MANAGED BY:
SABTU
25 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Rabu, 24 April 2019 13:57
SMK PP Negeri Banjarbaru
SMKPP N Banjarbaru Ikuti Millenial Debate: Be Job Seeker Or Job Creator
Salah Satu kegiatan dalam Millennial Indonesian Agropreneurs (MIA) adalah kegiatan Millennial Debate dengan tema Be Job Seeker Or Job Creator. | Foto: Humas SMKPP Negeri Banjarbaru for Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, Bogor, (22/4/2019) – Salah Satu kegiatan dalam Millennial Indonesian Agropreneurs (MIA) adalah kegiatan Millennial Debate dengan tema Be Job Seeker Or Job Creator. Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan di pusat perbelanjaan Botani Square,Bogor,Jawa Barat pada pukul 19:00 s/d selesai.

Pada lomba debat itu, SMKPP N Banjarbaru mengirimkan 1 orang wakilnya yaitu Enny Widia Grapela (Siswa kelas XI Perkebunan B), di debat itu Enny berpartner dengan wakil dari SMK-PP Negeri Kupang,

Pada lomba tersebut Tim debat Enny harus melawan peserta dari SMK-PP Negeri Kediri dan SMK-PP Negeri Tegalampel. Mereka harus dapat membuat argumen dan tentunya mempertahankan argument yang mereka buat dari tim lawannya.

Menurut enny, pada lomba itu, dia menekankan, ““Dengan uji kompetensi dan kegiatan kewirausahan,siswa siswi lulusan SMK-PP harus dapat menjadi seorang Job Creators dan mampu membuat suatu lapangan pekerjaan yang nantinya diharapkan mampu membantu dan bermanfaat bagi banyak orang”, Katanya.

Kegiatan Millennial Debate ini diselenggarakan dengan tujuan melatih kepercayaan diri dan melatih untuk berfikir kritis dalam menanggapi kondisi dari pertanian Indonesia saat ini, sehingga siswa harus benar-benar mengusai materi.

Masalah pertanian yang diangkat Enny kali ini berkaitan dengan pertambangan, “Wirausaha dalam bidang pertanian kedepannya  diharapkan mampu berkembang menjadi lebih banyak,mengingat saat ini pertanian memiliki banyak saingan seperti pertambangan”, Jelasnya.

“Pertambangan menjadi salah satu saingan terbesar pertanian,dibeberapa daerah seperti Samarinda itu dulunya merupakan daerah yang subur untuk komoditas padi,tapi semenjak pertambangan masuk sektor pertanian ditempat itu menjadi menurun, Ujarnya.

“Produksi padi terus menurun karena lahan yang dulunya ditanami menjadi lokasi pertambangan dan unsur hara tanah yang telah terganggu.Hal ini menjadi faktor pendorong yang kuat untuk menjadi seorang Job Creator Agropreneur”, Ungkapnya.

Walaupun lomba ini tanpa mengambil juara, namun siswa pertanian juga harus peka terhadap masalah kondisi pertanian di Indonesia serta tentunya mempunyai keinginan untuk menjadi wirausahawan muda di bidang pertanian. (wd/ema)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
* OTg2QLrkV35DwKqpyCBG.jpg