MANAGED BY:
SENIN
17 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Senin, 15 April 2019 08:43
Melestarikan Wadai Khas Banjar
Melestarikan kue (wadai) khas Banjar, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Banjarmasin menggelar Dialog Budaya Wadai Banjar di Rumah Anno, Siring Piere Tendean Banjarmasin, kemarin (14/4) pagi.

PROKAL.CO, BANJARMASIN - Melestarikan kue (wadai) khas Banjar, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kota Banjarmasin menggelar Dialog Budaya Wadai Banjar di Rumah Anno, Siring Piere Tendean Banjarmasin, kemarin (14/4) pagi.

Dialog ini bertujuan selain mempertahankan tradisi dan mebahas keragaman dan keistimewaan wadai Banjar. Juga mempertahankan tradisi wadai Banjar yang sudah ada sejak lama dan menjadi peninggalan nenek moyang Banjar.

Selain berdialog tentang wadai Banjar, ditampilkan pula 41 macam wadai Banjar. Usai acara, Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina mengatakan, digelarnya kegiatan ini merupakan langkah awal untuk memperkenalkan istilah 41 macam wadai khas Banjar yang kini dikembangkan menjadi 80 macam.

“Sekarang wadai Banjar sudah berkembang. Bahkan dijadikan oleh-oleh,” kata Ibnu.

Dia berharap, warisan nenek moyang ini bisa terus dikembangkan, sehingga wadai Banjar ini tak hilang bahkan semakin dikenal. “Sebentar lagi memasuki bulan Ramadan, kita semua harus mempromosikan wadai khas Banjar di pasar Ramadan nanti,” cetusnya.

Wadai Banjar sebutnya, berbeda dengan yang lain, selain memiliki kekhasan. Juga tanpa menggunakan bahan pengawet. “Ini bedanya dengan kue-kue modern sekarang,” tutupnya.

Kembali ke acara diskusi. Kepala bidang Kebudayaan, Fatimah Adam menyampaikan keinginannya kedepan untuk bisa membuat wadai Banjar tetap awet yang bisa dijadikan oleh oleh dengan waktu lama. “Kalau sekarang, kebanyakan wadai basah cuma tahan satu hari saja,” janji Fatimah.

Dalam diskusi kemarin, juga dibahas bagaimana caranya wadai Banjar dapat bertahan lama meski tetap menggunakan bahan alami dan tetap mengedepankan unsur tradisionalnya. Khairunnisa, salah seorang peserta diskusi menyambut baik kegiatan ini. Menurutnya selain bermanfaat juga menambah pengetahuan.

“Kita lebih banyak mendapat ilmu. Dengan kegiatan seperti ini, kreasi menciptakan wadai khas Banjar yang baru pun didapat,” pungkasnya. (mr-154/ema)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*