MANAGED BY:
SABTU
20 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 20 Maret 2019 14:22
Kesempatan untuk Belajar Jadi Minoritas

Jalan-Jalan Bersama Chairman KPG Zainal Muttaqin

MINORITAS: Suasana usai Salat Subuh di Masjid Al Falah, Singapura. | FOTO: TATAS DWI UTAMA/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Sulit menjawab pertanyaan siapa sebenarnya orang asli Singapura. Negara itu menjadi milik semua suku bangsa dan agama. Bagi pemeluk Islam, hidup di Singapura tentu harus dijalani dengan menjadi minoritas.

Ditulis: TATAS DWI UTAMA, Singapura

Beberapa hari sebelum keberangkatan ke Singapura, Chairman KPG Zainal Muttaqin meminta kepada kami berlima yang akan menemani beliau ke Singapura untuk membawa sandal jepit. Pesan itu disampaikan di grup WA yang sengaja dibuat untuk kami berenam.

“Kalau mau salat jemaah di masjid bawa sandal jepit, tiap jam 5 subuh kita kumpul di lobi hotel,” pesannya.

Kami sampai di Singapura sekira pukul 19.00 waktu setempat. Waktu Singapura sama dengan Waktu Indonesia Tengah. Pagi harinya kami Salat Subuh di Masjid Al Falah. Masjid ini lokasinya berada di pertigaan ruas jalan Bideford Road, berseberangan dengan pintu timur pusat prbelanjaan Paragon Shopping Center, atau berada tepat di belakang gedung Grand Park bila dari arah Orchard Road.

Jangan bayangkan masjid ini seperti masjid di Indonesia dengan bangunan tersendiri yang memiliki parkir luas dan ruang terbuka hijau. Bangunan masjid Al-Falah tidak seperti kebanyakan bangunan masjid yang kita kenal, karena letaknya yang berada di bangunan bertingkat, Masjid Al-Falah menempati lantai dasar hingga ke lantai tiga, sedangkan bagian bangunan lainnya merupakan fasilitas umum lainnya termasuk fasiltas gedung parkir kendaraan untuk umum yang berada di sisi timur masjid.

Masjid ini terbilang sangat nyaman karena memiliki fasilitas lengkap dan bersih. Menurut informasi, masjid ini mampu menampung 1.500 jemaah. Kebanyakan yang salat di masjid ini adalah warga Singapura yang memeluk Islam, umumnya mereka adalah pendatang dari Malaysia, Bangladesh, Thailand utamanya bagian selatan dan Indonesia.

Jumlah pemeluk Islam di Singapura berdasarkan statistik 2010 hanya 15 persen dari jumlah penduduk. Singapura termasuk negara dengan jumlah penduduk sedikit yakni hanya 5,6 juta jiwa. Kalau di Indonesia, jumlah itu hanya gabungan jumlah penduduk dua kabupaten di Jawa Barat.

Bagi muslim yang tinggal di Singapura, tentu harus belajar menjadi minoritas. Meski demikian, Singapura sangat menjunjung tinggi kebebasan beragama. Bahkan di Singapura banyak warganya yang tidak beragama.

Soal tempat ibadah bagi umat Islam sebenarnya di sejumlah tempat umum terdapat musala. Namun ukurannya sangat kecil. Seperti di Universal Studio yang dikunjungi penulis  hanya ada musala yang hanya muat untuk salat empat orang sehingga saat Salat Zuhur, penulis harus antre bersama wisatawan dari Indonesia lainnya.

Ada hal unik yang mungkin tak akan ditemui di Indonesia yakni adanya satu ruangan berdoa untuk berbagai agama. Di Terminal 3 Bandara Changi misalnya terdapat Multi Faith Prayer Room. Lokasinya tepat di belakang Toko Mont Blanc. Tidak ada tulisan masjid, musala atau surau. Memang ruangan itu kebanyakan hanya dipakai salat untuk umat muslim, namun dilihat dari nama tentu umat lain juga berhak menggunakan ruangan itu untuk beribadah.

Uniknya, ruangan meditasi mendapatkan fasilitas khusus dengan ukuran yang cukup besar. Saat penulis menunaikan Salat Subuh di Bandara Changi, di ruang meditasi terlihat seseorang berpakaian karyawan bandara sedang meditasi. Sesekali pergi keluar negeri meskipun hanya ke Singapura bisa menjadi pengingat bagi kita untuk terus bersyukur telah hidup di tanah merdeka yang gemah ripah loh jinawi, Indonesia.


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*