MANAGED BY:
SENIN
17 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE
Jumat, 12 April 2019 12:08
Watch out, It's Cyberbullying!
Alya Zanina

PROKAL.CO, "Saya suka gobl*knya alami, nggak dibuat-buat"-unknown.

----

Hayo, siapa yang pernah menulis begitu di laman komentar Medsos? Tahukah sobat muda, kalimat menusuk seperti itu masuk dalam kategori cyberbullying lho.

Cyberbullying artinya penindasan dunia maya (Dumay). Merupakan segala bentuk kekerasan yang terjadi di media sosial. Bentuknya seperti mengejek, menghina dan mengintimidasi.

Parahnya lagi, hingga terang-terangan mempermalukan seseorang di depan warganet. Seperti posting foto jelek seseorang, atau menyerangnya langsung lewat direct message (DM).

Serangan DM ini justru bisa jadi masalah baru. Apalagi jika menyerang orang yang justru punya power buat melawan. Seperti awal mula kasus Audrey yang sedang viral ini. Di mana sang kakak terlibat perang di Medsos dengan salah satu pelaku. Berujung pada pertengkaran hingga kekerasan fisik.

Nggak hanya di laman komentar, cyberbullying juga bisa terjadi secara personal. Seperti dengan sengaja membuat sindiran. "Self esteem menjadi salah satu penyebabnya," ungkap Kak Iga Serpianing Aroma, CEO of EGO Psychology & Educational Service Banjarbaru.

Self esteem adalah bagaimana seseorang menghargai diri sendiri. Orang dengan self esteem rendah akan cenderung susah menilai dirinya secara positif. Sehingga akan sulit juga baginya menjalin hubungan positif dengan orang lain.

Faktor kedua, yaitu tanggung jawab sosial dan kesadaran diri. Hal ini penting, biar enggak seenaknya berkomentar. Seseorang akan lebih berani beradu argumen di Medsos karena tidak bertemu langsung. Jika Sobat Muda salah satunya, yuk perlahan ubah perilaku.

Kurangnya kemampuan sosial jadi faktor terakhir cyberbullying. Kemampuan ini penting banget lho. Buat mengendalikan emosi dan rasa empati pada orang lain. "Penelitian menunjukkan, pelaku bullying biasanya punya social skill yang rendah," bebernya.

Kebiasaan buruk cyberbullying ini pun disadari M Ricky (20). Seperti, komentar di akun-akun humor dan figur publik yang ia lihat. "Banyak banget kalimatnya yang kasar sampai memicu reaksi warganet," ujarnya.

Mahasiswa ULM itu sendiri lebih memilih nggak ikut-ikutan. Katanya sih, biar enggak ketularan pikiran negatif. "Kalau pengin banget komentar, ya pikirkan dahululah bagaimana pasnya, biar orang lain enggak tersinggung," pungkasnya. (tia/ema)


BACA JUGA

Rabu, 07 Oktober 2015 07:14

Blender Hancurkan Narkotika

<p style="text-align: justify;"><strong>BANJARMASIN</strong> - Bak membuat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*