MANAGED BY:
SABTU
25 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 01 Mei 2019 15:21
Hati-hati...! Inilah Resiko Membuat Pinjaman Online
Ilustrasi

PROKAL.CO, Kemudahan dan minimnya syarat yang diperlukan membuat pinjaman online (pinjol) naik daun. Namun, di balik kemudahannya, ada jerat yang menunggu para debitur.

--- 

Indah, salah seorang debitur membagikan kisahnya soal pengalaman Pinjol. Ia sempat terjerat pinjaman online beberapa bulan lalu. Saat itu, warga Palm Banjarbaru ini bekerja di salah satu ritel modern di Banjarbaru. Karena merasa punya penghasilan mandiri. Ia tergiur ingin membeli smartphone keluaran anyar.

Pinjol jadi pilihan Indah saat itu. Berawal dari ajakan temannya yang sudah terlebih dahulu menggunakan Pinjol. "Saya pinjam saat itu Rp. 3.000.000 tanpa jaminan, hanya KTP saja. Angsurannya saya pilih empat bulan," ingatnya.

Namanya pinjaman mudah tanpa syarat berlibet. Bunga yang harus di bayar Indah rupanya besar. Yakni mencapai 30 persen. "Yang pertama itu saya berhasil melunasinya. Karena merasa mudah, akhirnya tergiur lagi saat ada penawaran, dan sekarang bisa lebih besar angka pinjamannya" katanya.

Di pinjaman kedua lah malapetaka bagi Indah. Meminjam dari salah satu Pinjol sebesar Rp. 5.000.000. Ibu rumah tangga ini berniat ingin membeli perabotan rumah. Dia mulai kesulitan karena tagihannya tidak pilih waktu.

"Jadi tagihan itu masuk pada pertengahan bulan. Saat saya masih kerja masih tidak masalah, setelah resign saya mulai panik," curhatnya.

Kepanikan Indah lantaran penagih hutang terus menerornya. Baik melalui puluhan pesan singkat hingga ratusan panggilan dengan berbagai macam nomer.

Saat itu Indah bingung. Lantaran ia tidak bisa melunasi pinjamannya. Dikarenakan bunga yang besar sedangkan ia meminjam dengan angka yang lebih besar.

"Tidak hanya telepon pribadi saya. Entah bagaimana dia (penagih hutang) melacaknya, nomer saudara dan orang tua saya juga dihubungi. Saya makin tertekan," katanya.

Tepat satu bulan yang lalu. Indah akhirnya bisa menyudahi teror tersebut. Dengan bantuan rekannya, ia dipinjamkan dana untuk melunasi pinjaman di pinjol.

"Alhamdulillah rekan saya ngerti, karena suaminya pernah terjerat pinjol juga sama seperti saya. Saat dia ada rezeki berlebih, dia pinjamkan ke saya untuk mengakhiri putaran utang di pinjol," syukur Indah.

Menurut Indah, cara sang penagih utang kadang tidak sopan. Selain menelpon secara berulang. Saat diangkat, kerap ceritanya kata-kata keras dan terkesan kasar mendarat di kupingnya.

"Saya ingat betul satu kali dibilangin "pencuri uang" oleh penagih itu. Di situ saya kaget sekali, sebegitunya," katanya.

Tak jauh berbeda dengan Indah. Putri (nama samaran), warga Sungai Besar Banjarbaru juga bernasib demikian. Beruntung, Putri lepas dari teriakan penagih hutang lebih cepat dari Indah.

"Saya telat bayar karena saat itu ada keperluan lain. Ternyata satu hari saja telat, sudah banyak sekali yang menagih," kisah mahasiswi di salah satu perguruan tinggi di Banjarbaru ini.

Memang besaran yang dipinjam putri di Pinjol tidak besar. Yakni hanya Rp. 600.000. Akan tetapi tenggat pembayaran hanya dua pekan. "Yang pembayaran pertama dan kedua saya lancar saja. Nah yang ketiga mulai tidak nyaman," katanya.

Di pinjaman ketiga, ia telat dua hari melunasi. Hanya karena dua hari itu, nomer orang tua Putri di Tabalong terus berdering. "Saya kaget dibilangin bapak kalau ada pria menelpon dengan nada keras seraya menagih hutang," katanya.

Semenjak dari situ. Putri langsung melunasi hutang tersebut. "Setelah konsultasi dengan teman yang juga pernah pakai pinjol. Memang kebanyakan seperti itu, malah ada yang bunganya naik jika telat," ceritanya.

Kejadian orang tuanya ditelpon penagih hutang membuat Putri malu tak kepalang. Pasalnya niatnya meminjam dana di pinjol untuk membeli kebutuhan gaya hidup.

"Jelas malu, karena saya tidak pernah bilang melakukan pinjaman sama orang tua. Jadi orang tua kaget. Setelah itu saya berhenti," ujarnya.

Memang dari pengakuan Indah dan Putri. Pinjol membuat orang jadi terpedaya. Pasalnya, hanya dengan KTP, uang dengan nominal dari Rp.600ribu hingga jutaan rupiah bisa seketika masuk ke rekening seketika. Bahkan tanpa syarat.

Namun jika tidak siap dan matang untuk melunasi pinjaman dan bunga yang cukup besar. Sangat besar kemungkinan akan mendapat teror penagihan pinjaman secara beruntut.

Dari data yang dirilis Satuan Tugas Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Penghimpunan Dana Masyarakat dan Pengelolaan Investasi atau Satgas Waspada Investasi, ada banyak sekali eentitas yang melakukan kegiatan usaha peer to peer (P2P) lending yang tidak terdaftar atau memiliki izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Jumlah fintech lending ilegal yang beredar masih banyak. Kami mohon masyarakat tetap waspada dan berhati-hati sebelum memilih perusahaan layanan pinjaman online. Gunakan yang sudah terdaftar di OJK,” kata Ketua Satgas Waspada Investasi, Tongam L. Tobing, berdasarkan rilis OJK, Minggu (28/4) tadi.

Ditambahkannya, sampai dengan saat ini, jumlah Fintech Peer-To-Peer Lending atau pinjaman online tidak berizin yang ditemukan Satgas Waspada Investasi pada tahun 2018 sebanyak 404 entitas. Sedangkan pada 2019 ada 543 entitas, sehingga secara total yang telah ditangani sebanyak 947 entitas.

Dia menyebut total kegiatan usaha yang diduga merupakan investasi ilegal dan dihentikan Satgas Waspada Investasi selama 2019 sejumlah 120 entitas.

“Penawaran investasi ilegal juga masih banyak di masyarakat, dan ini sangat berbahaya bagi ekonomi masyarakat. Masyarakat diminta selalu berhati-hati dalam menginvestasikan dananya. Jangan sampai tergiur dengan iming-iming keuntungan yang tinggi tanpa melihat risiko yang akan diterima,” ucapnya.

Tongam menyampaikan, Satgas Waspada Investasi secara berkesinambungan melakukan tindakan preventif berupa sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar masyarakat terhindar dari kerugian investasi ilegal. "Peran serta masyarakat sangat diperlukan, terutama untuk tidak menjadi peserta kegiatan entitas tersebut dan segera melaporkan apabila terdapat penawaran investasi yang tidak masuk akal," ujarnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat agar sebelum melakukan investasi dapat memastikan pihak yang menawarkan investasi tersebut memiliki perizinan dari otoritas yang berwenang, sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan. Serta, memiliki izin dalam menawarkan produk investasi atau tercatat sebagai mitra pemasar.

"Selain itu, masyarakat juga perlu memastikan jika terdapat pencantuman logo instansi atau lembaga pemerintah dalam media penawarannya telah dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," pungkasnya. (rvn/ris/ema)


BACA JUGA

Jumat, 24 Mei 2019 09:11
Ustad Arifin Ilham, Ulama Kondang Asal Kalsel Berpulang

Ingin Dimakamkan di Gunung Sindur, Minta Dikubur Malam Jumat

Ustad Arifin Ilham berpulang semalam. Setelah sempat kritis selama satu…

Kamis, 23 Mei 2019 15:01
Mengikuti Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Lapas Banjarbaru

Berderai Air Mata, Ratusan Napi Teringat Keluarga

Ratusan napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Banjarbaru berkumpul.…

Kamis, 23 Mei 2019 09:48

Kisah Kerusuhan 23 Mei: Telepon Guru Sekumpul Bikin Karno Tenang

Peristiwa itu masih melekat kuat di ingatan H Karno. Pria…

Rabu, 22 Mei 2019 12:54
Berkunjung ke Eks Bangunan Rumah Sakit Paru dr H Andi Abdurrahman Noor di Batulicin

Tak Terawat, Mulai Jadi Sumber Cerita Angker

Eks bangunan rumah sakit Andi Abdurrahman Noor ini sudah tidak…

Senin, 20 Mei 2019 11:38
Tradisi Bapapai, Mandi di Malam Pertama bagi Trah Ulu Benteng

Yang Menghindari Tradisi ini Bisa Gila

Mau jadi penganten di Ulu Benteng, Batola harus siap mental.…

Minggu, 19 Mei 2019 10:22

Berbincang dengan Guru Haji Abul Hasan Desa Gadung Keramat Bakarangan

Desa Gadung Keramat Kecamatan Bakarangan dari dulu terkenal akan banyaknya…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:54
Melihat Tradisi “Tempur Meriam” di Hulu Sungai Tengah

Rayakan dengan Dentuman untuk Pupuk Kebersamaan

Setiap Ramadan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah selalu menjadi ajang pertempuran…

Jumat, 17 Mei 2019 11:38
Berbincang dengan Nelayan Tanjung Selayar di Musim Tenggara

Jangankan Baju Baru, Buat Makan Saja Susah

Angin tenggara berembus kencang. Pondok Ahmad di tepi pantai bergetar…

Kamis, 16 Mei 2019 12:21
Ustaz Muhammad Kasim, Pengajar Alquran di Pegunungan Meratus HST

Ajarkan Alquran Sambil Memasak, Jadikan Santri Sebagai Keluarga

Tak rela menyaksikan sebuah surau di atas pegunungan terbengkalai, Muhammad…

Rabu, 15 Mei 2019 15:41
Pengasuh Ponpes Tarbiyatul Furqan, Cetak Para Pendakwah Tangguh

Ratusan Ustaz Dikirim ke Desa Terpencil sampai Perkotaan

Tinggal sedikit pesantren yang memiliki misi untuk mencetak para dai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*