MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Jumat, 22 Maret 2019 14:50
Kala Jeruji Besi Tak Menyurutkan Niat untuk Belajar

Di Luar Putus Sekolah, Di Dalam Sambung Sekolah

BELAJAR MENULIS: Narapidana di Lapas Banjarbaru mengikuti kelas belajar Paket A di aula gedung Lapas, (20/3). Dalam sepekan mereka mencicipi pelajaran sebanyak dua kali.

PROKAL.CO, Pendidikan adalah hak semua warga negara.  Tak terkecuali mereka yang sedang mendekam di penjara.

MUHAMMAD RIFANI, Banjarbaru

Dari luar, dinding beton dan pagar besi berdiri kokoh. Membuat Lembaga Pemasyarakatan acap kali dikesankan keras dan kehidupan yang gelap. Semua narapidana seperti hanya merenungi nasib dan   menunggu bebas.

Kenyataannya, stigma itu ternyata salah besar. Kehidupan di dalam penjara menggeliat. AKtivitas mereka juga sehat. Salah satunya adalah menempuh pendidikan. Setidaknya itu yang dilihat penulis saat mengunjungi Lapas Kelas III Banjarbaru, kemarin.

Beralaskan lantai dan berumpu meja kayu kecil, ratusan napi mengikuti kelas pembelajaran paket A, B dan C. Lumayan antusiasnya. Ada  126 napi  yang dalam aula gedung. Mereka diajar oleh puluhan guru utusan sanggar kegiatan belajar (SKB) di Kota Banjarbaru. Sepekan, mereka masuk selama dua kali pertemuan. Rabu dan Kamis.

Ketika penulis berkunjung,  jadwal belajar agak berbeda. Biasanya dimulai pukul 11.00 Wita. Kemarin (20/3),  dimulai pukul 14.00 Wita. Lantaran ada agenda lain dan jadwal terpaksa disusun ulang.

Ratusan Napi ini terbagi beberapa kelompok. Ada yang masih di paket A; setara SD. Paket B; Setara SMP. Terakhir paket C; Setara SMA.

Layaknya proses mengajar pada umumnya. Ada alat tulis yang disediakan. Papan tulis juga terpampang. Bedanya, penampilan mereka tak seragam. Ada yang mengenakan kaos hingga celana pendek. Maklum ini penjara.

Paket A jadi yang paling menyita perhatian penulis. Diikuti oleh 26 siswa yang mayoritasnya sudah cukup dewasa.  Mereka belajar membaca, menulis dan menghitung.  

 Menurut informasi pendamping guru dari SKB  Disdik Kota Banjarbaru yang mengajar, beberapa napi memang tak mengenal cara menulis dan membaca. Mereka buta aksara.

"Sejak kurang lebih satu tahun diajare, Alhamdulillah sudah ada yang lulus dan dapat ijazah. Khusus di Paket A ini, ada enam orang yang lanjut ke Paket B," kata Koordinator Paket A SKB Banjarbaru, Resa Riqani bercerita.

Bagi Resa, mengajar para napi tak seperti yang dipikirkan orang. Tak ada kesan buruk. Bahkan napi serius belajar. Mereka relative mudah memahami pelajaran. "Mereka lebih ramah, santun dan hormat pada pengajar," serunya.

Satu kelas kata Resa biasa diajar paling sedikit empat guru. Maklum cara mengajarnya tidak bisa disamakan dengan sekolah formal. "Durasi satu kelasnya kurang lebih dua jam."

Mengajar di Lapas tak harus dibedakan. Karena memberikan ilmu dan pelajaran ke Napi, ucapnya, punya manfaat baik. Menyiapkan modal penting ketika mereka kembali ke masyarakat. "Agar teman-teman di sini setelah bebas ada perubahan diri. Bisa menjalani hidup yang lebih baik. Dapat ijazah dan bisa digunakan. Inilah tujuannya," jujurnya.

Memang, banyak napi yang putus sekolah. Alasannya beragam. Faktor ekonomi, keluarga hingga urusan lain. Tak ayal, selama di tahanan, mereka mengambil kesempatan untuk kembali belajar. 

 Kepala Lapas Banjarbaru, Abdul Aziz mengatakan program ini memang ditujukan untuk bekal para napi agar mereka punya bekal saat bebas kelak.  

"Ketika sudah bebas nanti menjadi lebih baik. Karena kesempatan meraih pendidikan yang lebih baik juga terbuka lebar. Misalnya lulusan Paket C, itu setara ijazah SMA/sederajat. Jadi ada peluang mendapat pekerjaan atau melanjutkan pendidikan," bebernya.

Meski baru punya lulusan 6 orang, Aziz berharap program ini bisa merata. Artinya lulus keseluruhan. "Semoga semuanya bisa selesai. Ini juga untuk mengisi waktu warga binaan di sini lebih bermanfaat," pungkasnya. (rvn/ema)


BACA JUGA

Selasa, 25 Juni 2019 11:58
Abdulrahman, Loper Koran Km 33 dalam Kenangan Para Kenalannya

Dikenal Rajin ke Masjid, Paksakan Bekerja Meski Kaki Patah

Pelintas Jalan A Yani Km 33, Banjarbaru tidak akan lagi…

Senin, 24 Juni 2019 11:18
Nasib Madihin di Tangan Anak Muda

Lebih Menghibur karena Dimainkan Ramai-ramai

Sekilas, penampilan Sabtu (22/6) malam itu mirip teater rakyat. Ternyata…

Senin, 24 Juni 2019 09:07
DI BALIK MENIPISNYA LAHAN PERTANIAN GAMBUT

GAMBUT TAK DIJUAL..! Kecuali Harganya Cocok

Gambut pernah menjadi lumbung padi yang menyangga kebutuhan pangan Kalimantan…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:49
Mengenal Ahmad Ahdal, Siswa MAN ICT yang Jago Kimia dan Hafal Quran 30 Juz

Murajaah di Sela Waktu Belajar, Tiga Semester Selesaikan Hafalan

Sorot mata optimis terlihat dari pandangan Ahmad Ahdal (15), wakil…

Jumat, 21 Juni 2019 16:00
Alana Ramadhan Supit Bikin Berlepotan Wajah Ketua DPRD Kota Banjarmasin

Ditayangkan di YouTube, Batasi Pegang Handhpone

Alana Ramadhan Supit justru tak tertarik mengikuti jejak sang bunda…

Jumat, 21 Juni 2019 10:39
Melihat Aktivitas Perajin Perahu Kayu di Desa Tapus Kabupaten HSU

Penjualan Jukung Tembus Sampai ke Singapura

Seni membuat jukung mulai hilang dari tradisi Urang Banjar. Padahal,…

Rabu, 19 Juni 2019 11:32

Tren ASN Minta Mutasi di Kantor-kantor Pemerintahan

Dengan berbagai alasan, para aparatur sipil negara (ASN) di Banua…

Rabu, 19 Juni 2019 11:28
Judinor, Petani Hortikultura yang Mengubah Lahan Pertanian Menjadi Objek Wisata

Awalnya Tak Seberapa, Sekarang Bisa Pekerjakan 12 Pemuda Desa

Apa yang dilakukan Judinor mungkin bisa ditiru. Petani kelahiran 1975…

Selasa, 18 Juni 2019 12:27
Melihat Penerapan Aturan Baru bagi Ojek Online

Lebih Aman, Penumpang Tidak Was-was

Peraturan Menteri Perhubungan No 118/2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus…

Senin, 17 Juni 2019 10:54

Menengok Kegiatan Persatuan Sopir Truk di Banua

Sopir truk di Banua punya komunitas untuk wadah bersilaturahmi. Namanya,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*