MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Jumat, 15 Februari 2019 09:41
Terhalang Status, Pemko Belum Bisa Tangani Perbaikan Murung Selong
BERBAHAYA: Pemko tak bisa menangani kawasan ini karena terkendala status tata ruang. Mulai tahun ini PUPR Banjarmasin akan merevisi status RTH menjadi permukiman.

PROKAL.CO, BANJARMASIN – Berada jauh di pinggiran Kota Banjarmasin, seperti dianaktirikan. Padahal ada sekitar 300 KK yang tinggal di Kampung Murung Selong, Kelurahan Sungai Lulut, Kecamatan Banjarmasin Timur.

Kampung ini cukup unik, masih mempertahankan budaya Banjar. Maklum, berada di bantaran Sungai Martapura.

Sayangnya, akses warga jauh dari harapan. Jalannya masih berupa titian kayu ulin. Lebarnya pun tak lebih dari 3 meter. Tak ada pagar pengaman.

Di sepanjang jalan titian yang mencapai 1 Km, tak ada tiang listrik. Bisa dibayangkan jika dilalui pada malam hari. Siang hari saja, melintasi jembatan ini perlu keahlian khusus.

Belum lagi jika cuaca hujan. Titian menjadi licin. Bahkan tak jarang ada warga yang terjatuh. Selain banyak yang berlubang, kondisi titian juga bergoyang ketika dilalui. Soal penanganan, sampai saat ini Pemko tak bisa berbuat banyak.

Perbaikan bagian titian pernah dilakukan oleh Perum Bulog Kalsel tahun lalu. Namun, hanya sepanjang 400 meter. Pemko bukannya lepas tangan. Rupanya penanganan kawasan ini terhalang status.

Murung Selong ternyata masih berstatus Ruang Terbuka Hijau (RTH). Lain hal statusnya sudah menjadi permukiman. Sementara kawasan ini sejak lama merupakan kawasan pertanian dan perkebunan.

Selain dua itu, mata pencaharian warganya juga sebagai nelayan sungai Martapura.

“Kami tak tahu, kenapa dibiarkan begini saja jalanan kami. Apakah keberadaannya jauh dari kota dan berada di perbatasan dengan Kabupaten Banjar,” keluh Amat warga sekitar.

Amat bukannya iri dengan Kampung Hijau di kawasan Sungai Bilu. Namun, Amat menyebut kawasan Murung Selong lebih berpotensi sebagai kawasan wisata. Soalnya, untuk menuju tempat wisata Pasar Terapung Lok Baintan, pengunjung pasti melalui kawasan ini.

“Kami khawatir jembatan ini runtuh di tengah-tengahnya. Tak bisa dibayangkan bagaimana warga beraktivitas,” cecarnya.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Banjarmasin, Ahmad Fanani Saifuddin mengungkapkan belum bisanya kawasan ini ditangani karena status kawasan tadi. Masih berstatus RTH.

Meski demikian, pihaknya tak lepas tangan. Kawasan ini sebut Fanani akan dikuningkan sehingga tak hijau lagi. Salah satu upaya adalah bersama Dinas PUPR Banjarmasin sedang menggodok Perda RTRW di kawasan tersebut.

“Memang kendalanya di status kawasan. Ini yang sedang kami godok agar bisa ditangani,” terang Fanani.

Dinas PUPR Banjarmasin memantau langsung kondisi kawasan ini kemarin. Kepala Dinas PUPR Banjarmasin, Arifin Noor menggelengkan kepala setelah melihat secara langsung.

“Tak ada PJU, jembatannya bergoyang-goyang,” ungkapnya.

Arifin tak menyangka bagaimana bisa warga di sana bertahan dengan kondisi akses saat ini. Yang tak ada penerang jalan.

“Ini harus ditangani cepat. Tak ada lagi alasan berlarut-larut,” tegasnya.

Melihat kondisi titian, Arifin menuturkan bisa diganti dengan model beton permanen. Supaya kenyamanan dan keamanan warga akan terpenuhi.

“Kawasan ini akan kami kuningkan, sehingga tak lagi statusnya RTH,” janji mantan Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kalsel itu.

Dia sudah memperkirakan biaya yang akan dikeluarkan untuk mengganti titian ini. Arifin menyebut anggarannya mencapai Rp1,5 miliar. “Semoga tahun ini revisi Perda RTRW kawasan ini selesai. Supaya tahun depan sudah mulai dikerjaan,” ucapnya.

Berbicara penanganan sementara, dia berjanji akan mencari perusahaan swasta yang akan membantu melalui dana CSR.

“Ini yang kami upayakan dalam waktu dekat,” tuntasnya.(mof/at/dye)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Maret 2019 10:33

Baru Maret, Banjarmasin Sudah Dapat 300 Aduan

BANJARMASIN – Persoalan infrastruktur menjadi yang tertinggi. Masuk ke aplikasi…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:24

Gerindra Banjarmasin Bantah Kabar Rencana Kampanye Prabowo di Banua

BANJARMASIN – Koordinator Wilayah Kota Banjarmasin Badan Pemenangan Partai Gerindra,…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:19

Kapolda Kalsel: Masyarakat Diteror Politik Identitas dan Hoax

BANJARMASIN - Kapolda Kalsel, Irjen Pol Yazid Fanani menyebut kebangkitan…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:12

Eh, Kok Bisa Empat Parpol ini Dicoret KPU?

BANJARMASIN - Gara-gara tidak menyerahkan Laporan Awal Dana Kampanye (LADK),…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:03

Satu Bangunan Ganggu Pembangunan Jembatan Alalak

BANJARMASIN - Pekerjaan Jembatan Alalak I sementara hanya dapat dilakukan…

Sabtu, 23 Maret 2019 09:55

Sosialisasi Pemilu Melalui Musik

BANJARMASIN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalsel gelar Lomba…

Sabtu, 23 Maret 2019 09:45
Pemkab Tanah Bumbu

Desa Sari Utama Wakil Sungai Loban

BATULICIN - Desa Sari Utama mewakili Kecamatan Sungai Loban dalam…

Sabtu, 23 Maret 2019 09:38
Pemkab Tanah Bumbu

Seribu Bibit Pohon Ditanam di Mantewe Tanbu

BATULICIN - Sebanyak seribu bibit pohon ditanam dalam rangka peringatan…

Sabtu, 23 Maret 2019 09:21
Pemko Banjarbaru

Ratusan Anak PAUD Belajar Jadi Rescuer

BANJARBARU  - Ratusan anak PAUD Ulumul Qur'an Al Madani mendapatkan…

Sabtu, 23 Maret 2019 09:02

8.413 Pelamar ULM Jalur SNMPTN Rontok

BANJARMASIN - Universitas Lambung Mangkurat mengumumkan hasil penerimaan calon mahasiswa…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*