MANAGED BY:
JUMAT
24 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Jumat, 15 Maret 2019 10:47
Agen Travel Umrah Banua Siap Tinggalkan Maskapai Garuda
Forum Komunikasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah dan Haji Khusus (FKPPIUHK) Kalsel

PROKAL.CO, BANJARMASIN- Buntut dari sistem baru yang diberlakukan maskapai, sebanyak 50 travel yang tergabung  dalam Forum Komunikasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah dan Haji Khusus (FKPPIUHK) Kalsel menyatakan siap meninggalkan Garuda Indonesia.

Ketua FKPPIUHK Kalsel H Saridi menjelaskan selama ini travel umrah di daerah cukup membeli tiket umrah lewat kantor Garuda di daerah. Per tanggal 1 Maret tadi, Garuda memberlakukan pembelian tiket pesawat tujuan Madinah dan Makkah harus melaui tiga perusahaan rekanan.

Ketiga rekanan tersebut adalah PT Smart Umrah (Kanomas Arci Wisata), PT Maktour (Makassar Toraja Tour), dan PT Nur Rima Al-Waali Tour (NRA). Sistem anyar ini mendapatkan respon negatif dari sejumlah pihak.


"Travel umrah didaerah merasa keberatan dengan sistem baru ini yang sangat memmonopoli karena dikuasai oleh agen yang ditunjuk Garuda untuk seluruh Indonesia,"ucapnya.

Pihaknya menunggu itikad baik dari Garuda Indonesia untuk mengembalikan sistem penjualan  tiket umrah ke sistem lama, dimana travel bisa langsung mudah membeli di perwakilan Garuda di daerah.

"Kami akan kirim surat resmi ke Direksi Garuda dan kalau keluhan kami tidak digubris kami siap tinggalkan Garuda Indonesia," tandasnya.

Hal senada diungkapkan Hj Utami Dewi owner Albis group, sebenarnya banyak maskapai yang siap memback up travel umrah seperti Emirat, Saudi Airline dan Lion Air, namun pihaknya masih cinta dengan maskapai milik pemerintah. Karena itulah pihaknya masih menunggu kebijakan Garuda untuk mengembalikan sistem pembelian tiket ke sistem lama.

"Kami masih sayang dengan Garuda Indonesia, semoga ada perubahan dengan adanya keberatan dari travel di daerah," timpal H Fakhrul direktur Kaltrabu.

Keluhan terkait sistem baru penjualan tiket itu juga diantaranya disampaikan oleh Ketua Umum Serikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (Sapuhi) Syam Resfiadi.

’’Artinya (Garuda, Red) beroligopoli, yang dilarang dalam UU Persaingan Usaha,’’ katanya.

Syam menjelaskan dengan berlakunya sistem tersebut, travel-travel yang selama ini sebagai agen tiket tidak ada harganya lagi di mata maskapai Garuda. Dia menegaskan aturan baru tersebut terkesan mengabaikan keberadaan travel umrah. Dia berharap Garuda kembali membuka keran pembelian tiket secara terbuka seperti sediakala.

Sementara itu, manajer operasional Garuda Indonesia Banjarmasin Prasetyo mengaku, pihaknya tidak punya kewenangan soal ini karena semua kebijakan ada dipusat.

"Kami hanya menjalankan kebijakan dari pusat," ucapnya.

Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan menuturkan tiga perusahan tersebut berdasarkan hasil tender.

”Siapa saja sebenarnya boleh,” ungkapnya kemarin saat ditemui Jawa Pos (Grup Radar Banjarmasin) di Kantor Kementerian Perhubungan.

Dia menyatakan bahwa kedepan tidak dipungkiri masih ada perusahaan lain yang bisa melakukan pemesanan.

’’Ini hal baru pasti ada dinamika,” ungkap Ikhsan. Dia mengatakan bahwa memang ada masukan dari berbagai pihak. Masukkan ini akan dijadikan bahan evaluasi bagi menejemen maskapai plat merah itu.

Keputusan sistem baru dalam penjualan tiket itu lantaran selama ini pesawat ke Arab Saudi ada kursi kosong. Kursi kosong itu karena biro perjalanan memesan dalam jumlah banyak. Namun pada saat tertentu akhirnya tidak jadi. ”Langkah itu agar bisnisnya lebih efektif,” tutur Ikhsan.

Setelah sistem penjualan tiket ini diubah, harapannya tidak ada kursi yang kosong. Untuk meminimalisir kecurangan, pihak Garuda Indonesia juga akan melakukan pengawasan. ”Selama masa transisi ini, kami awasi reselernya,” ucapnya. (sya/ema)


BACA JUGA

Rabu, 22 Mei 2019 08:26

Kena Razia, Ratusan Makanan Habis Izin Edar Masih Dijual

BANJARBARU - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Banjarmasin menggelar…

Selasa, 21 Mei 2019 19:20

Terima Kasih PLN, Masjid Arrokha Tak Jeglek Lagi

BANJARBARU -- Melalui Promo Gemerlap Lebaran 2019 PLN memberikan diskon…

Selasa, 21 Mei 2019 10:28

Jelang Idulfitri, Polisi Temukan Produk Expired Masih Beredar

BANJARMASIN - Menjelang Idulfitri, personel Satreskrim Polresta Banjarmasin menyambangi sejumlah…

Selasa, 21 Mei 2019 10:11

Perusahaan Anda Tak Beri THR, Laporkan !

BANJARMASIN - Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan Banjarmasin…

Minggu, 19 Mei 2019 11:43

Mardani Resmi Calonkan Diri jadi Ketum HIPMI

BANJARMASIN - Tokoh pengusaha muda asal Kalimantan Selatan Mardani H…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:33

Kalsel Ajarkan Kelola Destinasi Wisata

BANJARMASIN - Kalsel berupaya mengurangi ketergantungan sektor pertambangan batubara. Beralih…

Sabtu, 18 Mei 2019 09:28

Perpecahan Motoris Kelotok Wisata, Ichwan Ancam Cabut Izin

BANJARMASIN - Terjadi perselisihan antara dua kubu motoris kelotok di…

Sabtu, 18 Mei 2019 09:23

Harga Tiket Pesawat Diklaim Turun Hingga 15 Persen

BANJARBARU - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan surat edaran tentang Pemangkasan…

Jumat, 17 Mei 2019 11:01

Destinasi Wisata Baru Dibantu

BANJARMASIN - Beberapa tahun belakangan marak bermunculan destinasi baru di…

Jumat, 17 Mei 2019 09:29

Rejeki Nomplok..! Selain THR dan Tukin, PNS Juga Dapat Gaji ke-13

BANJARMASIN – Rejeki nomplok bakal didapatkan PNS Pemko Banjarmasin. Tak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*