MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 19 Maret 2019 15:20
Jalan 17 Ribu Langkah Sehari, Makan Nasi Lemak Tiap Hari
MENU HALAL: Salah satu restoran di Rasapura Masters Marina Bay Sands menyajikan makanan halal.

PROKAL.CO, Selama perjalanan di Singapura bersama Chairman Kaltim Post Group (KPG) Zainal Muttaqin, perjalanan ke sejumlah tujuan banyak menggunakan MRT. Alasannya sederhana, murah, dekat dengan hotel dan menyehatkan.

Ditulis: TATAS DWI UTAMA, Singapura

 “Naik MRT ini supaya kita tahu kalau suatu hari mau ke sini lagi membawa keluarga, dan membuat kita sehat karena harus jalan kaki naik dan turun di tiap stasiun,” ujarnya.

Memang benar apa yang dikatakan Pak Zam, sapaan akrab Zainal, bahwa jalan-jalan di Singapura apalagi menggunakan MRT membuat kita sehat. Pak Zam menggunakan jam tangan pintar yang terhubung ke HP miliknya. Selama tiga hari di sana, tercatat rata-rata kami jalan 17 ribu langkah per hari. Bahkan di hari terakhir, kami mampu jalan lebih dari 20 ribu langkah per hari.

“Saya jamin ini jalan kaki terpanjang kalian,” celetuk Pak Zam kepada kami.

Kami berangkat berenam yakni penulis mewakili Radar Banjarmasin, Rohansyah mewakili Kalteng Pos, Nurismi mewakili Radar Tarakan, Muhammad Rizki dan Nofiyatul Chalimah mewakili Kaltim Post.

Kami menginap di Hotel Supreme, Kramat Road kawasan Orchad. Ada dua stasiun MRT yang bisa dipilih jika ingin ke kawasan ini yakni melalui Dhoby Ghaut atau Somerset. Dari dua stasiun inilah selama 3 hari kami melakukan perjanalan keliling Singapura mulai dari Universal Studio di Sentosa turun di Harbour Front Station, Marina Bay Sands, Bugis Village, Mustafa di Little India dan kawasan terkenal lainnya,

MRT Singapura memiliki lima jalur lintasan utama. Ada 113 stasiun dengan panjang rel mencapai 152,9 kilometer.

Jangan bayangkan turun dari stasiun, bisa langsung ke lokasi yang dituju. Misalnya saat ingin ke Mustafa, pusat belanja apa saja yang buka 24 jam ini, penulis harus turun dulu di Stasiun MRT Little India dan kemudian berjalan kaki sekitar 15 menit untuk sampai ke tujuan. Inilah salah satu faktor yang membuat kita banyak jalan kaki saat ke Singapura.

“Sering jalan jantung kita jadi sehat,” ucap Pak Zam.

Betul juga, selama di Singapura, penulis merasa makan cukup banyak. Namun badan tetap terasa ringan karena setiap hari bisa bakar kalori dengan jalan kaki.

Bicara soal makanan, bagi Anda yang muslim tak perlu khawatir. Di Singapura banyak ditemui restoran halal. Kebanyakan jenis makanannya adalah makanan India dan Melayu. Cari aman, penulis memilih makan nasi lemak tiap hari di beberapa restoran yang berbeda. Jenis makanan ini selain murah juga bisa dipastikan halalnya karena lauknya hanya ayam goreng, telur dan ikan kering.

Selama di Singapura setidaknya ada tiga resto halal yang mudah ditemui dan bisa menjadi pilihan. Di kawasan Orchad ada dua resto yakni Ali Ming dan Al Madinah. Lokasi tak jauh dari hotel tempat kami menginap. Khusus Al Madinah buka 24 jam. Resto halal lain yang juga bisa menjadi pilihan adalah Encik Tan. Resto ini punya banyak cabang di Singapura. Penulis mencoba makan di Encik Tan yang ada di Vivo City, Sentosa.

Di beberapa tempat sebenarnya juga banyak pilihan resto halal. Seperti Rasapura Masters di Marina Bay Sands, namun menurut penulis suasananya kurang ‘halal’ karena lokasinya bersebelahan dengan resto lain yang menyediakan daging babi.

 


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 11:18
Nasib Madihin di Tangan Anak Muda

Lebih Menghibur karena Dimainkan Ramai-ramai

Sekilas, penampilan Sabtu (22/6) malam itu mirip teater rakyat. Ternyata…

Senin, 24 Juni 2019 09:07
DI BALIK MENIPISNYA LAHAN PERTANIAN GAMBUT

GAMBUT TAK DIJUAL..! Kecuali Harganya Cocok

Gambut pernah menjadi lumbung padi yang menyangga kebutuhan pangan Kalimantan…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:49
Mengenal Ahmad Ahdal, Siswa MAN ICT yang Jago Kimia dan Hafal Quran 30 Juz

Murajaah di Sela Waktu Belajar, Tiga Semester Selesaikan Hafalan

Sorot mata optimis terlihat dari pandangan Ahmad Ahdal (15), wakil…

Jumat, 21 Juni 2019 16:00
Alana Ramadhan Supit Bikin Berlepotan Wajah Ketua DPRD Kota Banjarmasin

Ditayangkan di YouTube, Batasi Pegang Handhpone

Alana Ramadhan Supit justru tak tertarik mengikuti jejak sang bunda…

Jumat, 21 Juni 2019 10:39
Melihat Aktivitas Perajin Perahu Kayu di Desa Tapus Kabupaten HSU

Penjualan Jukung Tembus Sampai ke Singapura

Seni membuat jukung mulai hilang dari tradisi Urang Banjar. Padahal,…

Rabu, 19 Juni 2019 11:32

Tren ASN Minta Mutasi di Kantor-kantor Pemerintahan

Dengan berbagai alasan, para aparatur sipil negara (ASN) di Banua…

Rabu, 19 Juni 2019 11:28
Judinor, Petani Hortikultura yang Mengubah Lahan Pertanian Menjadi Objek Wisata

Awalnya Tak Seberapa, Sekarang Bisa Pekerjakan 12 Pemuda Desa

Apa yang dilakukan Judinor mungkin bisa ditiru. Petani kelahiran 1975…

Selasa, 18 Juni 2019 12:27
Melihat Penerapan Aturan Baru bagi Ojek Online

Lebih Aman, Penumpang Tidak Was-was

Peraturan Menteri Perhubungan No 118/2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus…

Senin, 17 Juni 2019 10:54

Menengok Kegiatan Persatuan Sopir Truk di Banua

Sopir truk di Banua punya komunitas untuk wadah bersilaturahmi. Namanya,…

Minggu, 16 Juni 2019 09:11

Melihat dari Dekat Program Mengubah Rawa Jadi Lahan Pertanian

Memiliki banyak daerah rawa yang ganggur menjadi berkah tersendiri. Kalsel…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*