MANAGED BY:
KAMIS
18 JULI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Selasa, 14 Mei 2019 12:31
Ustaz Muhammad Fahrianor Syahdan, Salah Satu Pendakwah Muda di Kabupaten HSS
Selipkan Humor Saat Bertausiah
PELAJARI KITAB: Ustaz Muhammad Fahrianor Syahdan meliat koleksi kitab milikinya. | Foto: SALAHUDIN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, CERAMAH atau tausiah tak melulu dibawakan dengan serius, adakalanya penceramah membawakannya menyesuaikan dengan situasi jemaah yang hadir. Hal ini seperti dilakukan ustaz Muhammad Fahrianor Syahdan.

Oleh: SALAHUDIN, Kandangan

TIDAK begitu sulit menemukan tempat tinggal ustaz Muhammad Fahrianor Syahdan. Berbekal nomor handphone dikasih salah satu tenaga honorer Diskominfo HSS, wartawan Radar Banjarmasin, Jumat (10/5) pagi menjelang siang menemui ustaz kelahiran bulan Juli tahun 1979 ini.

Dari kantor Diskominfo HSS di Jalan Aluh Idut, Kandangan Kota menuju rumah ustaz Fahri – panggilan Muhammad Fahrianor Syahdan tidak begitu jauh. Rumahnya berada di Jalan Pahlawan, tepatnya dibelakang salah satu rumah sakit swasta Hartono, Kandangan.

Saat ditemui dirumahnya ustaz Fahri sedang mempersiapkan diri untuk menjadi khatib salat Jumat di salah satu masjid di Kabupaten HSS.

Sebelum berangkat, penulis meminta waktu untuk bersilaturahmi sekaligus berbincang dengan ayah tiga orang anak ini. Ustaz Fahri dikenal jemaahnya humoris dan merupakan salah satu ustaz yang terkenal di Kabupaten HSS.

Saat berdakwah atau menyampaikan tausiah gaya ceramah ustaz jebolan pondok pesantren (Ponpes) Darul Ulum, Kandangan ini renyah, masuk ke segala kalangan usia. “Kalau dibilang homuris tidak juga sih. Saya hanya berbicara menyesuaikan dengan jemaah yang hadir saja,” ujarnya.

Karena gaya tausiahnya, Ustaz kelahiran Kabupaten HST ini, sering diundang berbagai dinas-dinas di Pemkab HSS untuk mengisi tausiah. Bahkan dakwahnya sudah pernah ke wilayah Sumatera. “Alhamdulillah setiap hari, ada saja jadwal mengisi tausiah,” ucapnya.

Ustaz Fahri berdakwah sejak lulus dari Ponpes Darul Ulum, Kandangan sekitar tahun 2002 lalu. Dakwahnya dari satu tempat ke tempat lain. Bahkan untuk memperdalam ilmunya ia sempat menuntut ilmu dan berdakwah ke Jambi, Sumatera Tengah.

Di Kota tersebut, bahkan ia mendapatkan istri orang Jambi. Tidak berapa lama ustaz Fahri pulang kampung ke Kandangan, Kabupaten HSS sampai sekarang. “Disana (Jambi, red), belajar sambil berdakwah juga,” tuturnya.

Saat menyampaikan ceramah di hadapan banyak orang, ustaz Fahri biasanya menggunakan gamis dengan bergaya bahasa tutur dengan pilihan kata-kata populer. Menyampaikan dakwah aneka tema mengenai risalah Islam secara santai dan menghibur tapi sarat makna.

“Saya menyampaikan bahasan dengan bahasa-bahasa ringan serta mudah dipahami,” argumennya.

Pengasuh Ponpes Darul Mukhtar, Kandangan ini dalam berdakwah mengawalinya dengan membaca sayyidul istighfar bersama jemaah. Serta menyampaikan pesan ilmu tauhid dan akhlak.“Sayyidul istighfar ini untuk membersihkan. Ibarat gelas harus bersih biar saat dituangkan air tidak kotor,” sebutnya.

Karena gaya dakwahnya ini banyak warga mengundang ustaz Fahri untuk menyampaikan tausiah."Kalau mau mengundang ulun (Saya,red), biasa saja. Bisa datang ke rumah atau menghubungi nomor telpon," sebutnya.

Ada pun untuk biaya, ustaz Fahri tidak mematok tarif khusus. "Tidak ada tarif," tambah ustaz Fahri.

Cara dakwah dilakukan ustaz Fahri selama ini direspons positif para jemaah di Kabupaten HSS. Eko, salah satu warga pernah mengikuti tausiah ustaz ayah tiga orang anak ini mengaku sangat suka. Karena gaya penyampaian yang dilakukan mudah dicerna.“Ya salah satu ustaz zaman now di Kabupaten HSS lah,” tuturnya.(ay/ema)


BACA JUGA

Selasa, 16 Juli 2019 15:17

Eko Subiyantoro, Bersepeda 1.300 KM untuk Rumah Singgah Kanker Anak

EKO Subiyantoro, Founder/Direktur Eksekutif Tangan Tangan Relawan mulai hari ini…

Selasa, 16 Juli 2019 11:50

Istri Sempat Keberatan, Penyelamat Buah Langka ini Akhirnya Dapat Kalpataru

Dedikasi Mohamad Hanif Wicaksono dalam menyelamatkan buah lokal dan langka…

Senin, 15 Juli 2019 11:07

Mohamad Hanif Wicaksono, Pahlawan Buah-Buahan Lokal dari Balangan

Namanya Mohamad Hanif Wicaksono. Usianya masih relatif muda, 36 tahun.…

Senin, 15 Juli 2019 10:31

Laporan dari Panggung Terbuka Bachtiar Sanderta

Sembilan grup tari asal Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Hulu Sungai Selatan,…

Minggu, 14 Juli 2019 10:29

Normanto, Kades Karya Maju dan Mimpi Agrowisata Anggurnya

Hidup sebagai warga transmigrasi di desa, membuat Kades Normanto harus…

Sabtu, 13 Juli 2019 12:24

Bawa Kuyang, SMKN 2 Barabai Tembus ke Pentas Nasional

Kuyang, adalah folklor. Tapi cerita tentangnya mampu mengantarkan Miftahul Jannah,…

Jumat, 12 Juli 2019 11:12

Orang Tua Tak Punya Biaya, Tubuh Sudah Ditumbuhi Jamur

Jika anak remaja lainnya bermain dengan teman sebayanya, Siti Sarah…

Kamis, 11 Juli 2019 13:58

Kisah Pasangan Tunanetra di Banjarbaru Perjuangkan Anak Bersekolah Negeri

Ini kisah pilu pasangan tunanetra di Banjarbaru, Fahmi, 41, dan…

Kamis, 11 Juli 2019 10:40

Cerita Pilu dari Kuin Kecil: Penantian Panjang Penderita Atresia Ani

Di Kuin Kecil ada cerita pilu. Seorang bocah empat tahun…

Rabu, 10 Juli 2019 11:15

Banua Local Pride, Geliat Anak Muda Kalsel mengenalkan Brand Lokal

Berbisnis di industri yang sama. Sekumpulan anak muda Banua membentuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*