MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Kamis, 25 April 2019 09:50
Kerajinan Banua Dibawa ke Jakarta
DILIRIK: Produk kerajinan asal Kalsel dipamerkan dan dipasarkan saat The 21st Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT 2019) yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC). | FOTO: DEKRANASDA FOR RADAR BANJARMASIN.

PROKAL.CO, BANJARBARU – Sebanyak 14 instansi dari berbagai pemerintah kabupaten/kota, provinsi, dan sebuah perusahaan dari Kalsel mengikuti ‘The 21st Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT 2019) yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta.

Dalam acara yang digelar pada 24 – 28 April 2019 itu, berbagai produk kerajinan asal Kalsel dipamerkan dan dipasarkan. Selain kerajinan berbahan bambu, purun, kayu, ilung atau eceng gondok dan bamban, Kalsel juga membawa batu permata dan kain sasirangan.

Kalsel yang rutin mengikuti ‘INACRAFT’, kali ini diharapkan mampu menembus pasar kerajinan hingga ke manca negara dan menjadi ikon pada helatan tahun berikutnya.

Tahun ini, dalam ‘INACRAFT 2019’ Kalsel diwakili  Dekranasda Provinsi Kalsel, Dinas Perindustrian Provinsi Kalsel, Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Pemko Banjarbaru, Pemko Banjarmasin, Dekranasda (Tapin, Banjar, Banjarmasin, Pemko Banjarmasin, Balangan, Batola, Tanah Laut, dan Hulu Sungai Selatan), dan Adaro Indonesia.

Menurut Ketua Badan Pengurus Daerah Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (Asephi) Provinsi Kalsel, Galuh Saly, melalui ‘INACRAFT 2019’, Kalsel bisa memberdayakan sumber daya pengrajin dan meningkatkan kualitas produk kerajinan-kerajinannya.

“Yang juga penting adalah kegiatan ini diharapkan berdampak positif terhadap regenerasi pengrajin, pelestarian kearifan lokal, dan keberlanjutan sumber daya alam yang menjadi sumber inspirasi dan bahan kerajinan,” ujar Galuh Saly di Banjarbaru, Senin (22/4).

Anyaman dari Kalsel, ujar Galuh Saly, selain memiliki karakter yang khas dan kuat, juga bernuansa sangat etnik, sehingga diyakini mampu bersaing dengan kerajinan dari daerah lain yang sama-sama mengikuti ‘INACRAFT 2019’. “Tinggal kemudian bagaimana hal itu dikelola lebih serius dan berkelanjutan, dengan memerhatikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Suzane Thalib, Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Sumber Daya Manusia Asephi Kalsel, ‘INACRAFT 2019’ diyakini akan membuka peluang bagi kerajinan asal Kalsel. Apalagi transaksi, akses pasar dan modal, biasanya akan terbuka dalam event besar itu.

“Tahun lalu misalnya, Sumatera Selatan melalui satu produk andalannya (songket) berhasil memecahkan rekor transaksi satu booth (gerai). Seperti visi dan misi Asephi, Kalsel terus berusaha memerluas jaringan, sehingga ke depan kerajinan kita makin baik dan mendunia.”

Keikutsertaan Kalsel dalam ‘INACRAFT 2019’, ujar Suzane Thalib, dalam rangka meningkatkan mutu penampilan produk-produk kerajinan Kalsel dengan fokus orientasi pada event untuk mempromosikan produk unggulan yang variatif, inovatif, dan fungsional.

“Semua dilakukan tanpa meninggalkan sisi edukatif dan memerhatikan trend yang sedang berkembang di masyarakat serta memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global.”

Saban tahun ikon dan tema yang diusung dalam ‘INACRAFT’ selalu bergantian dan menarik. Kali ini ‘INACRAFT 2019’ mengusung Monumen Nasional (Monas) sebagai ikon utama dengan tema ‘Jakarta Enjoyable Multicultural Diversities’.

“Kita berharap di tahun mendatang Kalsel yang menjadi ikon utama,” ujar Suzane Thalib. (ist/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*