MANAGED BY:
SABTU
20 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 24 Maret 2019 07:59
Berbincang dengan Julita Intan Sari, Peserta Masterchef dari Banjar
MASTER CHEF: Julita Intan Sari bersama Chef Juna.

PROKAL.CO, BANJARMASIN -- Julita Intan Sari atau akrab disapa Lita, saat ini menjadi idola masyarakat Banua. Aksi memasaknya dalam ajang Masterchef Indonesia 2019 selalu ditunggu-tunggu. Maklum, dia menjadi satu-satunya perwakilan Kalsel dalam acara yang disiarkan oleh salah satu stasiun televisi swasta tersebut.

---

Nama Lita sendiri mulai dikenal, ketika videonya dalam babak Boothcamp Masterchef Indonesia pada awal Maret ramai dibagikan di sejumlah media sosial. Video itu viral, lantaran ada hal menarik yang dilakukan Lita. Dia terang-terangan mengaku grogi, karena nge-fans dengan salah satu juri yang mengujinya: Chef Juna.

Selain itu, dalam tayangan video tersebut, Lita juga sempat bersikap manja ketika menerima celemek pertanda dirinya masuk dalam babak 30 besar. Di mana, dirinya meminta Chef Juna mengikatkan tali apron yang ada di pinggangnya. Aksi itu, sontak membuat dua juri lainnya; Chef Renatta dan Chef Arnold tertawa lepas.

Semenjak masuk ke babak 30 besar pada ajang pencarian bakat memasak tersebut, Lita harus menjalani karantina sampai ke tahap saat ini. Sehingga, hanya dapat dihubungi dalam waktu-waktu tertentu.

Saat dihubungi Radar Banjarmasin, Sabtu (23/3) kemarin, ponsel ibu dua anak tersebut kebetulan aktif. Kepada Radar Banjarmasin, Lita mengaku senang masih bisa bertahan dalam babak Galeri MasterChef Indonesia. "Selain senang, pastinya bangga. Karena diantara puluhan ribu pendaftar, hanya puluhan orang yang bisa ke tahap galeri ini," ucapnya.

Padahal, wanita berusia 29 tahun ini mengaku awalnya hanya iseng mengirim formulir pendaftaran ke tim Masterchef Indonesia lewat email. "Setelah kirim formulir, saya ternyata dihubungi tim untuk ikut audisi melalui jalur khusus yakni special hunt di Jakarta. Jadi tidak ikut mengantre dengan ribuan peserta lainnya," ungkapnya.

Lita mengaku tidak tahu kenapa terpilih untuk mengikuti jalur khusus. Padahal, sebelumnya dirinya berencana ikut audisi di Surabaya. "Mungkin tim sudah punya kriteria khusus untuk menentukan siapa yang berhak untuk masuk special hunt," ujarnya.

Dalam audisi special hunt, dirinya memukau para juri dengan menyajikan menu khas Banua yaitu Soto Banjar. Sehingga, berhak lolos ke babak 55 besar atau Boothcamp Masterchef Indonesia. Di tahap itu, Lita mendapatkan apron dan lolos ke 30 besar usai menyajikan opor ayam.

Pada saat perebutan apron itu, Lita mengaku tegang. Karena, harus berhadapan dengan tiga juri: Chef Juna, Renatta dan Arnold yang menurutnya "seram". "Mereka judes gitu. Tapi, saya berusaha santai dengan mengajak mereka bercanda," katanya.

Hal itu yang membuat video Lita dalam Boothcamp Masterchef Indonesia jadi viral, lantaran selalu mengajak juri bercanda. "Saya kalau sangat tegang, bisa menangis. Jadi, harus saya tenangkan dengan bercanda," ungkap Lita.

Seperti halnya ketika dirinya minta Chef Juna mengikatkan tali apron. Sebenarnya, Lita tak punya niat untuk seperti itu. Melainkan, karena sudah terlanjur membalikkan badan. "Kan gugup, jadi saya kira memang tali apron itu diikatkan chef. Lalu, saya membalikkan badan. Eh ternyata tidak, jadi sekalian saja saya minta ikatkan," ucapnya sambil tertawa.

Dia tak menyangka bisa lolos sampai ke tahap Galeri MasterChef. Sebab, warga Banjarbaru ini menyadari belum terlalu lihai dalam memasak. "Bisa memasak lantaran hobi saja. Belajar juga otodidak dan tidak pernah kursus. Tapi, saya bisa membuktikan dengan berhasil lolos sampai ke tahap ini," ungkapnya.

Ditanya, sudah sampai tahap mana dirinya di ajang Masterchef Indonesia. Lita enggan membeberkannya, karena tidak diperkenankan oleh pihak panitia untuk menceritakan konten acara yang belum tayang di TV. "Mohon pengertiannya ya Mas," katanya.

Namun, dalam Galeri Masterchef Indonesia 2019 yang disiarkan oleh salah satu stasiun televisi swasta pada Minggu (17/3) sore lalu. Lita berhasil bertahan dan melaju ke babak selanjutnya bersama 22 peserta lainnya, setelah sukses menaklukkan challenge atau rintangan di babak tersebut.

Lita mengaku akan terus memberikan yang terbaik, agar dapat bertahan dalam ajang memasak itu. Meski harus berpisah dengan keluarganya. "Alhamdulillah, keluarga mendukung seratus persen Mas," ujarnya.

Hal senada disampaikan, suami Lita: Ananda Rizky Pratama. Dia mengungkapkan, dirinya beserta keluarga sangat mendukung Lita. Walaupun harus terpisah dan hanya bisa berbicara sepekan sekali via telepon. "Kami malah bangga, karena dia satu-satunya yang mewakili Kalsel," ungkapnya.

Hanya saja, setiap kali menelepon dia menuturkan bahwa Lita selalu mengaku merasa rindu dengan anak-anaknya. Sebab, sudah satu bulan lebih tak bertemu. "Kalau masalah di Masterchef dia tidak banyak bercerita, mungkin sudah ada perjanjian di sana," pungkasnya. (ris/by/ran)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*