MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

RAGAM INFO

Kamis, 25 April 2019 09:08
FKIP ULM Gencar Kenalkan Tari Kelinci
Pemandangan tak biasa di Kampus FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM), kemarin (24/4) pagi. Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP) menggelar Festival Tari Kelinci, untuk pertama kalinya di Kalsel.

PROKAL.CO, Pemandangan tak biasa di Kampus FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM), kemarin (24/4) pagi. Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan (PSP) menggelar Festival Tari Kelinci, untuk pertama kalinya di Kalsel.

Festival itu dikemas dalam bentuk perlombaan Tari Kelinci. Diikuti oleh enam tim, dari lima Sekolah Dasar di Banjarmasin.

Tiap tim beranggotakan 4-7 anak. Masing-masing menunjukkan kepiawaiannya menarikan jenis tari baru itu. Dengan mengenakan kostum mirip kelinci. Keseruan juga berlanjut di penghujung acara. Ratusan mahasiswa PG PAUD dan para peserta lomba menari bersama.

SDN Teluk Dalam 3 keluar sebagai juara pertama. Disusul SDN Alalak Tengah 1 di posisi kedua dan SD IT Hunafa sebagai juara tiga. Masing-masing tim mendapat trofi, piagam, uang pembinaan, bingkisan dan souvenir.

"Acara yang bagus untuk mengasah kecerdasan, kreatifitas dan kepercayaan diri anak," ucap Lia Rahma Relawati, pembina kelompok tari SDN Teluk Dalam 3.

Tari Kelinci sendiri merupakan tari kreasi baru. Memang ditujukan untuk anak-anak kisaran PAUD hingga SD.

Tak sembarang melenggang, tarian ini merupakan hasil riset Edlin Yanuar Nugraheni. Yang sekarang menjabat sebagai Ketua Prodi PSP FKIP ULM.

Diciptakan atas dasar keresahan, 2006 silam. Kala itu, Edlin melakukan penelitian. Tentang fenomena menurunnya prestise tarian anak-anak. Yang perlahan berganti ke tarian modern. Dan cenderung tak sesuai dengan usianya.

Rasa prihatin itu membawanya untuk giat mencari tahu. Tentang sesuatu yang dekat dengan dunia anak-anak.

"Hasil observasi menunjukkan bahwa anak-anak itu dekat sama hewan, kelinci salah satunya," tutur Hana Nova Astuty, Ketua Pelaksana Festival Tari Kelinci.

Penelitian berlanjut. Kali ini menelaah gerak-gerik hewan bertelinga panjang itu. Dua diantaranya, meloncat-meloncat, kedua tangan rapat ke depan.

Ciri khas kelinci ini dituangkan ke dalam gerakan tari. Bersama dengan banyak jenis gerakan lainnya. Tarian itu dipatenkan.

2007, tari itu mulai diterapkan sebagai mata kuliah. Khususnya untuk Pendidikan Guru PAUD S-1.

Tari ini juga masuk dalam kurikulum pembelajaran di Prodi PSP, sejak 2018 lalu. Sebagai mata kuliah Tari Pendidikan Dasar. Hanna pun ditunjuk sebagai pengampu matkul tersebut.

Lewat festival ini, Hanna berharap agar tarian anak-anak kembali berjaya. "Agar mereka bisa belajar tarian yang memang sesuai dengan usia perkembangannya," ucapnya.

Upaya mengenalkan tari kelinci tak habis sampai di festival itu. Para mahasiswa PSP, PG PAUD, guru-guru di sekolah menjadi ujung tombak program ini. "Semoga Tari Kelinci semakin berkembang lagi, dengan bantuan para mahasiswa dan guru-guru di sekolah," pungkas Hanna. (tia/ema)


BACA JUGA

Kamis, 24 September 2015 23:03

Ada Presiden, Pengamanan Ketat, Antre Panjang, Ratusan Jemaah Tak Bisa Salat

<p><strong>LANTARAN</strong> dihadiri oleh orang nomor satu di Indonesia pengamanan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*