MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Selasa, 26 Maret 2019 10:16
Sidang Ricuh: Terdakwa Kenakan Rompi Anti Peluru
EMOSI:Sejumlah keluarga korban tak terima mendengar tuntutan dari JPU menuntut 12 tahun penjara. | Foto: Maulana/Radar Banjarmasin.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Sidang lanjutan kasus pengeroyokan yang menewaskan Fariz kembali digelar. Di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, kemarin (25/3) siang.

Ini adalah sidang kelima. Agendanya pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Tiga terdakwa; Hendra Tile, Hendra Pisang dan M Taurat dihadirkan. Persidangan itu digelar sekitar pukul 14.00 Wita.

Persidangan lagi-lagi diwarnai kericuhan. Kali ini keluarga korban lebih beringas. Mereka berusaha menerobos pengawalan petugas untuk menyerang para terdakwa usai mendengar pembacaan tuntutan.

Umpatan pun keluar dari mulut keluarga korban. Yang diperkirakan berjumlah 30 orang lebih. Baik perempuan ataupun laki-laki.

Keluarga korban pun tetap ngotot bertahan di PN Banjarmasin, meski sidang sudah berakhir lama. Mereka menunggu para terdakwa keluar.

Pengawalan pun dipertebal. Ratusan polisi dikerahkan. Terlihat kabag Ops Polresta Banjarmasin Kompol Awilzan, Kasat Reskrim AKP Ade Papa Rihi dan Kasat Sabhara Kompol Halasan S serta Kapolsekta Banjarmasin Tengah AKP Sigit. Juga semua Kanit di jajaran Polsek.

Bahkan, demi menghindari hal buruk, polisi membekali ketiga tersangka rompi anti peluru saat menjalani sidang.

Dalam pembacaan tuntutan kemarin, keluarga korban rupanya tak terima. JPU cuma menuntut berdasarkan pasal 170 KUHP (ayat 2 dan 3). Tentang pengeroyokan yang menyebabkan kematian. Mereka maunya dituntut dengan pasal berlapirs. 340 KUHP, 351 KUHP hingga 338 KUHP. Tentang pembunuhan berencana.

"Awalnya para terdakwa sebelum mengeroyok bertemu berempat. Lalu masing-masing mengambil senjata tajam ke rumah. Nah itu termasuk berencana kan?," ucap perwakilan keluarga korban, Zain.

Zain juga menyayangkan status buron Safari. Padahal dialah yang diduga menjadi dalang pengeroyokan tersebut. "Jika dia ada, pasti jelas motif ini dan bakal muncul di persidangan," katanya.

Keluarga korban akhirnya mau meninggalkan PN Banjarmasin. Setelah berdialog dengan AKP Ade Papa Rihi dan Kasi Pidum Kejari Banjarmasin Denni W, di loby pengadilan.

Sementara itu, JPU Rizky Aditya mengungkapkan, tuntutan yang diberikan sebagaimana dalam fakta persidangan. Mereka menilai, seluruh perbuatan terdakwa memenuhi semua unsur dakwaan. Yakni melanggar pasal 170 KUHP ayat 2 ke 3.

"Ya kami tuntut mereka pasal 170 ancaman kurungan 12 tahun penjara. Dan untuk pekan depan, agenda berikutnya putusan, untuk waktu menyesuaikan dari pengadilan," terangnya.

Ditambahkan Rizky, untuk mengantisipasi hal tak diinginkan terhadap tiga terdakwa, pihaknya memasangkan rompi anti peluru. "Antisipasi saja, untuk menghindari hal tak dikehendaki," tambahnya.

Menyegarkan ingatan. Insiden berdarah ini terjadi 27 September 2018 lalu. Depan warnet di Gang Maluku, Kelurahan Pasar Lama, Banjarmasin Tengah. Kejadiannya sekitar pukul 21.00 Wita. Korban sempat dilarikan ke RSUD Ulin Banjarmasin. Tewas setelah kehabisan banyak darah karena mengalami luka di bebepara bagian tubuhnya. (lan/at/nur)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*