MANAGED BY:
SABTU
25 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Minggu, 31 Maret 2019 11:22
Peluang Bisnis, Sekarang Daun Gelinggang Diekspor  ke Jepang
EkSPOR: Daun Gelinggang yang sudah dikeringkan dipilah pilah untuk dikemas dan di ekspor ke Jepang.

PROKAL.CO, BANJARMASIN -- Siapa sangka daun gelinggang yang dulu hanya dikenal sebagai tanaman untuk mengobati panu,ternyata kini menjadi komoditas ekspor Kalsel dengan tujuan negeri Sakura.

Kementerian Pertanian melalui Balai Karantina Kalsel terus memacu ekspor  gelinggang ini, karena potensinya cukup besar untuk peningkatan ekspor Kalsel.

Sujarwanto Kepala Pusat Kepatuhan kerjasama dan informasi Perkarantinaan Badan Karantina Pertanian menjelaskan, secara frekuensi pada kurun waktu tiga tahun terakhir frekuensi ekspor daun gelinggang ke Jepang mengalami peningkatan, dengan jumlah yang fluktuatif. Masing-masing di tahun 2016 sebanyak 19 kali dengan jumlah 174 Ton, tahun 2017 frekuensi meningkat menjadi 34 kali dengan jumlah 123 Ton, dan tahun 2018 sebanyak 43 kali dengan jumlah 167 Ton. Sementara di tiga bulan pertama tahun 2019, daun gelinggang yang diekspor sudah 16 kali dengan jumlah 40 ton dengan nilai Rp3 Milyar. 

Saat ini baru ada satu perusahaan, PT. Sarikaya Sega Utama, yang mengekspor daun gelinggang ini di Indonesia. Komoditas ini di ekspor ke Jepang sebagai bahan baku obat herbal, karena daun gelinggang terkenal memiliki banyak manfaat yaitu untuk menyembuhkan penyakit kudis, malaria, sariawan, dan obat pencahar, tambahnya.

Drh Achmad Gozali Kepala Balai Karantina Kalsel menambahkan,kini daun gelinggang menjadi komoditas ekpor masa depan, karena tidak hanya Jepang yang menjadi peminat daun gelinggang ini, tapi juga negara lain seperti Taiwan, Korea dan Cina.

Santoso owner PT Sarikaya Sega Utama mengaku, Jepang menjadi pasar terbesar untuk daun gelinggang dan Indonesia menjadi pemasok terbesar, setelah itu disusul Malaysia dan Thailand.

"Kami sudah mulai ekspor daun gelinggang sejak 2004, namun dalam jumlah sedikit dan baru sekarang bisa ekspor ratusan ton dalam beberapa tahun terakhir ini," pungkasnya.(sya/ema)


BACA JUGA

Jumat, 24 Mei 2019 10:13

Sidak Pangan Banjarmasin: Hanya Temukan Izin Edar Habis

BANJARMASIN – Produk yang habis izin masa edarnya ditemukan Pemko…

Rabu, 22 Mei 2019 08:26

Kena Razia, Ratusan Makanan Habis Izin Edar Masih Dijual

BANJARBARU - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Banjarmasin menggelar…

Selasa, 21 Mei 2019 19:20

Terima Kasih PLN, Masjid Arrokha Tak Jeglek Lagi

BANJARBARU -- Melalui Promo Gemerlap Lebaran 2019 PLN memberikan diskon…

Selasa, 21 Mei 2019 10:28

Jelang Idulfitri, Polisi Temukan Produk Expired Masih Beredar

BANJARMASIN - Menjelang Idulfitri, personel Satreskrim Polresta Banjarmasin menyambangi sejumlah…

Selasa, 21 Mei 2019 10:11

Perusahaan Anda Tak Beri THR, Laporkan !

BANJARMASIN - Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Ketenagakerjaan Banjarmasin…

Minggu, 19 Mei 2019 11:43

Mardani Resmi Calonkan Diri jadi Ketum HIPMI

BANJARMASIN - Tokoh pengusaha muda asal Kalimantan Selatan Mardani H…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:33

Kalsel Ajarkan Kelola Destinasi Wisata

BANJARMASIN - Kalsel berupaya mengurangi ketergantungan sektor pertambangan batubara. Beralih…

Sabtu, 18 Mei 2019 09:28

Perpecahan Motoris Kelotok Wisata, Ichwan Ancam Cabut Izin

BANJARMASIN - Terjadi perselisihan antara dua kubu motoris kelotok di…

Sabtu, 18 Mei 2019 09:23

Harga Tiket Pesawat Diklaim Turun Hingga 15 Persen

BANJARBARU - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan surat edaran tentang Pemangkasan…

Jumat, 17 Mei 2019 11:01

Destinasi Wisata Baru Dibantu

BANJARMASIN - Beberapa tahun belakangan marak bermunculan destinasi baru di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*