MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 22 Februari 2019 10:12
Kamu Harus Tahu!! Sejarah Arak-arakan Naga di Ulu Benteng
KESURUPAN: Warga mengangkat naga yang dinaikin penganten bisa kesurupan.

PROKAL.CO, Tak peduli tua-muda, kaya-miskin, tradisi baarak penganten di Ulu Benteng, Marabahan, masih menggunakan tradisi lama. Para penganten diarak keliling kampung menggunakan naga.

-----------------------------------------------

AHMAD MUBARAK, Marabahan

-----------------------------------------------

Bagi kalian yang ingin mempersunting warga Ulu Benteng, siap-siap diarak keliling kampung menggunakan naga. Naga?

Naga yang digunakan untuk baarak penganten di Ulu Benteng adalah rangkaian kayu dan bambu yang dihiasi berbagai kain untuk membentuk naga.

Untuk membuat naga, sangat mudah bagi warga setempat. Warga Ulu Benteng sangat ahli untuk membuat naga. Yang dibuat hanya badan naga. Sedangkan bagian kepala dipinjam kepada pemiliknya.

Arak-arakan menggunakan naga, biasanya diiringi dengan tabuhan hadrah. Naga yang diarak bersama penganten ditopang puluhan warga. Warga secara bersama-sama mengangkat naga sepanjang jalan.

Saat diarak warga inilah, penganten yang menaiki naga harus siap mental dan tenaga yang ekstra. Pasalnya warga yang mengikat naga, bisa kesurupan menggoyang-goyangkan naga secara brutal. Bahkan tidak jarang penganten hampir terjatuh dari tempat duduknya.

Ada lelucon yang umum di sana. Karena kerasnya menggoyang naga, tidak jarang malam pertama, penganten harus ke tukang urut, karena sakit pinggang.

"Saat diarak harus pegangan yang kuat, naga seperti odong-odong tetapi dengan gerakan yang brutal," ujar Randi, warga Ulu Benteng yang pernah diarak menggunakan naga.

Randi menambahkan tidak bisa menolak keinginan orang tuanya untuk bearak penganten menggunakan naga. Semua warga di Ulu Benteng juga sama.

"Namanya sudah menjadi tradisi, pasti sudah melekat di masyarakat," ujarnya.

Masih eksisnya baarak naga membuat penulis penasaran asal usul naga ini. Penulis mencoba menemui pemilik kepala naga di Ulu Benteng.

Kepala naga ini di miliki Mastoni (80),wanita tetua masyarakat Ulu Benteng RT10 Kelurahan Marabahan. Mastoni menceritakan asal usul tradisi baarak naga.

Menurut Mastoni, tradisi baarak penganten menggunakan naga sudah sekitar 100 tahun yang lalu. Bahkan sebelum dirinya lahir di dunia.

"Naga ini sudah digunakan untuk arak-arakan penganten sejak jaman ibu saya dulu sekitar 100 tahun yang lalu."

Mastoni mengungkapkan naga pertama kali di perkenalkan oleh mendiang mertuanya. Karena ibu mertuanya sering diganggu sesosok naga. Sehingga dibuat kepala naga yang dijadikan sebagai arak-arakan penganten.

"Mendiang ibu mertua sering saat mandi di jamban, merasa diselimuti naga, sepintas terlihat sepintas tidak," ceritanya yang mengatakan mertua lelakinya yang pertama membuat dengan maksud mengusir gangguan itu, sebelum kemudian tradisi membuat kepala naga diteruskan mendiang suaminya.

Berkaitan dengan kepala naga yang ada sekarang, Mastoni mengungkapkan naga yang ada sekarang merupakan generasi ketiga.

Pembuatan kepala naga diiringi ritual. Kayu yang dijadikan untuk kepala naga didapatkan mengapung di Ttitian jamban.

Bahkan menurut cerita Mastoni, saat mengukir kayu menjadi kepala naga, suaminya hanya asal-asalan. Bahkan tidak ada contoh kepala naga atau kebiasaan mengukir naga. Sosok seperti naga selalu ada di benak dan pikirannya.

Diakhir cerita, Mastoni menceritakan, almarhum suaminya berpesan agar kepala naga disimpan dan di rawat. Serta tidak meminta bayaran untuk peminjaman kepala naga.

"Mereka yang meminjam kepala naga untuk arak-arakan penganten tidak dipungut biaya, "ujarnya yang mengaku sebagian pemberian masyarakat yang menggunakan kepala naga diteruskan ke masjid.

Kepala naga yang dimiliki Mastoni sempat ingin dimiliki Museum Lambung Mangkurat.

"Sudah beberapa kali dinas terkait ingin memiliki naga ini, untuk diarsipkan," ujarnya yang terpaksa menolak karena kepala naga hanya ada satu dan masih di gunakan warga.(mr-152/by/ran)


BACA JUGA

Rabu, 19 Juni 2019 11:28
Judinor, Petani Hortikultura yang Mengubah Lahan Pertanian Menjadi Objek Wisata

Awalnya Tak Seberapa, Sekarang Bisa Pekerjakan 12 Pemuda Desa

Apa yang dilakukan Judinor mungkin bisa ditiru. Petani kelahiran 1975…

Selasa, 18 Juni 2019 12:27
Melihat Penerapan Aturan Baru bagi Ojek Online

Lebih Aman, Penumpang Tidak Was-was

Peraturan Menteri Perhubungan No 118/2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus…

Senin, 17 Juni 2019 10:54

Menengok Kegiatan Persatuan Sopir Truk di Banua

Sopir truk di Banua punya komunitas untuk wadah bersilaturahmi. Namanya,…

Minggu, 16 Juni 2019 09:11

Melihat dari Dekat Program Mengubah Rawa Jadi Lahan Pertanian

Memiliki banyak daerah rawa yang ganggur menjadi berkah tersendiri. Kalsel…

Rabu, 12 Juni 2019 12:00
Suka-Duka Sipir Muda Wanita di Dalam Lembaga Pemasyarakatan

Para Perempuan Ini Kerap jadi Tempat Napi Curhat

Tak mudah kerja di penjara. Apalagi bagi kaum hawa. Banyak…

Selasa, 11 Juni 2019 17:00
Inilah Panta, Minuman Kebanggaan Generasi 80-an

Panta 'Legend' Kini Cuma Diolah Berdasarkan Pesanan

Panta sebenarnya minuman tradisional. Pada masanya, usaha rumahan pembuatan Panta…

Selasa, 11 Juni 2019 10:27
Melihat Dari Dekat Sisa Banjir Bandang Pulau Laut

Nyawa Hampir Melayang, Embung Kering Mendadak

Sabtu pagi itu Fatimah baru saja usai selamatan. Barang-barang berserakan.…

Senin, 10 Juni 2019 17:45
Sarjana Pendamping Desa Sulap Rumah Pribadi untuk Objek Foto Selfie

Buka Setiap Hari, Mau Foto Harus Janjian Dulu

Ide sarjana pendamping desa (Samping Desa) di Kabupaten Hulu Sungai…

Senin, 03 Juni 2019 11:25
Ketua MUI Banjar KH Fadlan Asyari Bercerita Momen-Momen Istimewa Sewaktu Merawat Guru Sekumpul di Surabaya

Terharu Saksikan Kesabaran Guru Hadapi Penyakit

Ketua MUI Banjar KH Fadlan Asy’ari masih bersepupu dengan KH…

Senin, 03 Juni 2019 09:26
Jadi Orang Tua Asuh Sehari ala IBC

Belikan Baju Lebaran

Pernah kah terbayangkan menjadi orang tua asuh dalam sehari saja?…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*