MANAGED BY:
SABTU
25 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Sabtu, 04 Mei 2019 10:09
Kejutan Caleg Muda dengan Suara Terbanyak di Pileg Banjarbaru
Kejutan Dua Caleg Muda: Kecewa Lepas Target, Buktikan Militansi Suara Milenial
Nurkhalis Anshari

PROKAL.CO, Kontestasi Pemilihan Legislatif DPRD di Kota Banjarbaru kali ini berisi banyak mengejutkan. Meskipun kursi dewan masih dihuni mayoritas petahana, namun dua nama ini berhasil meraih suara terbanyak. 

Oleh: MUHAMMAD RIFANI, Banjarbaru

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah merilis hasil rekapitulasi tingkat Kota Banjarbaru. Selain Pilpres, DPR RI, DPD RI dan DPRD Provinsi. Form DB1 yang merupakan rekapitulasi suara di Pemilu 2019 juga dirilis untuk perebutan kursi DPRD Banjarbaru.

Dari ratusan caleg yang bertarung. 30 nama sudah dapat dipastikan melenggang ke gedung dewan Kota Idaman. Dari komposisinya, 20 merupakan muka lama atau petahana. Sisanya, 10 orang adalah pendatang baru.

Menariknya, di antara 10 pendatang baru bahkan di antara 30 Caleg yang sudah dapat dipastikan terpilih. Salah seorang politisi muda Partai Golkar asal Cempaka menyita perhatian. Pasalnya ia memperoleh suara tertinggi dengan raihan suara sebanyak 3.553.

Namanya Taufik Rachman. Usianya baru 30 tahun. Ia memilih mencari peruntungan di wilayahnya sendiri, Cempaka atau Daerah Pemilihan (Dapil) 2. Sukses menjadi "kampiun" dalam kontestasi kuantitas suara di Pileg 2019 Kota Banjarbaru.

Radar Banjarmasin mencoba mewawancarai pria yang akrab disapa Ufik ini. Ia meluangkan waktunya untuk diwawancara pada Kamis (2/5). Bertempat di kediamannya di Cempaka Banjarbaru.

Sesuai usianya. Ufik punya pembawaan yang santai. Caleg muda ini juga ramah dan enak diajak bicara. Gayanya pun juga sangat anak muda sekali. Hanya mengenakan kaos dan celana jins.

Ternyata saat ditanya soal capaiannya. Ufik mengaku malah sempat kaget dan juga kecewa. Lantaran hanya mampu meraih 3533 suara. "Target awal saya ingin 5000 suara. Karena ingin meraih dua kursi di Dapil 2," katanya.

Karena hampir kehilangan 1500 suara. Ufik pun sempat mengevaluasi timnya. Lantaran target awal tidak terealisasi. "Tetapi ternyata saya makin kaget kalau suara saya merupakan tertinggi di Banjarbaru," ujarnya.

Mengetahui itu, kekecewaan tadi langsung sirna. Karena ia tak menampik jika Pileg kali ini pengalaman perdananya untuk berkontestasi di ranah politik.

"Saya kan latar belakangnya seorang pebisnis, meskipun sudah cukup lama bergabung di Partai (Golkar). Jadi maklum lah tidak begitu kenal medan di sini dan akhirnya terlalu berambisi meraih capaian suara sebanyak 5000 suara lebih," kisahnya.

Tapi Ufik juga tak menampik kalau masih ada kekecewaan di dirinya. Lantaran tidak bisa membawa Golkar meraih dua kursi di Dapil 2. "Kita menarget bisa meraih suara di Dapil 2 di angka 7000-8000, namun hanya 5000 sekian."

Akan tetapi, Ufik tetap sangat bersyukur atas capaiannya tersebut. Ia dengan jujur bercerita bahwa sangat bangga ketika mengetahui suaranya jadi yang paling pucuk di antara yang lain.

"Jelas sangat bangga sekali ya. Juga sangat berterima kasih atas kepercayaan masyarakat di Cempaka dan sekitarnya kepada saya, juga dukungan dari Abah Mintuha (mertua) dan Partai yang sangat mendukung sekali saya," ungkapnya.

Coba ditanya apa kunci kemenangan besarnya ini? Ufik langsung menjawab cepat. Ketokohan dan eksistensi mertuanya serta dukungan keluarga besar di Cempaka adalah yang sangat memengaruhi sebutnya.

"Karena dukungan penuh Abah di sini, jadi strategi serta taktik politik kita bisa lebih lancar. Juga saya sangat termotivasi karena usia saya masih muda," katanya.

Iya, Ufik tak mengelak jika dalam mendulang suaranya yang begitu melimpah. Caleg yang sangat hobi menggeber motor trail ini menyasar serta menggandeng suara milenial di Dapilnya.

"Karena basis suara Milenial juga cukup besar. Saya melihat di sana, dan saya juga dinilai masih muda, jadi banyak yang percaya," jawabnya.

Selain itu, Ufik turut jujur bahwa motivasi lainnya adalah benar-benar ingin berupaya memberikan perubahan di Dapilnya jika memang terpilih kelak. "Di jalan legislatif dan wakil rakyat, saya ingin sekali melakukan perubahan di sini (Cempaka), karena saya sangat sering turun ke masyarakat dan mendengar kisah mereka, banyak yang harus diperjuangkan," bebernya.

Jika Ufik merupakan pendatang baru di bursa Legislatif Kota Idaman. Peraih suara terbanyak posisi dua jatuh kepada seorang petahana dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nurkhalis Anshari.

Sama dengan Ufik, Nurkhalis yang menjabat sebagai Sekretaris Komisi III DPRD Banjarbaru ini sukses mendulang suara sebanyak 2.748 di Dapil 1 (Banjarbaru Utara dan Selatan).

Nurkhalis dan Ufik punya kesamaan. Yakni termotivasi lantaran usianya masih muda. Jika Ufik 30 tahun, maka Nurkhalis hanya tiga tahun lebih tua dari Ufik, yakni 33 tahun.

Radar Banjarmasin juga berhasil mewawancarai Nurkhalis. Ia bersedia di wawancara pada Kamis (2/5) di kediamannya di Jalan RO Ulin Kota Banjarbaru.

Saat diwawancara, Nurkhalis juga sangat santai menghadapi pertanyaan wartawan. Ia juga sangat lepas dalam berbicara dan sesekali mengimbangi obrolan dengan candaan.

Lantas apa kunci kemenangan Nurkhalis hingga meraih suara di luar kewajaran untuk personal Caleg. Khalis hanya menjawab bahwa ini merupakan kekuatan anak muda. "Sesuai tagline saya; Muda dan Beda. Karena usia masih cukup muda, tentu kita punya obsesi dan lebih berenergi untuk jadi terbaik," klaimnya.

Khalis dalam persiapan maju di Pileg 2019 mengaku tak berpatokan pada gaya kampanye mainstream atau kebanyakan. Namun ia lebih menekankan pada pendekatan dan kreativitas dalam mengolah konten kampanye.

"Kalau strategi mungkin semua Caleg punya ya, nah sebagai petahana dan beberapa tahun cukup berpengalaman di politik, saya tak mau terjebak dengan cara yang mainstream, jadi agak sedikit berbeda, Alhamdulillah hasilnya efektif," katanya.

Menggaet dan meyakinkan pemilih milenial kata Khalis memang jarang tersentuh oleh lawan politiknya di Pileg. Makanya ia berinisiatif untuk mencoba peluang di sektor ini.

"Ini sebetulnya jadi tolak ukur saya juga, apakah cara ini bisa berhasil mengimbangi cara-cara kampanye lama. Ternyata Alhamdulillah pemilih sekarang sudah berkembang dalam memilih," katanya.

Bagi Khalis, berstatus sebagai petahana juga tak ditampiknya sebagai modal besar. Ia menyebutnya Social Power. Yang mana menjabat selama satu periode katanya bisa mengenal masyarakat langsung lewat program reses anggota dewan.

"Sebagai inkumben tak bisa dipungkiri punya modal lebih untuk melenggang lagi. Kita jadi lebih kenal karakter dan harapan masyarakat, nah di sinilah taktik kita untuk meyakinkan mereka," sebutnya.

Saat disinggung apakah kemenangannya efek dari dominasi Paslon 02 Prabowo-Sandi yang menang di Banjarbatu. Nurkhalis yang partainya merupakan pengusung Paslon 02 dengan jujur bahwa efek tsunami Pilpres memang berdampak.

"Menurut saya memang, kemenangan 02 itu linier dengan suara partai pengusung dan juga Calegnya. Jadi meskipun kita akui kontestasi Pileg tenggelam oleh Pileg, tapi secara perolehan suara cukup berimbas," nilainya.

Lalu bagaimana perasaannya terkait raihan maksimal ini? Nurkhalis mengaku memang hasil melebih ekspektasi awalnya. Apalagi menempatkannya sebagai peraih suara terbanyak di Dapil 1 yang disebut-sebut sebagai Dapil Neraka lantaran persaingannya sangat ketat.

"Periode sebelumnya saya hanya mampu memperoleh jumlah suara 400 sekian, ini 2700 lebih, hampir tujuh kali lipat. Kalau bangga pasti ya, tapi ini jadi tantangan juga karena amanah dari masyarakat lebih besar kepada saya," tutup Caleg yang juga berprofesi sebagai pendidik ini. (al/ema)


BACA JUGA

Jumat, 24 Mei 2019 09:11
Ustad Arifin Ilham, Ulama Kondang Asal Kalsel Berpulang

Ingin Dimakamkan di Gunung Sindur, Minta Dikubur Malam Jumat

Ustad Arifin Ilham berpulang semalam. Setelah sempat kritis selama satu…

Kamis, 23 Mei 2019 15:01
Mengikuti Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Lapas Banjarbaru

Berderai Air Mata, Ratusan Napi Teringat Keluarga

Ratusan napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Banjarbaru berkumpul.…

Kamis, 23 Mei 2019 09:48

Kisah Kerusuhan 23 Mei: Telepon Guru Sekumpul Bikin Karno Tenang

Peristiwa itu masih melekat kuat di ingatan H Karno. Pria…

Rabu, 22 Mei 2019 12:54
Berkunjung ke Eks Bangunan Rumah Sakit Paru dr H Andi Abdurrahman Noor di Batulicin

Tak Terawat, Mulai Jadi Sumber Cerita Angker

Eks bangunan rumah sakit Andi Abdurrahman Noor ini sudah tidak…

Senin, 20 Mei 2019 11:38
Tradisi Bapapai, Mandi di Malam Pertama bagi Trah Ulu Benteng

Yang Menghindari Tradisi ini Bisa Gila

Mau jadi penganten di Ulu Benteng, Batola harus siap mental.…

Minggu, 19 Mei 2019 10:22

Berbincang dengan Guru Haji Abul Hasan Desa Gadung Keramat Bakarangan

Desa Gadung Keramat Kecamatan Bakarangan dari dulu terkenal akan banyaknya…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:54
Melihat Tradisi “Tempur Meriam” di Hulu Sungai Tengah

Rayakan dengan Dentuman untuk Pupuk Kebersamaan

Setiap Ramadan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah selalu menjadi ajang pertempuran…

Jumat, 17 Mei 2019 11:38
Berbincang dengan Nelayan Tanjung Selayar di Musim Tenggara

Jangankan Baju Baru, Buat Makan Saja Susah

Angin tenggara berembus kencang. Pondok Ahmad di tepi pantai bergetar…

Kamis, 16 Mei 2019 12:21
Ustaz Muhammad Kasim, Pengajar Alquran di Pegunungan Meratus HST

Ajarkan Alquran Sambil Memasak, Jadikan Santri Sebagai Keluarga

Tak rela menyaksikan sebuah surau di atas pegunungan terbengkalai, Muhammad…

Rabu, 15 Mei 2019 15:41
Pengasuh Ponpes Tarbiyatul Furqan, Cetak Para Pendakwah Tangguh

Ratusan Ustaz Dikirim ke Desa Terpencil sampai Perkotaan

Tinggal sedikit pesantren yang memiliki misi untuk mencetak para dai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*