MANAGED BY:
JUMAT
21 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 09 Maret 2019 11:33
Mobil Langsiran Terbakar di Bundaran Banjarbaru, Kasusnya Tak Lagi Diproses

Anggap Pemilik Sudah Cukup Menderita dan Malu

KASUS DITUTUP: Minibus Daihatsu Xenia saat terbakar di Bundaran Simpang Empat Banjarbaru, Kamis (7/3) sore. Meski diketahui punya tangki modifikasi untuk melangsir BBM, namun pihak kepolisian tak mengusutnya.

PROKAL.CO, BANJBANJARBARU - Bundaran Simpang Empat Banjarbaru, Kamis (7/3) sore dihebohkan dengan kejadian terbakarnya satu unit mobil. Usut punya usut, minibus Daihatsu Xenia yang meledak sebelum dilalap api itu ternyata diduga mobil langsiran bahan bakar minyak (BBM).

Dugaan itu muncul, ketika masyarakat dan petugas kepolisian melakukan pengecekan usai api berhasil dipadamkan. Ternyata, tangki mobil itu dimodifikasi agar dapat memuat BBM lebih banyak.

Ironisnya, tangki tambahan itulah yang disinyalir menjadi penyebab terbakarnya mobil berwarna silver tersebut. "Iya dugaan meledak sebelum terbakar, api diduga berasal dari belakang sopir. Di lihat ada tangki tambahan," ungkap anggota Banjarbaru Rescue, Zaini.

Akibat kejadian itu, pengemudi mobil yang diketahui bernama Arifianto (40), warga Martapura Kota, Kabupaten Banjar harus dilarikan ke RS Ratu Zalecha Martapura. Karena, mengalami luka bakar pada kedua belah telapak tangannya. Serta bagian dada kanan, dada kiri dan leher belakang.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya melalui Kasat Reskrim AKP Aryansyah mengatakan, Jumat (8/3) kemarin korban masih dirawat di RS. "Selain mengalami luka bakar, korban juga trauma," katanya.

Terkait dugaan mobil digunakan untuk melangsir BBM, dia membenarkannya. Namun, pihaknya belum punya rencana untuk mengusut dan memprosesnya ke jalur hukum. "Dia memang mengaku mobil digunakan untuk membawa bensin. Lalu dijual eceran. Tapi, tidak kami proses," ujarnya.

Kenapa tak diproses? Menurutnya, kerugian yang dialami pengemudi sekaligus pemilik mobil tersebut sudah cukup membuatnya menderita dan malu. "Dia sudah menerima hukum sosial," ucapnya.

Selain itu, Aryansyah menyampaikan, untuk mengusutnya ke proses hukum juga agak susah. Sebab, mobil ditemukan dalam kondisi terbakar. Sehingga, tak ada bukti bahwa mobil itu membawa BBM dalam jumlah banyak. "Seandainya mobil kami temukan sebelum terbakar dan membawa BBM, pasti pengemudinya langsung kami tahan. Lalu, diproses hukum," paparnya.

Disinggung soal antisipasi dan tindakan yang sudah dilakukan untuk mencegah aksi pelangsiran, dia menegaskan pihaknya rutin melakukan patroli di sejumlah SPBU. Apalagi saat menjelang Haul Guru Sekumpul saat ini. Kami harus memastikan ketersediaan BBM di SPBU cukup dan tidak ada yang kosong," pungkasnya. (ris/ema)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*