MANAGED BY:
RABU
17 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BISNIS

Sabtu, 04 Mei 2019 10:02
40 Ribu Warga Banjarbaru Menunggak PBB
Kabid Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB), Masjuaini

PROKAL.CO, BANJARBARU - Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terus digodok oleh Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Banjarbaru di tahun 2019 ini. Pasalnya disebutkan, ada kurang lebih 40 ribu masyarakat yang belum melunasi kewajibannya.

Padahal dari data BP2RD, tahun 2018 lalu pencapaian pembayaran PBB di Kota Idaman telah melebihi target yang ditetapkan. Walaupun di luar itu, masih banyak warga Banjarbaru yang belum taat bayar PBB.

Kepala BPPRD Kota Banjarbaru Rustam Effendi melalui Kabid Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan/atau Bangunan (BPHTB) Masjuaini tak menampik hal ini.

Sebab, berdasarkan data dari BP2RD Banjarbaru sejauh ini. Persentase pelunasan PBB hanya berkisar di angka 60 persen dari wajib PBB tahun 2018.  "Masih ada potensi wajib pajak sebesar 40 persen," katanya.

Memang sebut Masjuaini, masih banyak yang belum tergali dari potensi wajib PBB. Sehingga 40 persen yang merupakan sisa tergolong masih belum sadar pajak dan menjadi piutang.

"Wajib pajak yang masih belum sadar taat mayoritas dari masyarakat umum. Kalau untuk kategori dunia usaha mayoritas sudah taat bayar," jelasnya.

Padahal sebutnya tata cara pembayaran PBB telah dipermudah aksesnya. Adapun katanya besaran nominal PBB ini tidak begitu besar. Misalnya dicontohkannya untuk pembayaran PBB untuk rumah tipe 36. "Jadi akan menyesuaikan dengan luas dan harga rumah. Misalkan untuk rumah tipe 36, jumlah PBB yang dibayar sekitar Rp 35 ribu hingga Rp 50 ribu per tahunnya," ucapnya.

Lantaran masih ada potensi PBB yang terus bisa dimaksimalkannya. BP2RD katanya terus menyosialisasikan terkait dengan gerakan sadar pajak kepada masyarakat.  Seperti yang dilaksanakan pada Kamis, (2/5) di halaman BPPRD Banjarbaru.

"Contohnya pada Kamis (2/5) di halaman kantor BP2RD kita menggeliat Gerakan Sadar Pajak. Tapi kali ini melibatkan berbagai instansi, para pejabat, kepala dinas, camat, lurah, tokoh masyarakat dan dari dunia usaha. Ini untuk mendorong dan meningkatkan kesadaran pajak kepada masyarakat," paparnya.

Lantas berapa sebetulnya total masyarakat wajib pajak yang belum melunasi PBB. Masjuaini menghitung bahwa dari 40 persen yang belum melunasi berjumlah kisaran 40 ribu masyarakat. "Karena kalau keseluruhan itu total kurang lebih 100 ribu warga. Nah yang sudah mencapai 60 ribu, jadi masih sisa kisaran 40 ribu," jawabnya.

Adapun, tahun 2019 ini, BPPRD Banjarbaru sendiri menargetkan PBB sebesar Rp12.122.559.825. Yang mana di tahun 2018 lalu, target yang telah ditetapkan mampu tercapai yakni dengan target Rp11.122.559.825 terealisasi Rp13.600.028.164 atau 122,27 persen.

Sebelumnya diutarakan juga bahwa pada 2016 target Rp12.600.000.000 realisasi Rp 10.669.229.531 atau 84,68 persen dan pada 2017 target 12.300.000.000 realisasi 12.892.009.495 atau 104,81 persen. (rvn/ema)


BACA JUGA

Selasa, 15 September 2015 13:40

Gedung Sekolah Negeri di Banjarbaru Ini Hancur, Siswa Sampai Harus Kencing di Hutan

<p>RADAR BANJARMASIN - Ironis, itulah kata yang tepat menggambarkan kondisi SMPN 6 Banjarbaru.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*