MANAGED BY:
SELASA
23 APRIL
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 06 April 2019 13:31
Mengunjungi TPA Regional Banjarbakula di Cempaka
Tanpa Ada Listrik, Pengolahan Air Lindi Tak Beroperasi
MULAI BEROPERASI: Suasana TPA Regional Banjarbakula, kemarin. Meski sudah beroperasi, namun masih ada sejumlah kendala yang harus dihadapi. | FOTO: SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN.

PROKAL.CO, TPA Regional Banjarbakula, sejak Senin (1/4) tadi telah dioperasikan. Ratusan ton sampah pun sudah masuk ke sana. Namun untuk mengelola sampah, ternyata masih ada kendala yang harus dihadapi.

Ditulis: Sutrisno, Banjarbaru

Salah satunya, belum tersedianya jaringan listrik di TPA yang berdiri di atas areal seluas 16 hektare di Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru ini.

Kepala UPT TPA Regional Banjarbakula, Sumadi mengatakan, belum adanya jaringan listrik membuat mereka tak maksimal dalam pengelolaan sampah. Lantaran, ada beberapa peralatan yang tidak bisa difungsikan tanpa menggunakan daya setrum.

"Salah satu fasilitas yang belum bisa kita gunakan ialah alat pengolahan air lindi atau limbah cair dari sampah yang ada di landfill," katanya kepada Radar Banjarmasin, kemarin.

Dia mengungkapkan, karena tak kunjung diolah. Tempat penampungan air lindi saat ini mulai mengeluarkan bau yang tak sedap. "Mudah-mudahan jaringan listrik dapat segera dipasang, jadi kami bisa maksimal dalam bekerja," ungkapnya.

Jaringan listrik sendiri Sumadi menyebut masih menjadi kewenangan kontraktor pembangunan TPA Regional. Dari informasi yang mereka dapatkan, pemasangan jaringan telah didaftarkan ke PLN. "Jadi sekarang tinggal menunggu pemasangan dari PLN," ucapnya.

Tanpa adanya jaringan listrik, untuk sementara operasional TPA yang beralamat di Gunung Kupang, Cempaka tersebut hanya menggunakan genset dengan daya terbatas. "Genset hanya bisa untuk operasional di kantor. Jadi tidak 24 jam, cuma dari pukul delapan pagi sampai empat sore," ujar Sumadi.

Selain terkendala listrik, TPA Regional yang melayani pembuangan sampah dari Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tanah Laut dan Barito Kuala itu juga masih kekurangan alat berat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kalsel Ikhlas menuturkan, saat ini baru ada dua alat berat yang beroperasi di TPA. Yaitu, ekskavator yang mereka pinjam dari Dinas Pertanian Kalsel dan loader dari Dinas LH Banjarbaru.

"Kami masih kekurangan satu unit ekskavator dan dozer, rencana mau meminjam ke Dinas LH Banjarbaru," tuturnya.

Dia menyampaikan, pihaknya terpaksa meminjam alat berat ke instansi lain. Karena, alat berat yang dijanjikan Kementerian LH belum kunjung datang. "Kami kira dibangunkan TPA include dengan alat beratnya, ternyata tidak," ucapnya.

Dengan alat berat seadanya, Ikhlas menyampaikan saat ini TPA harus melayani 100 ton lebih sampah setiap harinya. Yang datang dari Kota Banjarbaru dan Tanah Laut. "Sementara Kota Banjarmasin, Batola dan Banjar belum ada membuang," ujarnya.

Ditambahkannya, jika nantinya ke lima daerah yang tergabung dalam Banjarbakula tersebut seluruhnya mulai membuang sampah ke TPA Regional. Diperkirakan rata-rata 200 ton sampah akan mereka terima saban harinya. "Kapasitas TPA sendiri dapat menampung 275 ton sampah per hari," tambahnya.

Dia menuturkan, selama 2019 pembuangan sampah ke TPA Regional masih digratiskan dengan beban anggaran operasional dari APBD Kalsel. "Namun selanjutnya nanti akan diberlakukan tarif yang akan diputuskan sesuai kesepakatan bersama lima kabupaten/kota yang membuang sampah ke TPA," pungkasnya. (ris/ema)


BACA JUGA

Rabu, 23 September 2015 09:58

Gudang SRG Kebanjiran Gabah

<p style="text-align: justify;"><strong>MARABAHAN</strong> &ndash; Memasuki…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*