MANAGED BY:
MINGGU
21 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Sabtu, 23 Maret 2019 09:48
Banjarbaru Kesulitan (lagi) Lacak Pengecer Elpiji
Gas elpiji 3 kilogram lagi-lagi jadi barang langka di Banjarbaru.

PROKAL.CO, BANJARBARU - Gas elpiji 3 kilogram lagi-lagi jadi barang langka di Banjarbaru. Dalam beberapa pekan terakhir stoknya kosong di pangkalan. Kalaupun ada, gas sudah di pengecer dengan harga yang teramat tinggi.

Pengecer sendiri nampaknya lebih mudah mendapatkan gas bersubsidi, dibandingkan masyarakat umum. Sebab, ketika di pangkalan kosong. Mereka justru masih mempunyai stok.

Pertanyaannya, dapat jatah gas elpiji dari mana para pengecer itu? Radar Banjarmasin, Jumat (22/3) kemarin mencoba mewawancarai pemilik kios di Jalan Guntung Manggis, Banjarbaru yang menjual gas secara eceran.

Wanita yang enggan menyebutkan namanya ini mengaku mendapatkan gas dari seseorang yang memiliki kenalan di pangkalan. "Dia ini juga pengecer. Tapi beli langsung di pangkalan, lalu dijual ke kios-kios. Saya tidak tahu harga berapa dia beli di pangkalan," katanya.

Dia mengungkapkan, harga yang ditawarkan oleh oknum tersebut bervariasi. Melihat kondisi kelangkaan gas. Semakin langka stoknya, maka harganya bertambah mahal. "Kalau langka, gas dijual Rp30 ribu sampai Rp40 ribu. Saya paling mencari untung Rp5 ribu hingga Rp10 ribu per gas," ungkapnya.

Namun, dia menyebut pengecer yang dikenalnya di pangkalan itu datang mengantarkan barang tak menentu waktunya. "Terkadang seminggu sekali. Bisa juga dua pekan baru mengantar. Sekali mengantar paling lima tabung gas," ujarnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Banjarbaru Abdul Basid melalui Kabid Perdagangan Anshori tak menampik bahwa ada oknum pengecer sebagai perpanjangan tangan dari pangkalan ke kios-kios. "Tapi kami tidak bisa melacak keberadaan mereka. Kemungkinan para pengecer tidak bisa banyak menjual gas ke kios-kios, sebab pihak kepolisian selalu mengawasi pangkalan," paparnya.

Meski ada oknum-oknum pengecer, dia memastikan masih banyak pangkalan yang mengutamakan rakyat miskin. "Kami pernah turun ke pangkalan, mereka bilang mengutamakan masyarakat daripada pengecer. Tapi, pengecer ini bukan hanya dapat barang dari pangkalan. Kadang membeli ke warga yang dapat jatah berlebih," ucapnya.

Dia mengaku sudah melaporkan kondisi kelangkaan gas di Banjarbaru ke pihak Pertamina. Dalam waktu dekat akan dilakukan pengecekan di lapangan.

"Kasihan masyarakat kesusahan beli gas. Sudah harganya mahal, ditambah stoknya yang langka. Sampai ada yang mengeluh, membeli gas bersubsidi dengan harga Rp50 ribu," pungkasnya. (ris/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*