MANAGED BY:
RABU
19 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Rabu, 01 Mei 2019 15:09
Warga Dayak Kecewa, Uang Ganti Rugi Belum Dibayar
SIKAP: Tokoh adat masyarakat Dayak Kabupaten Tapin yang ikut rapat sosialisasi UGR saat diwawancarai. | Foto: Rasidi Fadli/Radar Banjarmasin

PROKAL.CO, RANTAU - Pembangunan bendungan yang merupakan proyek sterategis nasional (PSN) di Kecamatan Piani Kabupaten Tapin, sampai saat ini tersisa masalah. Pasalnya masih ada warga yang belum menerima uang ganti rugi tahap ke-3. 

Bahkan, saat rapat sosialisasi pembayaran uang ganti rugi (UGR) yang berlangsung di Aula Kabinet, Senin (29/4), beberapa warga memilih keluar atau walk out dari ruangan, karena mereka belum mendengar kepastian kapan uang ganti rugi dibayar.

"Kami kecewa, karena saat rapat berlangsung belum menerima kepastian kapan uang ganti rugi bisa diterima," ucap Yandi warga Pipitak Jaya Kecamatan Piani kepada Radar Banjarmasin.

Menurut Yandi warga Desa Pipitak maupun warga Desa Harakit menginginkan uang ganti rugi bisa dicairkan pada bulan Mei, karena warga sudah bosan menunggu.

"Alasannya kami sudah beberapa kali mendengar bahwa uang ganti rugi tahap ketiga akan cair, tapi sampai saat ini belum ada," paparnya.

Lanjut Yandi, sekarang ini pembangunan bendungan sudah mencapai 80 persen. Karena itulah warga takut kalau sewaktu bendungan jadi nanti, uang ganti rugi tidak cair. "Itulah kami desak, agar Mei ini bisa cair," paparnya.

Tidak berbeda dengan Yandi, Kaspul Anwar yang juga sebagai penasehat Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Tapin menambahkan bahwa seandainya tidak dibayar pada bulan Mei ini, masyarakat akan mengancam untuk menutup akses pengerjaan bendungan Pipitak Jaya.

"Sekarang ini atau sekitar lima hari lalu akses jalan menuju lokasi pembangunan bendungan sudah kami tutup," ucapnya.

Tambah tokoh masyarakat ini, penutupan yang pihaknya lakukan tidak semata-mata ingin menghalangi pembangunan bendungan, tetapi masih ada hak masyarakat yang belum terpenuhi.

"Mengingat kami mendengar isu pembangunan bendungan Riam Kanan masih belum ada yang belum dibayarkan, jadi kami takut itu terjadi di sini," katanya yang memberitahukan bahwa ada 330 bidang tanah yang belum di ganti rugi.

Asisten Pemerintah dan Kesra Setda Tapin, M Yunus mengatakan bahwa pemerintah daerah terus mengawal dan membantu hingga terselesaikan masalah pembayaran ini. "Jadi, masyarakat harap bersabar," katanya yang mengatakan untuk pembangunan bendungan pengerjaan sudah 80 persen.

Lanjut Yunus, keterlambatan pembayaran ini karena ada beberapa berkas atau administrasi dari masyarakat yang belum lengkap.

"Namun sekarang sudah lengkap, tinggal musyawarah kemudian akan dibawa ke LMAN (Lembaga Manajemen Aset Negara), dan saya sendiri yang akan mengawal dan melobi pemerintah pusat, agar dana cepat cair," janjinya. 

Sementara Kepala SNVT Pembangunan Bendungan BWS Wilayah Kalimantan II, Yosiabdi Radi mengungkapkan untuk masyarakat rencananya akan dilaksanakan tanggal 9 Mei ini.

"Setelah musyawarah selesai akan ada berita acara dan validasi yang kemudian akan dikirim ke Kementerian Keuangan untuk diajukan pembayaran," bebernya.

Pembangunan bendungan di Tapin sendiri masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) Kementerian PUPR. Sekarang, pembangunan sudah hampir selesai. Proyek ini dimulai sejak 2015 lalu dan dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2018.

Pembangunan bendungan tersebut akan menenggelamkan dua desa yang ada di Kecamatan Piani Kabupaten Tapin, yakni Desa Pipitak Jaya dan Desa Harakit. (dly/ema)


BACA JUGA

Rabu, 19 Juni 2019 17:36
Pemkab Tabalong

Bupati Sebut Profesi Penyuluh Terbelakang

TANJUNG – Bupati Tabalong H Anang Syakhfiani menjadi narasumber dalam…

Rabu, 19 Juni 2019 15:50
Pemkab Tabalong

Pamerkan Keberhasilan Pertanian di Krida Pertanian

TANJUNG – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Tabalong memperingati Hari Krida…

Rabu, 19 Juni 2019 15:48

Masyarakat Masih Belum Sadar Larangan Buang Sampah, Begini Tanggapan Forum Komunitas Hijau Tapin

RANTAU - Banyaknya masyarakat yang membuang sampah sembarangan di jalan-jalan…

Rabu, 19 Juni 2019 11:16

RESMI..! 55 Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas Dibina, Pak Ogah Dibasmi

BANJARMASIN - Sebanyak 55 sukarelawan pengatur lalu lintas (Supeltas) dinobatkan…

Rabu, 19 Juni 2019 11:14

Didominasi Lansia, Calon Haji Banjarmasin Cek Kesehatan

Sebelum berangkat ke tanah suci, sebanyak 51 calhaj menjalani tes…

Rabu, 19 Juni 2019 11:12

Kunjungi RS Sultan Suriansyah, Komisi IV: Tak Ada Catatan Buruk

BANJARMASIN - Komisi IV DPRD Banjarmasin menyambangi Rumah Sakit Sultan…

Rabu, 19 Juni 2019 11:07

FANTASTIS..! Beli Baju, Anggota Dewan Kalsel Anggarkan Rp1,5 Miliar

BANJARMASIN - Sekretariat dewan menyiapkan pakaian dinas baru untuk Anggota…

Rabu, 19 Juni 2019 10:09
Pemkab Tanah Bumbu

Sekda Ajak Jajarannya Donorkan Darah

BATULICIN - Sekda Tanbu H Rooswandi Salem mengajak jajarannya untuk…

Rabu, 19 Juni 2019 10:08
Pemkab Tanah Bumbu

Wabup Tinjau Lokasi Banjir Kusan Hilir

BATULICIN - Wakil Bupati Tanah Bumbu H Ready Kambo meninjau…

Rabu, 19 Juni 2019 10:06
Pemkab Tanah Bumbu

Operasi Pasar Gas Elpiji di Desa Terdampak Banjir

BATULICIN - Pemkab Tanbu bersama Pengurus Cabang Indonesian Offroad Federation…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*