MANAGED BY:
RABU
17 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 06 Mei 2019 09:24
Final, Jokowi Unggul di Kotabaru
Capres petahana, Joko Widodo

PROKAL.CO, KOTABARU - Finalisasi data hasil Pilpres tingkat kabupaten, akhirnya diplenokan Minggu (5/5) dini hari tadi. Hasilnya, Joko Widodo -Ma'ruf Amin mengungguli Prabowo - Sandiaga Uno. Pasangan 01 memperoleh suara total 91.141 suara sedangkan 02 meraih 79.963 suara.

Ada 21 kecamatan di Kabupaten paling tenggara Kalimantan ini. Jokowi menang 13 di kecamatan. Sementara Prabowo hanya menang di 7 kecamatan. Hasil ini agak berbeda dengan suara semua kabupaten/kota di Kalsel yang dimenangkan Prabowo.

Apa yang membuat Kotabaru berbeda?

Kotabaru merupakan kabupaten terluas. Terdiri dari banyak pulau-pulau kecil. Menjadikan karateristik penduduknya agak berbeda, misalnya dengan Banjarmasin atau Banjarbaru, yang hanya satu daratan.

Kotabaru, terbagi dalam empat daerah pemilihan. Dapil I berada di pusat kota kabupaten, tepatnya di Pulau Laut Utara sampai Pulau Sebuku. Dapil II berada di Pulau Laut Tengah sampai pesisir selatan Pulau Laut, hingga ke Pulau Sembilan. Sementara Dapil III dan Dapil IV berada di daratan Pulau Kalimantan. Berbatasan dengan Tanah Bumbu dan Kaltim.

Sedari awal, sebenarnya terlihat jika kekuatan tim Capres Jokowi di Kotabaru, jauh lebih unggul daripada tim Prabowo. Banyak tokoh masyarakat utamanya di desa-desa yang aktif menggalang suara.

Bukan hanya tokoh masyarakat, tapi juga para pejabat publik. Seperti misalnya Wakil Bupati Burhanudin yang terang-terangan menyatakan dukungan ke Jokowi.

Abdi negara lainnya pun di Kotabaru banyak yang mendukung Capres Prabowo. Beberapa ASN terlihat rajin memposting isyarat-isyarat ke pasangan 02. Seperti kalimat pilihan ulama, dan sejenisnya.

Dari sarana kampanye, tim Jokowi lagi-lagi jauh di atas tim Prabowo. Mudah ditemukan baliho pendukung Jokowi hampir di semua kecamatan. Salah satunya yang terbanyak adalah baliho dukungan pengusaha kelahiran Kotabaru, Tajerian Noor.

Metode penggalangan massa ke dua tim secara garis besar mempunyai pola berbeda. Tim Jokowi hingga ke desa gencar menarik simpati warga pesisir pinggiran dengan program-program bantuan kartu-kartu andalan Jokowi, seperti PKH dan lainnya. Termasuk dana desa, terus digembar-gemborkan. Juga dikampanyekan, kalau Jokowi adalah sosok sederhana dan merakyat. Ini diterima maksimal di pesisir yang warganya mendapat akses informasi terbesar dari media televisi.

Sementara tim Prabowo mengandalkan isu ekonomi. Dan beberapa terlihat bermain di sentimen agama. Juga masalah penegakan hukum yang mereka anggap di era Jokowi masih tebang pilih dan main intervensi. Keluhan yang banyak disuarakan adalah masalah UU ITE.

Dari pantauan Radar Banjarmasin, jelang 17 April, suhu politik terlihat memanas. Polres Kotabaru sendiri menangani beberapa kasus aduan dugaan ujaran kebencian, yang terkait dengan Pilpres.

Para Caleg beberapa ikut mengkampanyekan jagoan Capres. Namun mayoritas memilih tidak membahas Capres saat mereka kampanye. Seolah khawatir, dukungan Parpol di pusat berbeda dengan keinginan konstituen mereka.

"Ya dilihat dan rasakan saja. Apakah lima tahun ini kita ada kemajuan atau tidak," kata Caleg DPR RI dari PKB Zairullah Azhar saat tatap muka dialog menggalang dukungan di Pulau Laut.

Tapi Caleg yang paling gencar mendukung Capres, terlihat dari PDIP serta PAN untuk Jokowi, dan Gerindra serta PKS untuk Prabowo. Militansi PDIP sangat terlihat. Begitu juga dengan PKS dan Gerindra. "Saya hanya coba-coba untuk Caleg. Tapi kalau Jokowi itu utama," ujar Caleg PDIP untuk DPRD Kotabaru, Suwandi alias Abu.

Radar Banjarmasin sempat melakukan survei sederhana jelang pencoblosan. Menanyai warga secara acak pilihan mereka. Hasilnya, daerah perkotaan mayoritas memilih Prabowo. Sementara pesisir dan pedalaman memilih Jokowi.

Khusus Pulau Laut Utara, ditemukan kecenderungan para ASN banyak menjatuhkan pilihannya ke Prabowo. Begitu juga dengan para guru. Sementara pesisir nelayan di Pulau Laut hingga Pulau Sembilan, dan daerah perkebunan kelapa sawit di Dapil III dan Dapil IV mayoritas cenderung ke Jokowi.

Di pusat kota, Jokowi hanya unggul maksimal di Desa Rampa. Desa ini basis massa PDIP. Melalui salah satu Calegnya, Suwandi alias Abu yang merupakan pengurus organisasi nelayan di sana.

Rampa sendiri sebenarnya salah satu kawasan terpadat di pusat kota. Tapi di Desa Semayap, desa paling padat, dihuni banyak ASN, suara Prabowo unggul telak. Juga desa-desa sekitarnya. Rampa tak mampu membendung suara Prabowo di pusat kota.

Beberapa simpatisan Jokowi mulai terlihat putus asa. "Jeblok ini, hancur," ujar Syafri salah satu pendukung fanatik Jokowi. Radar Banjarmasin sendiri secara acak mengambil 10 TPS sampel di pusat kota, hasilnya Prabowo unggul sekitar 20 persen.

Tanggal 18 April, Radar Banjarmasin turun dengan headline Prabowo Kuasai Kalsel. Termasuk Kotabaru. Walau Radar Banjarmasin sudah menjelaskan, hasil itu diambil dari 10 TPS secara acak, namun warganet di Kotabaru, khusus di pusat kota mengambil itu sebagai validitas. Didukung dengan fakta hasil suara pusat kota.

Siang 18 April, Radar Banjarmasin bertandang ke Kantor PDIP di Desa Semayap. Hasil suara Prabowo dan Jokowi di Dapil I hanya di kisaran 2.000 suara. Sementara itu dari laporan di tingkat Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar, Jokowi unggul 502 suara.

Dari 10 desa di Kecamatan Pulau Laut Tanjung Selayar, Prabowo hanya menang telak di Desa Teluk Temiang. Ini bisa ditebak dari awal. Kepala Desa Teluk Temiang, Borrahim, sangat populer di sana, dan dia merupakan pendukung Prabowo. Di Desa Tata Mekar, Prabowo juga unggul, tapi tipis. Delapan desa lainnya, Jokowi yang menguasai. Sudah bukan rahasia, banyak kepala desa di kecamatan ini pro Jokowi.

Dari sumber-sumber Radar Banjarmasin yang lain, dilaporkan Jokowi menang telak di Dapil II, Dapil III dan Dapil IV. Prabowo hanya unggul di Dapil I. Dari informasi yang dihimpun, total keseluruhan suara Jokowi unggul di Kotabaru pada posisi 53 persen.

Kader Gerindra Saniah Mahrita Ramli, mengatakan dari data mereka, Prabowo yang menang. Namun dia mengakui, belum semua data C1 yang masuk.

Ketua PDIP Kotabaru, Zulkipli menekankan, mereka yang menang. Di posisi 53 persen. "Tapi kami tidak berani kasih keterangan banyak. Karena data C1 belum terkumpul semua," ujarnya.

Selain di pusat kota, Prabowo tercatat unggul telak di wilayah Dapil I tepatnya di Kecamatan Pulau Sebuku. Kawasan ini adalah wilayah pertambangan batubara dan bijih besi. Dari informasi yang dihimpun, selain sentimen keagamaan, pemilih di Sebuku juga banyak yang berharap jika Presiden baru tambang dan geliat usaha turunannya kembali bisa aktif seperti dulu.

Sementara itu di Dapil III, Prabowo hanya unggul tipis di Kecamatan Kelumpang Selatan. Dari laporan tingkat kecamatan yang belum diplenokan, Prabowo dapat 3.207 suara, dan Jokowi dapat 2.982 suara.

Di Kelumpang Selatan, Prabowo unggul di empat desa yang berada di radius kota santri. Seperti Desa Pantai, Tanjung Pangga, Sungai Nipah dan Sangking Baru. Desa Pantai sendiri dikenal sebagai Martapura-nya Kotabaru. Antusias masyarakat mengikuti Pemilu di Kotabaru terlihat tinggi. Di TPS banyak usia milenial ikut antre ke bilik suara.

"Saya pikir, Jokowi menang karena kerjanya dirasakan banyak warga. Seperti dana desa, bantuan ke masyarakat kurang mampu," kata Ketua Relawan Saijaan, Awaluddin.

Tim sukses Prabowo dari Gerindra, Saniah Mahrita Ramli mengatakan, kemenangan Jokowi di Kotabaru mesti diakui. "Tapi ingat kami menang di pusat kota. Di jantung kota, kami menang telak. Itu artinya, Prabowo memenangkan hati masyarakat," ujarnya. (zal/ema)


BACA JUGA

Rabu, 17 Juli 2019 10:23

Butuh 15.600 KTP, Kalau Mau Maju Pilwali Banjarbaru 2020 Jalur Independen

BANJARBARU - Saat ini tahapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)…

Rabu, 17 Juli 2019 10:16

Golkar Kalsel Pilih Airlangga

BANJARMASIN – Kepastian waktu pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar…

Rabu, 17 Juli 2019 10:04

SMA PGRI 7 Cuma Kebagian 11 Siswa, Kepala Sekolah: Sejak Saya Mengajar, Ini Tahun Terburuk

BANJARMASIN - Imbas kebijakan aturan pusat tentang Penerimaan Peserta Didik…

Rabu, 17 Juli 2019 09:58

Dokter Penyakit Dalam dan Mantan Sekda Isyaratkan Berpasangan Maju Pilkada Banjarbaru

Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Banjarbaru mungkin pilkada yang paling dinamis.…

Rabu, 17 Juli 2019 09:28
Bupati Hadiri Haul Habib Mancung

Habib Mancung Asal Solo yang Minta Ketika Meninggal Dimakamkan di Desa Pacakan

BATULICIN - Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor menghadiri Haul…

Rabu, 17 Juli 2019 09:24
Pemkab Tanah Bumbu

Pererat Kemanunggalan TNI dengan Rakyat

BATULICIN - Wabup Tanbu H Ready Kambo menghadiri kegiatan Bakti…

Rabu, 17 Juli 2019 09:20
Pemkab Tanah Bumbu

Sekda Serahkan Piagam Lomba Bercerita

BATULICIN - Sekdakab Tanbu H Rooswandi Salem menyerahkan piagam pemenang…

Rabu, 17 Juli 2019 09:18
Pemko Banjarbaru

Wawali Lepas Pawai Taaruf MTQ Kota Banjarbaru

BANJARBARU - Wakil Walikota Banjarbaru H Darmawan Jaya Setiawan didampingi…

Rabu, 17 Juli 2019 09:13

Ibnu Tolak Upaya Melegalkan Minuman Beralkohol

BANJARMASIN - Rencana revisi Peraturan Daerah No 17 Tahun 2017…

Rabu, 17 Juli 2019 09:08

Kantor Go-Jek dan Grab Diserbu, DPRD Janji Panggil Aplikator

BANJARMASIN - Kaum sopir taksi online sudah habis kesabaran. Diperlakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*