan penandatanganan berita acara yang berisi poin-poin kesepakatan. Gusti mencium tangan Juairiah, lalu berpelukan dengan Djamarrah. Sebagai tanda kedua belah pihak telah menempuh jalan islah.

Koordinator Aliansi Mahasiswa UIN Antasari Bersatu, Zainul Muslihin ikut menyaksikan momen perdamaian itu. Dia berharap, kasus Gusti bisa menjadi pelajaran bagi semua mahasiswa di Kalsel. Bukan cuma bagi mahasiswa UIN.

"Ada puluhan ribu mahasiswa di Kalsel. Tapi cuma segelintir yang berani bersuara. Mereka harus dipandang sebagai aset. Bukan sebagai biang masalah," tegasnya.

Mahasiswa Fakultas Syariah ini menilai, kampus terlampau berlebihan dalam menghadapi mahasiswa atau organisasi kritis.

"Yang harus dikhawatirkan kampus adalah mahasiswa yang cuma kuliah, pulang dan kuliah," imbuhnya.

Selama kasus Gusti bergulir, aliansi setia mengadvokasi. Tuntutan mereka tersisa satu. FTK diminta membantu membersihkan nama Gusti.

Rupanya, skorsing Gusti telah membuat opini masyarakat kampus terbelah. Ada yang mendukung, adapula yang mencibir.

"Banyak suara-suara miring tentang Gusti. Yang isinya justru tak sesuai fakta. Kami meminta fakultas membantu mengklarifikasi. Minimal melalui akun Instagram resmi FTK," pungkas Zainul. (fud)


BACA JUGA

Kamis, 21 Februari 2019 16:08

30 Persen Dana Kelurahan Dialokasikan Untuk Menekan Pengangguran

BANJARBARU - Di kelurahan Cempaka Banjarbaru. Angka pengangguran masih tinggi.…

Kamis, 21 Februari 2019 16:05

Surat Suara Pileg dan Pilpres di Tapin Akhirnya Datang

RANTAU - Surat suara untuk pelaksanaan pemilihan presiden (Pilpres) dan…

Kamis, 21 Februari 2019 14:00

HSS Sudah Cetak 30.615 Keping Kartu Identitas Anak

KANDANGAN – Sampai Februari 2019 Diksdukcapil Kabupaten Hulu Sungai Selatan…

Kamis, 21 Februari 2019 13:48

AWASI...! Dana Kelurahan Harus Digunakan untuk ini

BANJARBARU - Dana Kelurahan dari pusat sebesar Rp.371.000.000 akan diterima…

Kamis, 21 Februari 2019 13:45
BREAKING NEWS

Di Banjarbaru Ada Segini Kotak Suara yang Rusak

BANJARBARU - Sebanyak 3615 Kotak Suara untuk Pemilu 2019 telah…

Kamis, 21 Februari 2019 12:45

Dana Berharap Pengelolaan Geopark Meratus Turut Melibatkan Warga Adat

Ditetapkannya kawasan Gunung Meratus sebagai geopark nasional disambut baik kademangan…

Kamis, 21 Februari 2019 12:40

Pemprov Kalsel Segera Meluncurkan Geopark Meratus

Tak lama lagi Pemprov Kalsel meluncurkan Geopark Meratus. Dari  36…

Kamis, 21 Februari 2019 12:35

LOWONGAN...! Hanya 71 Pelamar Mendaftar Rekrutmen P3K di HSS

KANDANGAN – Sampai batas akhir pendaftaran perekrutan 100 formasi Rekrutmen…

Kamis, 21 Februari 2019 11:59

Paman Birin Berikan Kejutan Hadiah Tiket Umrah

BANJARBARU - Gelaran Silaturahmi PGRI di Gedung Idham Chalid, Rabu…

Kamis, 21 Februari 2019 11:47

MIRIS..! 2018 Ada 214 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kalsel

BANJARMASIN - Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Banua…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*