MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Kamis, 21 Maret 2019 11:05
Investasi di Kalsel Tembus Rp11 Triliun

Korsel Paling Banyak Berinvestasi di Banua

PERTAMBANGAN Masih menjadi faktor pemicu kuat atau lemahnya iklim investasi di Banua. Ketika bisnis tambang melemah, investasi juga turun.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Menjadi daerah yang memiliki kekayaan alam melimpah, membuat Banua jadi primadona sejumlah investor untuk menanamkan modalnya ke sini. Buktinya, dalam beberapa tahun terakhir capaian investasi Kalsel meningkat cukup signifikan.

Tahun lalu misalnya, Dinas Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (PMTSP) Kalimantan Selatan mencatat, investasi Kalsel tembus Rp11,7 triliun. Melebihi target yang ditentukan dalam RPJMD yaitu Rp9,2 triliun. Nilai itu naik hampir dua kali lipat dibandingkan 2017 yang hanya Rp6,2 triliun.

Kepala Dinas PMTSP Kalsel Nafarin mengatakan, Rp11,7 triliun investasi yang masuk terdiri dari dua jenis penanaman modal; Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sekitar Rp9,9 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) USD129,15 juta atau jika dirupiahkan setara Rp1,7 triliun.

"Capaian positif ini karena dukungan dari semua pihak. Termasuk dinas-dinas yang sudah optimal melakukan pembenahan di sektornya masing-masing," katanya.

Dia menyebut, penanaman modal yang dominan pada 2018 ada di sektor pertambangan dengan nilai investasi sebesar Rp5,6 triliun. Lalu disusul sektor industri kimia dan farmasi sekitar Rp 1,7 triliun. "Terbanyak ketiga ada di sektor jasa lainnya, sebanyak Rp1,4 triliun," ucapnya.

Sementara, investasi jika dilihat dari sebaran daerahnya, peringkat pertama ada di Kabupaten Tabalong sebesar Rp4,2 triliun. Diikuti Tanbu Rp2,7 triliun dan Kotabaru Rp1,9 triliun.

"Dari daftar ini, ada tiga kabupaten yang belum tercatat nilai investasinya yakni HST, HSU dan HSS. Itu dikarenakan Pemkab setempat belum memasukkannya ke aplikasi, sehingga belum terekap," ungkap Nafarin.

Ditanya, negara mana yang paling banyak berinvestasi di Kalsel. Jawabnya, Korea Selatan. Di mana nilai investasinya mencapai USD 67,9 juta. Disusul negara tetangga Malaysia, USD 26,8 juta dan Thailand USD 13,6 juta. "Sementara di urutan ke empat dan ke lima ada Singapura dengan nilai imvestasi USD 12,7 juta dan Australia USD 5,1 juta," ujarnya.

Dirincikannya, investasi asing atau PMA yang paling dominan di Kalsel ada di sektor listrik, gas dan air dengan nilai USD 67,508 juta. Disusul, sektor pertambangan USD 54,634 juta. Lalu, industri makan dengan nilai USD 2,649 juta.

Kemudian, transportasi, gudang dan telekomunikasi dengan nilai investasi USD 1,891 juta. "Investasi listrik, gas dan air menjadi tinggi karena mereka ada proyek pembangkit listrik di Tabalong di group Adaro yang dirancang hasilkan 100 MW," katanya.

Sementara itu, Kabid Pengendalian dan Informasi Penanaman Modal, Denny P. Sinaga menambahkan di Kalsel untuk realisasi investasi terbesar masih tidak lepas dari sektor batubara. Terbukti, ketika bisnisnya melemah, investasi juga ikut turun.

"Tapi ke depan kita cari peluang investasi lain, salah satunya sektor pariwisata. Kalsel sudah punya Geopark, bakal dijual dan promosikan," ucapnya.

Selain itu, dia menyebut investasi di sektor perusahaan perkayuan juga akan menggeliat. Buktinya, PT Basirih Industri telah menambah kapasitas mesin dengan nilai kontrak Rp500 miliar.

"Beberapa sektor di luar batubara pasti menggeliat, sehingga investasi kita tidak lagi bergantung di sektor tambang," pungkasnya. (ris/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*