MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 01 Mei 2019 15:47
Kisah “Penjaga Terang” di Perbatasan Kalimantan
Cuaca Hujan, Jalan Berubah jadi Kubangan Lumpur
KENDALA: Faktor alam dan kondisi geografis berbeda dengan perkotaan menyebabkan banyak sekali gangguan kelistrikan yang terjadi. | FOTO: PLN FOR RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Menjaga pasokan listrik di kawasan pelosok bukan perkara mudah. Faktor alam dan kondisi geografis berbeda dengan perkotaan menyebabkan banyak sekali gangguan kelistrikan yang terjadi. Seperti diceritakan Yadi, 'Sang Penjaga Terang’ alias Koordinator Unit Listrik Desa (ULD) Bakau yang selalu berjaga di perbatasan Kalimantan. 

Ditulis: RAHMAT HIDAYATULLAH, Kotabaru

“PERNAH anakku bertanya. Apa pekerjaan Ayah? Aku pun menjawab. Pekerjaan ayah adalah menjaga terang” Begitulah jawab Yadi yang pekerjaan sehari-harinya adalah menjaga keandalan Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang memiliki daya mampu sebesar 360 kilo Watt (kW) untuk pasokan listrik masyarakat di 13 Desa di Kecamatan Pamukan Utara, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan.

Secara geografis, Kecamatan Pamukan Utara yang masuk kedalam Provinsi Kalimantan Selatan berada di ujung garis perbatasan dengan Provinsi Kalimantan Timur. Untuk berjumpa mencapai lokasi dari Kota Banjarmasin setidaknya jarak yang harus ditempuh lebih dari 300 kilo meter (km) perjalanan darat, 240 km dapat ditempuh melintasi jalan aspal, dan selebihnya perjalanan harus melewati medan jalan berbatu dan lumpur di tengah hamparan luas hutan sawit.

Di tengah hamparan hutan sawit itulah Yadi mendedikasikan hari-harinya selama lebih dari 20 tahun untuk mengurus listrik masyarakat Desa di Kecamatan Pamukan Utara. Mungkin bagi masyarakat desa di tempat itu Yadi pun sudah dianggap sebagai ‘Thomas Alva Edison’ atau ‘Nicola Tesla’ dikarenakan sudah piawai dan tau ‘seluk-beluk’ dalam menangani setiap gangguan kelistrikan.

“Waktu awal saya di sini, tahun 1994 hanya 1 Desa yang baru teraliri listrik, itu pun hanya beroperasi malam saja. Selebihnya di desa lain masih menggunakan lampu teplok. Saat ini tinggal 2 desa lagi yang belum berlistrik PLN karena masih tahap perencanaan pembangunan,” kenang Yadi.

Mungkin dibenak kita muncul pertanyaan “kenapa terang harus dijaga?” Bagi masyarakat di kota, dengan suplai listrik yang melimpah dan jaringan listrik yang andal tentu bukanlah suatu masalah karena malam hari pasokan listrik sudah pasti terjamin.

Tapi tidak bagi masyarakat di pedesaan, dikarenakan faktor alam dan kondisi geografis berbeda dengan perkotaan menyebabkan banyak sekali gangguan kelistrikan yang terjadi, seperti gangguan ranting pohon, hewan liar, pohon roboh dan lain sebagainya.

Tidak ada beda antara malam maupun siang untuk layanan gangguan dan pelayanan pelanggan. Yadi menceritakan bahwa ia dan rekan lainnya selalu berusaha semaksimal mungkin memperbaiki gangguan jika terjadi padam akibat jaringan distribusi.

Namun yang menjadi penghalang pekerjaan jika cuaca hujan, jalanan tanah kering dan keras seakan melemah menjadi bubur ketika bertemu air dan berubah menjadi kubangan lumpur yang mustahi untuk dilalui.

“Akses jalan memang menjadi kendala besar kami untuk melakukan pekerjaan, karena sebagian besar akses jalan masih berupa tanah licin, jika hujan deras hampir mustahil kendaraan kami bisa lewat, sangat sulit,” ungkap Yadi.

Yadi dan 8 rekan lainnya di Kecamatan Pamukan Utara, sangat mengerti bagaimana listrik memiliki arti penting bagi masyarakat desa. Selain menunjang perekonomian masyarakat di siang hari, pada malam hari pun listrik seakan menjadi sumber utama masyarakat untuk dapat menggunakan alat elektronik seperti kipas angin dan menonton televisi.

“Masyarakat di sini sangat suka menonton TV, pernah ada satu kejadian saat masyarakat sedang asik menonton laga sepakbola timnas Indonesia, listrik tiba-tiba padam. Masyarakat ramai-ramai datang minta listrik dinyalakan, padahal padam karena gangguan distribusi, bukan padam PLTD,” jelas Yadi sambil tertawa.

Selain untuk hiburan, manfaat listrik juga sangat dirasakan oleh Kasdi, Guru SD Negeri Pukung yang sangat bersyukur dan senang dengan adanya listrik karena dapat mendukung proses belajar dan mengajar, dan membuat semua urusan terasa akan lebih mudah.

“Kami selaku tenaga pendidik dan orangtua sangat bersyukur dengan adanya listrik PLN, terasa betul manfaatnya untuk proses belajar mengajar, terutama untuk penerangan anak-anak saat belajar di malam hari,” ungkap Kasdi.

Apa yang dilakukan Yadi ‘Sang Penjaga Terang’ di tengah hutan sawit perbatasan Kalimantan ini seakan menjadi bukti nyata bahwa insan PLN melalui energi optimisme selalu memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat dan terus berkomitmen untuk menjaga terang sampai ke pelosok. (*/ema)


BACA JUGA

Senin, 24 Juni 2019 11:18
Nasib Madihin di Tangan Anak Muda

Lebih Menghibur karena Dimainkan Ramai-ramai

Sekilas, penampilan Sabtu (22/6) malam itu mirip teater rakyat. Ternyata…

Senin, 24 Juni 2019 09:07
DI BALIK MENIPISNYA LAHAN PERTANIAN GAMBUT

GAMBUT TAK DIJUAL..! Kecuali Harganya Cocok

Gambut pernah menjadi lumbung padi yang menyangga kebutuhan pangan Kalimantan…

Sabtu, 22 Juni 2019 13:49
Mengenal Ahmad Ahdal, Siswa MAN ICT yang Jago Kimia dan Hafal Quran 30 Juz

Murajaah di Sela Waktu Belajar, Tiga Semester Selesaikan Hafalan

Sorot mata optimis terlihat dari pandangan Ahmad Ahdal (15), wakil…

Jumat, 21 Juni 2019 16:00
Alana Ramadhan Supit Bikin Berlepotan Wajah Ketua DPRD Kota Banjarmasin

Ditayangkan di YouTube, Batasi Pegang Handhpone

Alana Ramadhan Supit justru tak tertarik mengikuti jejak sang bunda…

Jumat, 21 Juni 2019 10:39
Melihat Aktivitas Perajin Perahu Kayu di Desa Tapus Kabupaten HSU

Penjualan Jukung Tembus Sampai ke Singapura

Seni membuat jukung mulai hilang dari tradisi Urang Banjar. Padahal,…

Rabu, 19 Juni 2019 11:32

Tren ASN Minta Mutasi di Kantor-kantor Pemerintahan

Dengan berbagai alasan, para aparatur sipil negara (ASN) di Banua…

Rabu, 19 Juni 2019 11:28
Judinor, Petani Hortikultura yang Mengubah Lahan Pertanian Menjadi Objek Wisata

Awalnya Tak Seberapa, Sekarang Bisa Pekerjakan 12 Pemuda Desa

Apa yang dilakukan Judinor mungkin bisa ditiru. Petani kelahiran 1975…

Selasa, 18 Juni 2019 12:27
Melihat Penerapan Aturan Baru bagi Ojek Online

Lebih Aman, Penumpang Tidak Was-was

Peraturan Menteri Perhubungan No 118/2018 tentang Penyelenggaraan Angkutan Sewa Khusus…

Senin, 17 Juni 2019 10:54

Menengok Kegiatan Persatuan Sopir Truk di Banua

Sopir truk di Banua punya komunitas untuk wadah bersilaturahmi. Namanya,…

Minggu, 16 Juni 2019 09:11

Melihat dari Dekat Program Mengubah Rawa Jadi Lahan Pertanian

Memiliki banyak daerah rawa yang ganggur menjadi berkah tersendiri. Kalsel…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*