MANAGED BY:
SABTU
25 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 11 Maret 2019 09:03
Ziarah Sekumpul, Ziarah Cinta
KHUSUK: Suasana Haul Guru Sekumpul di dalam Musala Arraudah, Sekumpul, Martapura. Peringatan haul dipimpin dua putra Guru Sekumpul dan dihadiri para ulama dan pejabat Kalsel. FOTO: MUHAMMAD AMIN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Haul Guru Sekumpul tidak mungkin pernah ada jika tak pernah ada KH Zaini Abdul Ghani, guru yang selama hidupnya mengajarkan arti penting memberi dengan ikhlas tanpa pamrih apapun kecuali rida dari Tuhan yang maha pengasih dan penyayang, dan para pencintanya yang setia.Sepanjang jalan dakwahnya, ia dan jamaahnya tak luput dari celaan dan fitnah para pembencinya.

Namun, jalan cinta yang ia pilih terus ia perjuangkan dengan penuh kelembutan dan kasih sayang. Ia dicintai jamaahnya karena ia mencintai jamaahnya. Ada banyak cerita yang berseliweran di lini masa media sosial komunitas pecintanya bahwa almarhum bukan hanya sumber pengetahuan keagamaan tetapi juga mediator spiritual yang membantu sebagian jamaah keluar dari masalah-masalah hidup mereka.

Salah satu metafor otentik untuk hubungan cinta kasih guru dan murid adalah air yang dibawa para jamaah. Air itu bening dan sangat situasional. Air penyembuh dan jalan keluar dari persoalan hidup adalah air yang bening, tenang, bergerak, sejuk, dan menumbuhkan segala hal yang baik.

Pertemuan cinta mereka dari waktu ke waktu berkembang dan berbiak menjadi lapisan-lapisan kerinduan yang tak mampu diucapkan, tapi cukup dilakukan dengan beragam cara yang bisa disaksikan setiap menjelang, saat, dan setelah haul. Cinta yang tak bisa ditakar dengan nilai tukar apapun.

Haul Guru Sekumpul menjadi katarsis bagi mereka yang percaya bahwa haul ini bisa untuk melepaskan kecintaan sesaat bagi segala hal yang sesat dan mencemaskan, kecintaan pada sesuatu yang masa hidupnya amat singkat. Para pecinta sekumpul ingin hadir dalam kerinduaan pada cinta yang paripurna, cinta yang terus hidup meski raga telah berkalang tanah. Cinta yang telah meluruhkan segala rupa cinta yang lain.

Dalam situasi kesukarelaan, Haul Sekumpul tak bisa memastikan bahwa semua yang hadir memang demi cinta pada sang Maha Pengasih dan Penyayang. Bukan pada kilatan cinta idolastik yang fana dan menggelikan. Cinta tidak dilahirkan sebagai denotasi sejati tetapi polisemi dengan ekor konteks yang sangat lentur. Ia bisa sangat konkret bagi seseorang, tapi juga sangat abstrak bagi orang lain. Hakikatnya tak bisa diunduh dari citra visual dan audial semata, tapi dari relung metafisikanya.

Dalam beragam wajah cinta yang mustahil diseragamkan, haul bisa jadi titik temu beragam cinta yang parsial dan sektarian agar mengakhiri segala pertikaian dengan menguatkan keyakikan bahwa yang paling utama dicintai adalah Allah dan rasulnya. Pesan ini selalu diulang-ulang dalam pengajian Guru Sekumpul.

Dalam beragam wajah cinta itu, hadir di haul Guru Sekumpul bisa berarti pembuktian tanda cinta, ingin mencari titik terkuat untuk mengkoneksikan doa kepada Tuhan, ingin mengalami sendiri suasana haul yang dibagi di berbagai media sosial, ingin mengalami manfaat dari emosi dan pendidikan dari tamasya religius, ingin berderma, mau meneguhkan identitas dan afiliasi etnis dan kultural, dan/atau ingin disembuhkan.

Begitulah cinta yang cenderung ajaib dan irasional. Ia bekerja di luar perhitungan untung-rugi, halal-haram. Dalam kerja cinta ini, Guru Sekumpul tidak diminta untuk dicintai tapi mengajak jamaahnya untuk mencintai Allah dan Rasul dengan membaca syair-syair maulid dengan syahdu. Energi cinta, yang diajarkan Tuan Guru semasa hidup, dihidupkan kembali setiap haul. Energi itulah yang mengisi kembali semangat hidup mereka untuk optimis menghadapi hidup yang penuh ironi dan kecemasan.

Para jamaah yang berhasil berhimpun dalam jamaah haul telah berhasil mengatasi segala kecemasan mereka. Pemerintah negeri ini harus melihat fakta ini bahwa haul tahunan Guru Sekumpul memerlukan infrastruktur jalan, sanitasi, tempat parkir yang baik.

Pemerintah provinsi dan kabupaten harus bisa memahami bahasa cinta ini karena bisa saja sebagian dari mereka yang datang dari jauh dan dekat ingin melihat bagaimana pemerintah di sekitar Sekumpul bekerja dengan cinta yang tulus dan ikhlas untuk mencintai warga Martapura pada khususnya dan Kalimantan pada umumnya.

Semoga menjelang haul tahun depan yang mungkin dihadiri oleh jamaah lebih banyak, jalan menuju Martapura diperlebar dan banyak jalur alternatif bagi masyarakat yang tak akan ke haul. Berilah jalan yang baik bagi beragam cinta.()

Ziarah Cinta
Oleh Sainul Hermawan
Pengajar di FKIP ULM


BACA JUGA

Jumat, 24 Mei 2019 09:11
Ustad Arifin Ilham, Ulama Kondang Asal Kalsel Berpulang

Ingin Dimakamkan di Gunung Sindur, Minta Dikubur Malam Jumat

Ustad Arifin Ilham berpulang semalam. Setelah sempat kritis selama satu…

Kamis, 23 Mei 2019 15:01
Mengikuti Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Lapas Banjarbaru

Berderai Air Mata, Ratusan Napi Teringat Keluarga

Ratusan napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Banjarbaru berkumpul.…

Kamis, 23 Mei 2019 09:48

Kisah Kerusuhan 23 Mei: Telepon Guru Sekumpul Bikin Karno Tenang

Peristiwa itu masih melekat kuat di ingatan H Karno. Pria…

Rabu, 22 Mei 2019 12:54
Berkunjung ke Eks Bangunan Rumah Sakit Paru dr H Andi Abdurrahman Noor di Batulicin

Tak Terawat, Mulai Jadi Sumber Cerita Angker

Eks bangunan rumah sakit Andi Abdurrahman Noor ini sudah tidak…

Senin, 20 Mei 2019 11:38
Tradisi Bapapai, Mandi di Malam Pertama bagi Trah Ulu Benteng

Yang Menghindari Tradisi ini Bisa Gila

Mau jadi penganten di Ulu Benteng, Batola harus siap mental.…

Minggu, 19 Mei 2019 10:22

Berbincang dengan Guru Haji Abul Hasan Desa Gadung Keramat Bakarangan

Desa Gadung Keramat Kecamatan Bakarangan dari dulu terkenal akan banyaknya…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:54
Melihat Tradisi “Tempur Meriam” di Hulu Sungai Tengah

Rayakan dengan Dentuman untuk Pupuk Kebersamaan

Setiap Ramadan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah selalu menjadi ajang pertempuran…

Jumat, 17 Mei 2019 11:38
Berbincang dengan Nelayan Tanjung Selayar di Musim Tenggara

Jangankan Baju Baru, Buat Makan Saja Susah

Angin tenggara berembus kencang. Pondok Ahmad di tepi pantai bergetar…

Kamis, 16 Mei 2019 12:21
Ustaz Muhammad Kasim, Pengajar Alquran di Pegunungan Meratus HST

Ajarkan Alquran Sambil Memasak, Jadikan Santri Sebagai Keluarga

Tak rela menyaksikan sebuah surau di atas pegunungan terbengkalai, Muhammad…

Rabu, 15 Mei 2019 15:41
Pengasuh Ponpes Tarbiyatul Furqan, Cetak Para Pendakwah Tangguh

Ratusan Ustaz Dikirim ke Desa Terpencil sampai Perkotaan

Tinggal sedikit pesantren yang memiliki misi untuk mencetak para dai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*