MANAGED BY:
MINGGU
19 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Selasa, 12 Maret 2019 08:56
#SaveRaga, Dipermasalahkan karena Menurunkan APK Jokow-Ma'ruf
HANYA MELAKSANAKAN TUGAS: Staf Bawaslu Raga Gapilau Jatsuma saat mencabut alat peraga kampanye Jokowi-Ma'ruf di pagar Bandara Syamsudin Noor. Dia sempat ditangkap dan dibawa petugas yang mengaku Intel Polda.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Raga Gapilau Jatsuma sontak menjadi viral. Aksinya menurunkan alat peraga kampanye Jokowi-Ma'ruf di pagar Bandara Syamsudin Noor direkam. Videonya menyebar di media sosial, dibumbui keterangan aksi tercela pendukung Prabowo-Sandi.

Video itu diambil pada Minggu (11/3) siang. Ketika situasi Jalan Ahmad Yani sedang padat merayap oleh arus kendaraan jemaah Haul Guru Sekumpul. Yang melaju dari arah Banjarmasin menuju Martapura.

Sekonyong-konyongnya, Raga menjadi target bully netizen. Namun, inilah faktanya: Raga bukan relawan, apalagi anggota timses. Dia staf non PNS Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banjarbaru. Sebelumnya, dia bertugas sebagai Panwaslu di Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin.

"Pagi itu Bawaslu menerima banyak sekali protes. Terkait pemasangan APK 01 secara masif dan mendadak di kawasan bandara. Kami lalu menginstruksikan penurunan. Sekali lagi, hanya menurunkan dan meminggirkan ke tepi jalan," kata Ketua Bawaslu Banjarbaru, Dahtiar.

Kemarin (11/3) sore di kantor Bawaslu Kalsel digelar konferensi pers untuk menanggapi video viral tersebut. "Raga kemudian turun sendirian ke lapangan. Dia sempat dibantu dua orang jemaah haul yang ikut menurunkan APK. Kedua orang ini tak dikenal," imbuhnya.

Dari pengakuan Raga, dia hanya mencabut 15 buah APK. Raga keburu dicegat seorang pemobil. Dijemput dan dibawa ke halte Masjid Al Mukarramah, tak jauh dari lokasi pencabutan. "Orang di dalam mobil itu mengaku intel Polda Kalsel yang sedang berpatroli," tambah Dahtiar.

Raga diminta menunjukkan surat tugas dan tanda pengenal. Ternyata barang sepenting itu justru tertinggal di rumah. Raga tertolong oleh kedatangan Panwaslu Kecamatan Landasan Ulin. "Namanya Nur Wahid. Dialah yang mengkonfirmasi kebenaran pernyataan Raga sebagai staf Bawaslu," tukasnya.

Setelah Raga dilepas, dia menyaksikan belasan APK yang sudah dicopot kembali berdiri tegak. Menghindari kehebohan lebih besar, Dahtiar menginstruksikan agar aksi penurunan APK disetop. Sebelum adanya koordinasi dengan pihak terkait seperti Satpol PP.

"Sorenya, ternyata semua APK itu sudah rebah di tanah. Jumlahnya ratusan. Saya tegaskan, penurunan kedua itu bukan ulah Bawaslu atau Panwaslu. Ada pihak lain yang menurunkannya," tegasnya.

Dia kemudian menelusuri siapa sebenarnya pemasang ratusan APK tersebut. Tim pemenangan 01 wilayah Banjarbaru membantahnya. Sementara relawan 01 Banjarbaru mengaku tak tahu-menahu. "Diyakini langsung dari tim provinsi. Dipasang oleh TKD (Tim Kampanye Daerah) 01 Kalsel," sebutnya.

Dahtiar kemudian menerbitkan surat peringatan. Menuntut TKD untuk membersihkan semua APK miliknya dalam kurun waktu 1x24 jam.

Pertanyaannya, apakah Raga telah berbuat salah? Komisioner Bawaslu Banjarbaru, Normadina memberikan pembelaan. "Merujuk aturan KPU, kawasan itu memang terlarang untuk pemasangan APK," ujarnya.

Wajar jika muncul kecemburuan. Karena Jalan Ahmad Yani sudah kerap dipasangi APK. Petugas dituntut tak pandang bulu. Bawaslu Banjarbaru pun memberikan jaminan, akan segera digelar penertiban APK di bahu jalan protokoler tersebut.

Kembali pada kasus Raga, Bawaslu Kalsel kini menggelar investigasi internal. "Apakah tindakan Raga sudah sesuai prosedur? Masih dikaji. Kesimpulannya akan kami umumkan," kata Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Kalsel, Azhar Ridhani.

Dalam opininya, dia melihat Raga hanya coba mencegah munculnya masalah yang lebih besar. "Penurunan itu sebenarnya tindakan preventif. Tapi mengapa dia bergerak sendirian? Makanya kami sedang mengumpulkan keterangan," tukasnya.

Jika terbukti menyalahi prosedur, sanksi internal telah menunggu Raga. "Seperti penertiban surat peringatan. Atau bahkan pemecatan," imbuh Azhar.

Benar atau salah, Raga berhak atas perlindungan. Bawaslu Kalsel harus menimbang dampaknya. Bawaslu dan Panwaslu di daerah-daerah lain bisa ketakutan. Memilih tutup mata dari pelanggaran pemilu karena tak ingin meniru kisah Raga.

Azhar tak menampik kekhawatiran itu. "Pasti. Kami akan melindungi tugas kawan-kawan di lapangan. Bahkan kami advokasi. Jika ternyata ada unsur pidana dalam kasus ini," pungkasnya. (fud/ema)

Baca Juga: Kubu 01: APK Di Pagar Bandara Syamsudin Noor Inisiatif Relawan


BACA JUGA

Minggu, 19 Mei 2019 10:23

Waspada..! Cacar Monyet Bikin Resah

BANJARBARU - Fenomena munculnya penyakit Cacar Monyet atau Monkeypox kembali…

Minggu, 19 Mei 2019 10:20

Suara Rusak DPD Capai 447 Ribu

BANJARMASIN - Ada berkah dibalik panasnya pergolakan politik Pemilu 2019.…

Minggu, 19 Mei 2019 09:39

Wow..! Masyarakat Banjar Bisa Mendunia

BANJARBARU - Bandara baru Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru ditarget…

Minggu, 19 Mei 2019 09:36

Inilah Penampakan Panggung "Keong" di Mes L Banjarbaru

BANJARBARU - Semenjak selesai pembangunan tahap pertama akhir tahun 2018…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:37

Pendonor Darah Menurun, Stok Aman

BANJARMASIN – Setiap bulan Ramadan, jumlah pendonor darah selalu mengalami…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:30

Kekurangan Guru, Disdik Berencana Jalin Kerja Sama dengan ULM

BANJARMASIN - Penerimaan Guru ASN tahun ini baru 127 orang.…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:21
Pemkab Tanah Bumbu

Marbut Masjid Diberi Santunan

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor dan Sekretaris…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:20

Sekda Serahkan Hibah Dana Untuk Masjid

BATULICIN - Jajaran Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melakukan salat tarawih…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:18
Pemkab Tanah Bumbu

Safari Ramadan Ajang Silaturahmi

BATULICIN - Safari Ramadan adalah kesempatan bagi jajaran Pemkab Tanbu…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:14

Sampah Rumah Tangga Naik Selama Puasa

BANJARBARU - Tidak ada yang berbeda dengan ritme kerja pasukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*