MANAGED BY:
MINGGU
19 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Kamis, 14 Maret 2019 11:15
Jalan Raya Alternatif Hulu Sungai, Kalau Semua Kompak, Tiga Tahun Selesai

Paling Pas Kembangkan Sisi Barat A Yani

PADAT KARENA JALAN KECIL: Jemaah Haul Sekumpul yang pulang melalui jalan Hulu Sungai, Senin (11/3) tadi.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Kemacetan Jalan A Yani menuju wilayah Banua Enam pasca Haul ke-14 Guru Sekumpul menjadi perhatian banyak kalangan.

Salah satunya adalah tokoh masyarakat yang juga mantan Kadis Pekerjaan Umum Provinsi Kalsel H Martinus. Menurutnya, Jalan A Yani memang memerlukan jalan alternatif sebagai pendukung.

Pembangunan jalan ini mendesak untuk segera diselesaikan.

"Momen haul dan lebaran sebenarnya menunjukkan bahwa Jalan A Yani tidak mampu lagi menjalankan fungsinya dengan baik karena memang lebar jalan tidak sebanding dengan volume kendaraan, kesimpulan saya pembangunan jalan selain A Yani menuju Banua Enam sangat mendesak," ucapnya.

Martinus menyebut, langkah Pemprov Kalsel dan Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang sedang dalam proses membangun Jalan Sisi Barat sudah tepat.

Namun demikian, kolaborasi keduanya saja tak cukup. Perlu dukungan dari beberapa kabupaten yang dilintasinya.

"Kalau hanya dipikul APBN dan APBD provinsi saya kira berat. Tapi kalau ada dukungan kabupaten dan kota bisa lebih ringan dan saya optimistis tiga tahun bisa selesai," cetusnya.

Dukungan yang dimaksud Martinus adalah pendanaan dan pembebasan lahan. Kabupaten dan kota bisa menganggarkan melalui dana alokasi khusus (DAK) untuk pembangunan jalan di wilayahnya.

Selain itu, kabupaten dan kota juga bisa mendukung dengan cara membebaskan lahan masyarakat yang bakal dilintasi jalan baru tersebut.

"Untuk desain tetap dari provinsi, selesai desain baru diserahkan ke kabupaten dan kota kemudian mereka bebaskan lahannya. Jadi intinya harus duduk bersama dan saling mendukung," paparnya.

Mantan Pj Walikota Banjarbaru ini menjelaskan, lokasi jalan sudah tepat berada di sisi barat Jalan A Yani. Tinggal bagaimana konsep jalan tersebut agar sesuai dengan perkembangan zaman.

"Saya sarankan pakai konsep jalan highway bukan tol jadi tetap gratis," paparnya lagi.

Konsep ini menurut Martinus memang memerlukan dana besar. Namun untuk jangka panjang sangat pas. Konsep ini memerlukan lahan setidaknya lebar 60 meter. Nantinya ada jalur cepat, jalur lambat dan penghijauan. Untuk jangka panjang juga bisa ditambah untuk jalur kereta api.

“Konsep ini bagus karena kanan kiri jalan bisa berkembang, beda dengan tol kanan kiri jalan justru mati karena tidak ada pintu masuk dan keluar tol terbatas, sementara highway lebih banyak dan tentunya gratis,” sebutnya.

Martinus menambahkan konsep ini sebenarnya sudah ia rancang saat masih menjabat sebagai kepala dinas. Namun dirinya keburu pensiun. “Semoga rencana ini bisa direalisasikan, tentunya perlu dukungan semua pihak,” harapnya.

Jalan menuju Hulu Sungai memang perlu segera dibenahi. Berkaca pada pengalaman, selama 14 tahun terakhir, jemaah haul terus bertambah, bukan berkurang. Jika dibiarkan, Jalan Ahmad Yani dipastikan takkan sanggup menampung arus kedatangan maupun arus kepulangan jemaah.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Nurul Fajar Desira menjamin, pemprov tak menutup mata atas fakta itu. "Betul, kebutuhan atas jalan baru semakin mendesak.

Sekarang, ada dua solusi. Satu sedang dikerjakan, satu masih direncanakan," ungkapnya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Yang pertama pembangunan Jalur Barat. Melintasi empat kabupaten dari Barito Kuala sampai Tabalong. Jalan baru itu dibangun dari Marabahan, tembus ke Margasari, melewati Amuntai, dan berakhir di Tanjung.

Yang kedua adalah  pembangunan jalur kereta api Kalimantan. Dengan rute Palangkaraya, Banjarmasin dan Tanjung. Pernah ramai beberapa tahun silam, belakangan rencana itu menguap.  (tas/ema)


BACA JUGA

Minggu, 19 Mei 2019 10:23

Waspada..! Cacar Monyet Bikin Resah

BANJARBARU - Fenomena munculnya penyakit Cacar Monyet atau Monkeypox kembali…

Minggu, 19 Mei 2019 10:20

Suara Rusak DPD Capai 447 Ribu

BANJARMASIN - Ada berkah dibalik panasnya pergolakan politik Pemilu 2019.…

Minggu, 19 Mei 2019 09:39

Wow..! Masyarakat Banjar Bisa Mendunia

BANJARBARU - Bandara baru Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru ditarget…

Minggu, 19 Mei 2019 09:36

Inilah Penampakan Panggung "Keong" di Mes L Banjarbaru

BANJARBARU - Semenjak selesai pembangunan tahap pertama akhir tahun 2018…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:37

Pendonor Darah Menurun, Stok Aman

BANJARMASIN – Setiap bulan Ramadan, jumlah pendonor darah selalu mengalami…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:30

Kekurangan Guru, Disdik Berencana Jalin Kerja Sama dengan ULM

BANJARMASIN - Penerimaan Guru ASN tahun ini baru 127 orang.…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:21
Pemkab Tanah Bumbu

Marbut Masjid Diberi Santunan

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor dan Sekretaris…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:20

Sekda Serahkan Hibah Dana Untuk Masjid

BATULICIN - Jajaran Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melakukan salat tarawih…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:18
Pemkab Tanah Bumbu

Safari Ramadan Ajang Silaturahmi

BATULICIN - Safari Ramadan adalah kesempatan bagi jajaran Pemkab Tanbu…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:14

Sampah Rumah Tangga Naik Selama Puasa

BANJARBARU - Tidak ada yang berbeda dengan ritme kerja pasukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*