MANAGED BY:
SELASA
16 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Minggu, 14 April 2019 07:36
Melihat Fenomena Hujan es di Desa Kunyit Tanah Laut: Ternyata Bukan yang Pertama
HUJAN ES: Hujan disertai angin membuat butiran es menerjang beberapa rumah di Jalan Atilam Desa Kunyit Kecamatan Bajuin. | Foto: Ardian Hariansyah / Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Fenomena hujan es  terjadi di Desa Kunyit Kecamatan Bajuin Kabupaten Tanah Laut (Tala), kemarin. Meski mengejutkan, hujan es ini ditengarai bukan yang pertama kali terjadi di desa ini.

----------------

"Sudah pernah tujuh tahun lalu," ucap  Itah (35) warga Jalan Atilam RT 5 Desa Bajuin, Sabtu (13/4) kemarin.  Itah mengaku  hujan es yang terjadi kemarin siang sekitar pukul 13.30 Wita itu berbeda dengan tujuh tahun yang lalu. Saat itu, hujan es itu tidak disertai guyuran hujan, namun hanya angin dan hujan es. 

" Yang kemarin siang, angin dan hujan lebat," jelasnya. Dia menambahkan hujan es yang terjadi berlangsung sekitar setengah jam. Jika dibandingkan waktunya, lebih lama dibandingkan dengan tujuh tahun lalu.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor, Bayu Kencana Putra memastikan bahwa hujan es yang menghebohkan masyarakat tersebut bukan rekayasa. "Iya, itu memang hujan es," katanya kepada Radar Banjarmasin.

Dia menjelaskan, peristiwa langka itu terjadi karena adanya proses konveksi atau pemanasan vertikal pembawa uap air yang mengakibatkan terbentuknya butir-butir awan berupa es. "Kalau proses konveksi tambah kuat, maka awan semakin tebal dan komponen es semakin besar," jelasnya.

Ditambahkannya, fenomena langka itu biasanya terjadi pada masa transisi atau pancaroba. Baik dari musim kemarau ke musim hujan ataupun sebaliknya. "Hujan es terjadi pada saat hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang dengan durasi singkat," tambahnya.

Sementara hujan yang terjadi di wilayah Bajuin sendiri menurutnya hanya bersifat lokal. Selain didukung adanya konveksi kuat, juga dipengaruhi oleh konvergensi atau mengumpulnya massa udara di suatu daerah yang membantu pembentukan awan tebal di wilayah sekitar Kalimantan Selatan dan Tengah.

"Akibat konvergensi ini, cuaca ekstrem tidak hanya terjadi di wilayah Tanah Laut. Tapi juga hampir di semua daerah di Kalsel," ungkap Bayu.

Berdasarkan pantauan Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor,dia menyebut, hujan sedang sampai lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang terjadi di wilayah Kabupaten Banjar, Banjarmasin, Batola, Banjarbaru, Tanah Laut, HSU, Tapin dan HST.

Secara terpisah, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Wahyuddin membenarkan bahwa cuaca ekstrem terjadi di sejumlah daerah. "Di Tanah Laut, bahkan ada hujan es dan angin kencang," ujarnya.

Meski begitu, dia menyampaikan, sejauh ini tak ada laporan adanya korban yang diterima BPBD Kalsel. “Kami menunggu laporan, tapi sampai saat ini tidak ada korban jiwa. Mudah-mudahan jangan sampai ada,” pungkasnya. (ard/ris/ay/ran)


BACA JUGA

Selasa, 16 Juli 2019 11:50

Istri Sempat Keberatan, Penyelamat Buah Langka ini Akhirnya Dapat Kalpataru

Dedikasi Mohamad Hanif Wicaksono dalam menyelamatkan buah lokal dan langka…

Senin, 15 Juli 2019 11:07

Mohamad Hanif Wicaksono, Pahlawan Buah-Buahan Lokal dari Balangan

Namanya Mohamad Hanif Wicaksono. Usianya masih relatif muda, 36 tahun.…

Senin, 15 Juli 2019 10:31

Laporan dari Panggung Terbuka Bachtiar Sanderta

Sembilan grup tari asal Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Hulu Sungai Selatan,…

Minggu, 14 Juli 2019 10:29

Normanto, Kades Karya Maju dan Mimpi Agrowisata Anggurnya

Hidup sebagai warga transmigrasi di desa, membuat Kades Normanto harus…

Sabtu, 13 Juli 2019 12:24

Bawa Kuyang, SMKN 2 Barabai Tembus ke Pentas Nasional

Kuyang, adalah folklor. Tapi cerita tentangnya mampu mengantarkan Miftahul Jannah,…

Jumat, 12 Juli 2019 11:12

Orang Tua Tak Punya Biaya, Tubuh Sudah Ditumbuhi Jamur

Jika anak remaja lainnya bermain dengan teman sebayanya, Siti Sarah…

Kamis, 11 Juli 2019 13:58

Kisah Pasangan Tunanetra di Banjarbaru Perjuangkan Anak Bersekolah Negeri

Ini kisah pilu pasangan tunanetra di Banjarbaru, Fahmi, 41, dan…

Kamis, 11 Juli 2019 10:40

Cerita Pilu dari Kuin Kecil: Penantian Panjang Penderita Atresia Ani

Di Kuin Kecil ada cerita pilu. Seorang bocah empat tahun…

Rabu, 10 Juli 2019 11:15

Banua Local Pride, Geliat Anak Muda Kalsel mengenalkan Brand Lokal

Berbisnis di industri yang sama. Sekumpulan anak muda Banua membentuk…

Selasa, 09 Juli 2019 12:08

Pernah Nekat Melaut saat Pasang, Terapung di Laut Empat Hari

Beberapa hari terakhir gelombang di perbatasan Selat Makassar lumayan tinggi.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*