MANAGED BY:
SABTU
25 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Senin, 22 April 2019 17:53
Wawancara dengan Sulaiman Umar, The Rising Star dari Pagatan
Borong Suara dengan Kampanye Gaya Baru
Sulaiman Umar, kelahiran Pagatan itu pun menjadi rising star baru di Banua.

PROKAL.CO, Ia tepat berusia 37 tahun, sehari sebelum Pemilu digelar. Perolehan suaranya di banyak titik mengalahkan suara petahana. Sulaiman Umar, kelahiran Pagatan itu pun menjadi rising star baru di Banua.

---

Sabtu (20/4), Radar Banjarmasin berkesempatan melakukan wawancara, eksklusif dengan Sulaiman. Pemuda yang lahir di Pagatan ini bersedia meluangkan waktunya.

Sebelumnya, Radar Banjarmasin pernah bertemu di Kotabaru. Di masa kampanye. Waktu itu ia berorasi di hadapan warga nelayan OPIN (Organisasi Pedagang Ikan dan Nelayan) Kotabaru.

Sosoknya tinggi. Penampilan rapi. Sering tersenyum ketika berbicara. Deretan giginya bersih. Dari visual ia memang unggul dibanding beberapa petahana yang berlaga di DPR RI.

Cara berbicara Sulaiman cepat, kalimatnya runut, suaranya ringan. Sebagai seorang dokter, tentu sudah terbiasa memberikan paparan kepada orang. Gaya Sulaiman menarik simpati, mengingatkan gaya seorang dokter mempengaruhi pasiennya untuk tidak merokok.

Perolehan suara Anda cukup mengejutkan sebagai pendatang baru, bahkan dari data yang kami terima sementara, Anda mampu mengalahkan petahana. Tanggapan Anda?

Pastinya, sangat gembira dan bersyukur melihat perolehan suara sementara ini. Kami berharap, suara kami terus meningkat. Dari data internal, memang kami unggul dibanding caleg lain

Apakah perolehan suara maksimal itu dihasilkan dengan cara membeli suara oknum rakyat?

Anggapan itu sama sekali tidak benar.

Lalu bagaimana Anda mendapatkan suara signifkan, bahkan di daerah-daerah yang bukan kantong suara Anda seperti Banjarmasin?

Semua ini karena dukungan tim di lapangan yang menurut saya luar biasa. Ada tim yang namannya Tim Bece-bece, mereka anak-anak muda, bergerak tidak kenal lelah. Ada juga Tim Mobling Man. Mobling Man (Mobil Keliling Sulaiman) sangat membantu saya maksimal bertemu dengan warga. Saya bisa kampanye di empat titik sekaligus dalam waktu bersamaan.

Saya punya tiga mobil itu. Di dalam mobil ada TV-nya. Di layar TV, warga bisa menonton video-video saya. Bahkan ada video yang diolah begini: warga bertanya dan langsung dijawab oleh saya melalui video. Pertanyaan-pertanyaan itu sudah disiapkan lebih dulu. Anak-anak muda sekarang pandai-pandai membuat hal yang kreatif lewat teknologi.

Jadi misalnya hari ini saya kampanye di Kotabaru, tapi tiga Mobling Man di titik-titik lain. Jadi dalam sehari saya bisa kampanye di banyak titik sekaligus. Tidak ada di Banua memakai metode ini. Ridwan Kamil di Jawa Barat juga pakai tim mobil.

Efektifkah tim mobil itu?

Sangat efektif. Karena kinerja tim di mobil itu merepresentatifkan kehadiran saya. Ada tes kesehatan, pemeriksaan dan pengobatan gratis. Manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

Mobling Man bisa diartikan sebagai pengganti sosok diri saya sebagai seorang dokter. Tim di Mobling Man adalah rekan-rekan muda saya. Mereka tahu persis siapa saya. Sehingga mereka mudah menyampaikan siapa saya ke masyarakat.

Dalam setiap tatap muka, saya selalu menerapkan metode dialog. Jadi ada interaksi. Itu penting, sehingga pikiran masyarakat bisa saya tangkap. Dan sebaliknya, mereka akan tahu bagaimana saya, bagaimana pikiran saya.

Tetapi suara Anda sangat mengejutkan raihannya. Apakah hanya karena Mobling Man?

Tentu saja tidak. Saya juga menyasar para pemilih muda, yang mayoritas saya pikir tidak banyak tahu sosok Caleg DPR RI. Padahal antusias mereka ikut ke TPS tinggi, cuma hanya untuk memilih Capres. Untuk Caleg mereka tidak terlalu mahfum.

Saya kemudian menyusun video-video ringan dan lucu. Seperti punya partai PSI. Tapi punya saya kontennya bukan lelucon absurd.

(Ia lantas memperlihatkan video-videonya. Di salah satu video, Sulaiman ekspresif menyampaikan kalimat: kesehatan itu selalu dirindukan lho kalau kita sudah kehilangannya, begitu juga dengan mantan.)

Konten begini kami sebarkan melalui anak-anak muda dan remaja.

Apakah Anda memanfaatkan kelebihan fisik Anda, untuk menarik simpati milenial melalui video itu?

(Sulaiman terkekeh.)

Makanya saya rajin olahraga menjaga tetap bugar. Karena kalau kita lesu dan butek, bagaimana mau enak dilihat orang.

Saya sangat terbantu dengan konsep-konsep video yang dibuat anak-anak muda itu. Ini yang saya lihat tidak dimainkan Caleg lainnya. Konten kreatif.

Pemanfaatan media elektronik itu membuat saya dikenal di seluruh wilayah Dapil Kalsel 2. Kotabaru, Tanah Bumbu, Tanah Laut, Banjarbaru dan Banjarmasin.

Selain itu, apa lagi yang membuat Anda berhasil meraup suara sedemikian?

Nomor urut satu yang diberikan partai, sangat membantu saya di lapangan. Memudahkan para pendukung Capres kosong satu menemukan nama dan nomor urut saya di lembar Caleg DPR RI.

Saya akui, nomor itu sangat penting kemudian di lapangan. Ini juga menjadi salah satu faktor saya mampu meraup suara di basis-basis pendukung Jokowi. Seperti misalnya di pesisir Kotabaru. Saya selalu ucapkan satu satu. Banua sehat banua bersatu.

Anda ini dokter, Dirut RS Marina Permata. Penghasilan tentu di atas rata-rata. Sudah mapan. Mengapa Anda maju ke kancah politik menuju Senayan?

Pertama, saya memang menerima tawaran dari rekan-rekan. Utamanya rekan di Parpol. Jujur, lama tawaran itu saya pertimbangkan. Karena benar, saya sudah mengabdi selama jadi dokter. Ribuan pasien sudah saya tangani. Ratusan orang saya berdayakan di rumah sakit saya.

Saya kemudian meminta pendapat ke orang tuanya (Umar Siddiq). Keluarga merestui. Keluarga besar saya juga mendukung. Akhirnya saya pun memantapkan diri maju ke politik.

Ketika saya turun ke lapangan bertemu warga, mulai dari pulau terluar yang sunyi di Kotabaru sampai ke kota padat di Banjarmasin, saya sadar, apa yang saya capai selama ini masih jauh sekali.

Fakta kondisi masyarakat di lapangan membuat saya semakin semangat. Ternyata masih kurang sekali apa yang saya perbuat selama ini.

Saya dan tim, hampir tidak berhenti bertatap muka dengan warga. Dari satu desa ke desa lain. Istri saya, di tengah kesibukannya mengurus anak terus setia mendampingi.

Sekadar diketahui, istri Sulaiman adalah adik dari pengusaha terkenal asal Tanah Bumbu Andi Syamsuddin Arsyad, Nor Andi Arina Wati Arsyad. Arina memang terlihat aktif mendampingi suaminya ketika kampanye di lapangan.

Jika nanti Anda duduk di Senayan, bagaimana cara Anda mewujudkan visi dan misi?

Pertama dulu, yang perlu diketahui publik. Anggap saya ada takdir ke Senayan, penting sekali tetap membangun komunikasi dengan semua konstituen saya di Banua.

Saya akan menjalin relasi dengan pemerintah pusat. Melakukan lobi-lobi anggaran dan kebijakan, untuk kepentingan masyarakat Banua.

Infrastruktur katanya menjadi salah satu fokus perjuangan saya. Warga tidak akan bisa menikmati pelayanan kesehatan yang merata kalau infrastrukturnya belum merata juga.

Sudah sering saya mendengar keluhan para petugas kesehatan di desa-desa. Tentang sulitnya akses menemui warga di pedalaman. Infrastruktur salah satu syarat untuk menjamin pemerataan layanan kesehatan dan pendidikan di Banua kita.

Saya akan terus membina peran anak muda dan milenial di Banua. Kekuatan milenial di bidang teknologi informasi akan kami dorong ke arah yang produktif. Saya pribadi akan menjalin komunikasi intens dengan para pemimpin di daerah untuk fokus ini.(zal/ema)


BACA JUGA

Kamis, 23 Mei 2019 15:01
Mengikuti Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Lapas Banjarbaru

Berderai Air Mata, Ratusan Napi Teringat Keluarga

Ratusan napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Banjarbaru berkumpul.…

Kamis, 23 Mei 2019 09:48

Kisah Kerusuhan 23 Mei: Telepon Guru Sekumpul Bikin Karno Tenang

Peristiwa itu masih melekat kuat di ingatan H Karno. Pria…

Rabu, 22 Mei 2019 12:54
Berkunjung ke Eks Bangunan Rumah Sakit Paru dr H Andi Abdurrahman Noor di Batulicin

Tak Terawat, Mulai Jadi Sumber Cerita Angker

Eks bangunan rumah sakit Andi Abdurrahman Noor ini sudah tidak…

Senin, 20 Mei 2019 11:38
Tradisi Bapapai, Mandi di Malam Pertama bagi Trah Ulu Benteng

Yang Menghindari Tradisi ini Bisa Gila

Mau jadi penganten di Ulu Benteng, Batola harus siap mental.…

Minggu, 19 Mei 2019 10:22

Berbincang dengan Guru Haji Abul Hasan Desa Gadung Keramat Bakarangan

Desa Gadung Keramat Kecamatan Bakarangan dari dulu terkenal akan banyaknya…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:54
Melihat Tradisi “Tempur Meriam” di Hulu Sungai Tengah

Rayakan dengan Dentuman untuk Pupuk Kebersamaan

Setiap Ramadan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah selalu menjadi ajang pertempuran…

Jumat, 17 Mei 2019 11:38
Berbincang dengan Nelayan Tanjung Selayar di Musim Tenggara

Jangankan Baju Baru, Buat Makan Saja Susah

Angin tenggara berembus kencang. Pondok Ahmad di tepi pantai bergetar…

Kamis, 16 Mei 2019 12:21
Ustaz Muhammad Kasim, Pengajar Alquran di Pegunungan Meratus HST

Ajarkan Alquran Sambil Memasak, Jadikan Santri Sebagai Keluarga

Tak rela menyaksikan sebuah surau di atas pegunungan terbengkalai, Muhammad…

Rabu, 15 Mei 2019 15:41
Pengasuh Ponpes Tarbiyatul Furqan, Cetak Para Pendakwah Tangguh

Ratusan Ustaz Dikirim ke Desa Terpencil sampai Perkotaan

Tinggal sedikit pesantren yang memiliki misi untuk mencetak para dai…

Selasa, 14 Mei 2019 12:31
Ustaz Muhammad Fahrianor Syahdan, Salah Satu Pendakwah Muda di Kabupaten HSS

Selipkan Humor Saat Bertausiah

CERAMAH atau tausiah tak melulu dibawakan dengan serius, adakalanya penceramah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*