MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

HUKUM & PERISTIWA

Sabtu, 30 Maret 2019 07:52
Sungai Meluap, Puluhan Rumah di Balangan Terendam Air
SIGAP: Petugas dari BPBD Kabupaten Balangan menurunkan perahu karet untuk mengevakuasi warga dari rumahnya yang terendam air. | FOTO: BPBD BALANGAN FOR RADAR BANJARMASIN.

PROKAL.CO, PARINGIN – Hujan deras sepanjang malam mengguyur wilayah Kecamatan Juai dan Halong, Kamis (28/3) malam hingga Jumat (29/3) dini hari. Akibatnya, puluhan rumah warga setempat terendam air yang meluap dari sungai.

Dari rilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, di Kecamatan Juai dan Halong ada beberapa titik yang tergenang air dengan luas genangan air bervariasi. Total warga yang terdampak meluapnya sungai di Kecamatan Juai dan Halong berjumlah 403 KK dengan 1.479 jiwa.

Di Desa Baruh Panyambaran Kecamatan Halong, genangan air dengan kedalaman sekitar 1,2 m dan menggenangi jalan sepanjang 150 meter, merendam rumah yang dihuni 19 KK, 55 jiwa.

Kedalaman 50 cm merendam rumah warga dengan panjang jalan yang terendam sekitar 500 meter, terjadi di Desa Bata Kecamatan Juai, dan jumlah warga terdampak banjir sebanyak 579 jiwa.

Masih di Kecamatan Juai, yaitu Desa Lalayau, jumlah warga yang terdampak banjir ada 55 KK 205 jiwa, Desa Mihu 80 KK 500 jiwa, Desa Galumbang 75 KK 195 jiwa. Dengan ketinggian air mencapai meter.

Kepala BPBD Kabupaten Balangan, Alive Yoesfah Love didampingi Kasi Kedaruratan, M Syuhada mengatakan, meskipun cukup banyak rumah yang terendam air namun tidak ada warga yang mengungsi, karena ketinggian air belum mengkhawatirkan.

“Beberapa desa itu memang langganan terendam air setiap kali musim hujan dengan intensitas tinggi, namun biasanya air yang merembes ke jalan dan rumah warga hanya sebentar, tidak sampai 24 jam,” ungkapnya.

Saat ini, kata dia, pihaknya secara rutin terus memantau ketinggian air sungai di beberapa wilayah kecamatan, terutama di Kecamatan Lampihong dan Awayan yang biasanya akan terkena imbas setelah Kecamatan Juai, karena letak sungai di dua kecamatan ini berada di bawah ketinggian dataran Kecamatan Juai.

“Kondisi sementara debit air sungai yang berada di wilayah Kecamatan Lampihong dan Awayan masih normal dan aman,” ungkapnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, ada beberapa desa yang rawan banjir dan harus waspada saat turun hujan deras.

Untuk di Kecamatan Halong beberapa desa yang rawan banjir antara lain Baruh Panyambaran, Tabuan, Mantuyan, Buntu Pilanduk, Binju, Bangkal, Binjai Punggal, Mantuyan, dan Kapul. Kecamatan Lampihong yaitu Desa Trans Lajar Papuyuan, Matang Lurus, Tanah Habang, Teluk Karya, Pimping, dan Matang Hanau.

Di Kecamatan Awayan terdiri dari Desa Putat Basiun, Desa Badalungga, dan Desa Awayan Pasar. Dan Kecamatan Tebing Tinggi terdiri dari Desa Ju’uh, Desa Sungsum, dan Desa Mayanau.

“Bersama masyarakat dan relawan, kota akan tetap siaga di beberapa desa uang barusan tergenang air, walaupun debit airnya untuk sementara ini sudah turun,” tandasnya. (why/ema)


BACA JUGA

Kamis, 03 September 2015 08:40

Menengok Pusat Produksi Rinjing di Nagara: Pernah Produksi Wajan Khusus untuk Haulan Guru Sekumpul

<p><em>Ibu rumah tangga pasti mengenal alat masak yang satu ini. Ya, wajan atau rinjing…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*