MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Kamis, 28 Februari 2019 10:43
Terminal Catur Minggu Raya Lahirkan Master Internasional
SERIUS: Puluhan lelaki serius bermain catur di Terminal Catur Minggu Raya (MGR), Banjarbaru kemarin.

PROKAL.CO, Terminal biasanya identik dengan tempat pemberhentian angkutan umum. Namun Terminal Catur Minggu Raya (MGR) bukan seperti itu. Ini adah masyarakat untuk menikmati olahraga catur.

--------------------------------------

SUTRISNO, Banjarbaru

--------------------------------------

Suara musik dangdut mendayu-dayu. Puluhan lelaki tampak duduk saling berhadapan di atas bangku panjang. Dengan kening mengkerut-kerut, mereka secara bergantian memindahkan buah catur yang tersusun di atas papan persegi yang ada di hadapannya.

Sesekali terdengar teriak gembira dan gelak tawa, ketika salah satu dari mereka berhasil mengalahkan lawannya dalam permainan catur.

Begitulah suasana di Terminal Catur Minggu Raya (MGR) dekat Kolam Renang Idaman, Rabu (27/2) kemarin.

Ketua Klub Catur MGR, H Samsir Alam mengatakan, terminal catur setiap harinya tak pernah sepi. Selalu dijejali oleh puluhan penikmat catur, sejak pagi sampai malam.

"Orang yang main ke sini bukan hanya dari Banjarbaru. Tapi ada juga dari Banjarmasin dan Martapura," katanya.

Dia mengungkapkan, aktivitas main catur di kawasan itu sebenarnya sudah ada sejak 12 tahun yang lalu. Namun, awalnya hanya berlokasi di warung-warung.

"Karena semakin banyak yang main, saya pun berinisiatif untuk membuat tempat khusus main catur di tempat ini. Saat itu ukurannya hanya 2x6 meter," ungkapnya.

Lanjutnya, lantaran bangunan terbuat dari kayu, dua tahun berselang tempat itu kemudian rusak dan tak bisa lagi digunakan.

"Karena rusak, kami lalu membangunnya lagi dengan wujud seperti sekarang ini. Lebih besar dan mampu menampung 30 lebih papan catur," ucapnya.

Dia menyebut, ada dua tokoh Banjarbaru yang ikut menyumbang untuk membangun Terminal Catur MGR.

Yakni, Almarhum Dewa Pahuluan alias Fitri Zamzam yang ketika itu menjabat sebagai Presiden Komunitas MGR. Dan mantan Wakil Walikota Banjarbaru, Ogi Fazar Nuzuli.

"Dari mereka kami mendapatkan dana Rp15 juta. Kekurangannya, saya yang menambah," paparnya.

Sampai sekarang, pria yang mengaku sebagai penggemar catur itu masih memfasilitasi semua keperluan yang ada di terminal.

"Saya yang bayar listrik dan memberi perlengkapan catur. Karena saya hobi catur, jadi ada kepuasan tersendiri bisa memfasilitasi masyarakat main catur," katanya.

Lalu kenapa tempat itu disebut terminal? Mantan atlet catur pada tahun 90-an ini menjelaskan, karena lokasi tersebut disediakan sebagai tempat persinggahan untuk masyarakat.

"Kalau lelah atau ingin beristirahat masyarakat boleh singgah ke sini. Untuk sekadar duduk atau ikut main catur," ungkapnya.

Meski hanya jadi tempat persinggahan dan lokasi nongkrong, Samsir menuturkan bahwa Terminal Catur MGR sudah banyak melahirkan atlet cabang olahraga catur.

"Atlet yang mewakili Kota Banjarbaru di Kejuaraan Daerah banyak dari sini. Bahkan, atlet sini pernah mewakili Kalsel di Kejurnas," tuturnya.

Dia menambahkan, saat ini masih ada 20 lebih atlet yang berada di bawah binaan mereka. Salah satunya, Miftahul Huda yang sudah meraih gelar Master Internasional.

"Percasi se-Kalimantan, hanya dia yang bergelar Master Internasional," tambahnya.

Sementara itu, Hadi salah seorang warga yang sedang bermain catur mengaku senang nongkrong di Terminal Catur MGR untuk menghibur diri.

"Setiap hari saya ke sini. Kadang, lebih banyak di sini daripada di rumah," ungkapnya.

Warga Guntung Payung, Banjarbaru ini menyampaikan, di terminal catur seseorang bisa mendapatkan banyak teman. Sebab, di sana selalu ada orang baru yang datang.

"Mereka yang main ini awalnya kadang tidak kenal, setelah itu kenal usai jadi lawan main catur," pungkasnya. (ris/ay/ran)


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 14:22

Kesempatan untuk Belajar Jadi Minoritas

Sulit menjawab pertanyaan siapa sebenarnya orang asli Singapura. Negara itu…

Selasa, 19 Maret 2019 15:20

Jalan 17 Ribu Langkah Sehari, Makan Nasi Lemak Tiap Hari

Selama perjalanan di Singapura bersama Chairman Kaltim Post Group (KPG)…

Senin, 18 Maret 2019 10:37

Menikmati Air Minum ‘Termahal’

Meskipun sudah berulang kali ke Singapura, jalan-jalan kali ini cukup…

Minggu, 17 Maret 2019 10:18
Aulia Aziza

Meneliti Seks dalam Bahasa Tutur Masyarakat Banjar

BANJARMASIN -- Di bawah atap rumah orang Banjar, seks adalah…

Sabtu, 16 Maret 2019 11:45

Cincin Talipuk Acil Rida di Pasar Induk Amuntai, Sering DIbawa Sampai Makkah

Cinta atau kue cincin talipuk, kue unik yang terbuat dari…

Jumat, 15 Maret 2019 10:59

Padi Raksasa Milik Aliansyah di HST

Petani Indonesia Menggugat (PIM), bukanlah nama sebuah organisasi aktivis. Ini…

Selasa, 12 Maret 2019 11:57

Ke Bukit Mangkun HST, Medan Berat Terbayar Indah Pemandangan dan Anggrek Liar

Radar Banjarmasin mengikuti para pegiat alam ke Bukit Mangkun. Inilah…

Senin, 11 Maret 2019 09:56

Masih Jomblo, Si Cantik Ini Malah Berasa Sudah Punya Anak

Priskila Dwi Utami, paling senang dipanggil Kila. Usianya 25 tahun.…

Senin, 11 Maret 2019 09:03

Ziarah Sekumpul, Ziarah Cinta

Haul Guru Sekumpul tidak mungkin pernah ada jika tak pernah…

Jumat, 08 Maret 2019 10:32

Masih Bocah, Tiga Bersaudara Ini Keliling Jualan Kerupuk

Masih bocah, tiga bersaudara ini malah ikut memikirkan kebutuhan hidup…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*