MANAGED BY:
SABTU
25 MEI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

FEATURE

Rabu, 15 Mei 2019 15:41
Pengasuh Ponpes Tarbiyatul Furqan, Cetak Para Pendakwah Tangguh
Ratusan Ustaz Dikirim ke Desa Terpencil sampai Perkotaan
BUKA KITAB : Pengasuh Ponpes Tarbiyatul Furqan, KH Saiful Islamy membuka kitab saat ditemui, Selasa (14/5) kemarin. | FOTO: SALAHUDIN/RADAR BANJARMASIN

PROKAL.CO, Tinggal sedikit pesantren yang memiliki misi untuk mencetak para dai lintas daerah. Salah satunya mungkin adalah Ponpes Tarbiyatul Furqan.

Oleh: Salahudin, Kandangan

PONDOK PESANTREN (Ponpes) Tarbiyatul Furqan terletak di Jalan Kapten Piere Tendean, Keluruhan Jambu Hilir, Kecamatan Kandangan, Kabupaten HSS. Selasa (14/5) kemarin, wartawan Radar Banjarmasin menyambanginya.

Lokasi persinya berada di kawasan belakang Puskesmas atau Kantor Kelurahan Jambu Hilir. Setelah masuk mengikuti jalan, sekitar 100 meter akan menemukan Ponpes Tarbiyatul Furqan.

Dari kantor pemerintahan Pemkab HSS, Ponpes Tarbiyatul Furqan lokasinya tidak terlalu jauh. Dapat ditempuh dengan sepeda motor atau mobil. Jaraknya sekitar 5 sampai 10 menit.

Saat menyambangi Ponpes Tarbiyatul Furqan langsung diterima pengasuh KH Saiful Islamy. Kebetulan beliau tidak sibuk mengajar, karena selama Ramadan proses pembelajaran sementara diliburkan.

Sudah sekitar 20 tahun KH Saiful Islamy mendirikan Ponpes Tarbiyatul Furqan yang berdiri sejak tahun 1999. Sejak tahun 2000 lalu mulai beroperasi, Ponpes ini memiliki cara tersendiri untuk mengembangkan ilmu agama para santri yang dimiliki setelah beberapa tahun belajar.

Usai belajar berbagai ilmu agama dan keterampilan minimal enam tahun. Supaya dapat mandiri, para santri akan dikirim atau diterjunkan ke sejumlah perdesaan terpencil sampai perkotaan atau daerah yang memerlukan.

“19 tahun berjalan, sudah ada ratusan santri pernah dikirim ke berbagai daerah,” ujar abah guru kelahiran 10 Januari tahun 1965 ini.

Para santri yang diasuh KH Saiful Islamy kebanyakan dari kalangan orang tidak mampu. Mereka dididik dan kemudian dikirim ke sejumlah daerah di Kalsel dan luar Kalsel. 

Para santri nantinya dapat mengamalkan berbagai ilmu yang didapatkan di Ponpes, sehingga mendewasakan mental dan membekali mereka pengalaman.

Salah satu pernah dikirim ke berbagai daerah di Kalsel adalah ustaz Muhammad Akromul Qolbi (36). Lulus sekitar tahun 2004 lalu, dia kemudian membantu mengajar sekaligus kuliah di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Darul Ulum, Kandangan.

Selanjutnya tahun 2007, ustaz Qolbi mengajarkan berbagai ilmu didapatkannya di salah satu cabang PonpesTarbiyatul Furqan di Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Alalak, Batola.

Disana ustaz Qolbi diberikan kepercayaan menjadi kepala sekolah (kepsek) atau pengasuh untuk mengembangkan cabang PonpesTarbiyatul Furqan.

Tidak lama menjadi pengasuh disana. Ustaz memiliki darah orang Nagara, Kecamatan Daha ini kemudian diminta mengajar di salah TK Alquran di Sampit, Kalteng. Selanjutnya menjadi Dai Pembangunan desa terpencil dibawah naungan Kemenag di wilayah Kaltim tahun 2010. Sekitar tujuh tahun sampai 2017 ustaz Qolbi mengajar berbagai ilmu agama di wilayah perdesaan terpencil di Kaltim.

Apa tujuan dari mengirim santri ke berbagai daerah ini?

“Supaya dapat mengembangkan nuansa, ilmu pengetahuan, sosial sampai kemasyarakatan,” tutur KH Saiful Islamy. (ay/ema)


BACA JUGA

Kamis, 23 Mei 2019 15:01
Mengikuti Peringatan Nuzulul Quran di Masjid Lapas Banjarbaru

Berderai Air Mata, Ratusan Napi Teringat Keluarga

Ratusan napi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Banjarbaru berkumpul.…

Kamis, 23 Mei 2019 09:48

Kisah Kerusuhan 23 Mei: Telepon Guru Sekumpul Bikin Karno Tenang

Peristiwa itu masih melekat kuat di ingatan H Karno. Pria…

Rabu, 22 Mei 2019 12:54
Berkunjung ke Eks Bangunan Rumah Sakit Paru dr H Andi Abdurrahman Noor di Batulicin

Tak Terawat, Mulai Jadi Sumber Cerita Angker

Eks bangunan rumah sakit Andi Abdurrahman Noor ini sudah tidak…

Senin, 20 Mei 2019 11:38
Tradisi Bapapai, Mandi di Malam Pertama bagi Trah Ulu Benteng

Yang Menghindari Tradisi ini Bisa Gila

Mau jadi penganten di Ulu Benteng, Batola harus siap mental.…

Minggu, 19 Mei 2019 10:22

Berbincang dengan Guru Haji Abul Hasan Desa Gadung Keramat Bakarangan

Desa Gadung Keramat Kecamatan Bakarangan dari dulu terkenal akan banyaknya…

Sabtu, 18 Mei 2019 10:54
Melihat Tradisi “Tempur Meriam” di Hulu Sungai Tengah

Rayakan dengan Dentuman untuk Pupuk Kebersamaan

Setiap Ramadan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah selalu menjadi ajang pertempuran…

Jumat, 17 Mei 2019 11:38
Berbincang dengan Nelayan Tanjung Selayar di Musim Tenggara

Jangankan Baju Baru, Buat Makan Saja Susah

Angin tenggara berembus kencang. Pondok Ahmad di tepi pantai bergetar…

Kamis, 16 Mei 2019 12:21
Ustaz Muhammad Kasim, Pengajar Alquran di Pegunungan Meratus HST

Ajarkan Alquran Sambil Memasak, Jadikan Santri Sebagai Keluarga

Tak rela menyaksikan sebuah surau di atas pegunungan terbengkalai, Muhammad…

Rabu, 15 Mei 2019 15:41
Pengasuh Ponpes Tarbiyatul Furqan, Cetak Para Pendakwah Tangguh

Ratusan Ustaz Dikirim ke Desa Terpencil sampai Perkotaan

Tinggal sedikit pesantren yang memiliki misi untuk mencetak para dai…

Selasa, 14 Mei 2019 12:31
Ustaz Muhammad Fahrianor Syahdan, Salah Satu Pendakwah Muda di Kabupaten HSS

Selipkan Humor Saat Bertausiah

CERAMAH atau tausiah tak melulu dibawakan dengan serius, adakalanya penceramah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*