MANAGED BY:
RABU
24 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 28 Februari 2019 10:12
Pasar Cashless? Pemko Sih Yes, Tapi Pedagang Kebingungan
MASIH TRADISIONAL: Salah seorang pedagang sayur dan sembako di Pasar Bauntung Banjarbaru merapikan dagangannya. Sebanyak 500 Pasar Tradisional di Indonesia diwacanakan Pemerintah Pusat akan digitalisasi dengan konsep transaksi modern. Kota Banjarbaru sendiri belum diketahui statusnya terkait wacana tersebut. (MUHAMMAD RIFANI/RADAR BANJARMASIN)

PROKAL.CO, BANJARBARU - Beberapa waktu lalu. Pemerintah pusat melalui Kominfo RI mewacanakan bakal mendigitalisasi sebanyak 500 pasar tradisional pada tahun 2019 ini.

Konsepnya, jual beli di pasar tak perlu lagi repot menggunakan uang tunai untuk transaksi, karena semua sudah bisa serba online. Misalnya penggunaan QR-Code.

Terkait ini, Radar Banjarmasin mencoba mengkonfirmasi ke Pemerintah Kota Banjarbaru. Apakah Kota Idaman masuk dalam project tersebut atau tidak.

Kepala Dinas Kominfo Banjarbaru, Johan Arifin mengatakan pihaknya memang sudah mengetahuinya perihal wacana tersebut. Dan di forum komunikasi Dinas Kominfo se-Indonesia katanya juga jadi perbincangan.

Namun, Johan menjawab untuk kepastian apakah Pasar di Banjarbaru termasuk dalam 500 pasar tersebut. Dirinya masih belum mendapat arahan.

"Penentuan daerah mana saja belum ada sosialisasi. Nah kita masuk atau tidak belum tahu. Tapi kalau kemungkinan sepertinya ada," jawab Johan.

Kemungkinan tersebut ucapnya dilihat dari keinginan Pemko yang akan merelokasi Pasar Bauntung ke lokasi baru. Bukan hanya di tempat yang anyar. Namun disebutnya juga akan menerapkan konsep pasar Tradisional Modern.

"Konsepnya kan nanti Tradisional Modern. Jadi dari aktivitas serta transaksi pembayaran mungkin arahnya ke cashless. Nah jadi tidak perlu membawa uang fisik untuk berbelanja, jadi bisa memudahkan pedagang dan pembeli," paparnya.

Selain disinggungkan dengan proses relokasi dan pembangunan pasar berkonsep tradisional modern.

Johan turut menyebut wacana pemerintah pusat juga berkorelasi dengan konsep smart city yang digodok Pemko Banjarbaru. Lantaran wacana tersebut masuk di dimensi smart ekonomi yang masuk dalam konsep Smart City.

"Wacana ini masuk dalam dimensi smart ekonomi, bahwa untuk mendorong transaksi pembayaran masyarakat tidak harus menggunakan uang fisik. Yang pasti saat ini kita masih menunggu instruksi pusat, kalau memang masuk, kita pasti siap," bebernya.

Lantas bagaimana tanggapan pedagang di pasar tradisional di Kota Idaman? Wacana digitalisasi pasar ini rupanya tak sedikit para pedagang yang belum begitu mengerti.

Misalnya adalah Mama Ida. Pedagang ikan dan sembako di Pasar Bauntung ini mengaku sangat asing dengan konsep tersebut.

"Baru dengar infonya. Sepertinya harus pakai handphone canggih," jawabnya.

Mama Ida sendiri masih menggunakan handphone jadul. Tidak ada fitur internet. Cuman bisa menelepon dan pesan singkat. Makanya ia sebagai pedagang tradisional belum begitu mengerti soal konsep ini.

"Jadi seperti di bank atau mal ya. Kalau kita setuju saja. Asal tidak merugikan dan membuat ribet. Kalau bisa pemerintah mengajari atau membimbing juga," pesannya.

Kekhawatiran senada juga disampaikan Maskur. Pedagang sayur dan buah ini mengaku cukup terkejut dengan wacana tersebut.

"Kalau diresmikan dalam waktu dekat sepertinya akan sulit kita pahami," katanya.

Meskipun sudah memiliki smartphone. Maskur tetap merasa kawatir kalau proses jual beli jadi ribet. Lantaran katanya pembelinya banyak ibu-ibu dan usianya cukup berumur.

"Kalau yang berbelanja anak muda mungkin cepat paham. Nah kenyataannya pembeli saya banyak ibu-ibu," ceritanya.

Ditambahkannya, soal konsep bagaimana pengambilan hasil jualan juga membuatnya bingung.

"Takutnya pengambilannya harus di nominal tertentu. Atau juga nanti dikenakan potongan seperti di perbankan," ujarnya.

Walau ada respons yang bernada kontra. Anggi, Salah satu pembeli yang diwawancarai Radar Banjarmasin menyambut baik wacana ini.

"Bagus wacananya. Kita jadi tidak repot dan harus membawa uang fisik. Aman dari tindak pencurian atau tercecer. Tapi saran saya, harus matang-matang konsepnya dan jangan tergesa-gesa," kata warga Kemuning ini.

Terkait adanya respons minor dari sebagian pedagang. Kadis Kominfo mengakui hal tersebut wajar. Sebab katanya memang jikalau wacana ini menyentuh Kota Banjarbaru. Maka harus dilakukan step by step.

"Ini kan masih wacana. Kita tidak tahu Kalsel masuk atau tidak, khususnya Banjarbaru. Namun yang pasti jikalau memang masuk, tentu akan dilakukan sosialisasi dan edukasi. Tidak hanya pedagang, tapi juga pembeli. Bagaimana kemudahan dan keuntungan dalam transaksi ini," pungkasnya. (rvn/ij/bin)


BACA JUGA

Rabu, 24 April 2019 15:53
Pemkab Balangan

Peringati Hari Bumi, Tanam Pohon Bersama

PARINGIN - Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Lingkungan Hidup, helat…

Rabu, 24 April 2019 15:14

Pemungutan Suara Ulang di TPS 3 Haratai: 27 April

KANDANGAN – Setelah mengkaji usulan Bawaslu Hulu Sungai Selatan (HSS)…

Rabu, 24 April 2019 12:40
BREAKING NEWS

Kelelahan, Caleg di Tanah Laut Meninggal Dunia.

PELAIHARI-Tidak hanya anggota KPPS dan Aparat Kepolisian yang kehilangan nyawa…

Rabu, 24 April 2019 11:07

Rekapitulasi Landasan Ulin dan Cempaka Lancar

Sementara itu, dua PPK lainnya yakni; Landasan Ulin & Cempaka.…

Rabu, 24 April 2019 11:03
Dinamika Proses Rekapitulasi Suara Tingkat Kecamatan

Tak Cocok, Terpaksa Hitung Ulang di PPK

BANJARBARU - Hampir sepekan pasca hari H pencoblosan pada 17…

Rabu, 24 April 2019 09:43

Terhitung Ganda, Surat Suara TPS 37 Banjarmasin Barat Dihitung Ulang

BANJARMASIN - Petugas rekapitulasi C1 di Kantor Kecamatan Banjarmasin Barat…

Rabu, 24 April 2019 09:41

Berapa sih Tagihan Penerang Jalan Umum Banjarmasin Perbulannya? Rp1,7 Miliar !

BANJARMASIN – Untuk menerangani ruas jalan di kota ini, ongkosnya…

Rabu, 24 April 2019 09:36

Golkar Diprediksi Kehilangan Dua Kursi

BANJARMASIN – Perhitungan perolehan suara pileg kota ini masih berlangsung…

Rabu, 24 April 2019 09:31
Pemkab Tanah Bumbu

BPD Sukamaju Dilantik

BATULICIN - Dinas Pemberdayaan masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Tanah…

Rabu, 24 April 2019 09:30
Pemkab Tanah Bumbu

Pimpinan SKPD Harus Jadi Motivator

BATULICIN - Pimpinan SKPD harus mampu menjadi motivator atau pendorong…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*