MANAGED BY:
SENIN
17 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Kamis, 11 April 2019 15:42
MUTUSIN ATAU DIPUTUSIN?
Defika Ayudya

PROKAL.CO, Kisah cinta memang selalu menarik untuk diceritakan atau dituliskan. Kenapa? Ya, cinta punya peran penting bagi manusia. Mau bagaimana lagi, kalau dianalogikan cinta itu seperti “kebutuhan pokok”.

Kok lebay? Karena kebutuhan pokok adalah hal terpenting yang wajib dimiliki manusia. Begitu juga dengan cinta. Hidup manusia tanpa cinta bagaikan biola tak berdawai.

Kali ini Radar Muda coba membagikan kisah menarik seputar asmara yang dialami sobat muda, dengan melontarkan pertanyaan cukup menohok. Pilih putus atau diputusin? Pertanyaan ini sontak membuat kaget kakak Defika Ayudya ketika di wawancarai, kemarin (10/4). Doi terdiam sekejap memikirkan jawaban tersebut.

“Aku pilih diputusin. Lebih baik orang yang mengakhiri dari pada nanti kalau aku yang memilih putus takut ada rasa menyesal suatu saat nanti,” jawabnya.

Berdasarkan pengalaman, pernah tidak diputusin pacar? “Sudah pernah diputusin. Alasannya sih simpel. Kata dia (mantan cowoknya, red) lagi males pacaran. Makanya saya diputusin,” ceritanya sambil mengingat-ingat.

Pernah nggak setelah putus sama pacar menagis, mengurung diri di kamar, sampai-sampai nggak mau makan seharian? “Cuma galau aja sih. Nggak sampai nangis. Soalnya, setelah putus langsung ada penggantinya,” kata mahasisiwi ULM itu.

Bisa dibilang kakak Defika ini pribadi yang tegar dan tidak terlalu ambil pusing dengan keputusan para lelaki untuk mengakhiri kisah asmara dengannya. Bagaimana tidak, secara fisik doi cantik, parasnya menarik pastinya masih banyak cowok yang antre ingin membahagiakan doi. Hehe.

Jawaban serupa muncul dari kakak Nisa Arianti. Gadis yang akrab disapa Ines itu lebih memilih diputusin ketimbang memutusin pacar. “Dulu saya sering mutusin pacar. Awalnya memang biasa aja tapi akhirnya nyesal juga,” katanya.

Dari situ Ines belajar dari pengalaman. Dan ia mulai menanamkan dalam mindset nya bahwa diputusin lebih baik daripada mutusin.

“Kan sekarang udah lama menjomlo. Dari situ, saya punya waktu berpikir yang panjang. Lebih baik mana antara mutusin atau diputusin. Dan saya sekarang lebih milih diputusin. Karena nggak mau menyesal lagi,” pungkasnya.

Mutusin atau diputusin memang pilihan yang sulit. Bahkan, kedua kata itu harusnya dihindari jangan sampai terlintas di benak orang-orang yang sedang menjalin asmara. Karena sejatinya “berpisah” bukanlah satu-satunya cara dalam menyelesaikan persoalan dalam asmara.

Seperti kata kakak Wira Miko, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Banjarmasin. Doi malah memberikan jawaban lain saat dilontarkan pertanyaan yang sama pada dirinya.

“Jika boleh, aku nggak milih di antara dua itu. Aku lebih memilih mempertahankan. Kita bukan kekanak-kanakan lagi, yang jika ada masalah sedikit, marah-marah. Setelah itu, memikirakan untuk putus. Seharusnya, kita belajar dari masalah-masalah yang pernah ada dan kita belajar bagaimana ke depan hubungan kita akan lebih baik lagi,”tutupnya.(mal/ema)


BACA JUGA

Rabu, 07 Oktober 2015 07:14

Blender Hancurkan Narkotika

<p style="text-align: justify;"><strong>BANJARMASIN</strong> - Bak membuat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*