MANAGED BY:
SENIN
17 JUNI
BANUA | HUKUM & PERISTIWA | BISNIS | RADAR MUDA | FEATURE | SPORT | RAGAM INFO | PROKALTORIAL | FEMALE

BANUA

Senin, 20 Mei 2019 10:23
MENGUNGKAP CELAH PADA JALUR KHUSUS MASUK KULIAH KEDOKTERAN DI ULM
Masuk Kuliah "Jalur Tol", Nilai Dikatrol

Bisa Keluar Uang Sampai 400-Juta-an

BEREBUT KURSI: Peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) serius mengerjakan soal-soal yang diujikan pada Maret 2018 silam. Setiap tahunnya, peserta SBMPTN ULM kian bertambah.

PROKAL.CO, Menjadi dokter adalah impian banyak orang tua untuk anak-anaknya. Sayangnya tak semua orang bisa mendaftar jadi mahasiswa kedokteran. Meski demikian, ada juga yang mencoba "jalur belakang" demi memuluskan cita-cita mereka.

---

Keinginan untuk kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi impian banyak orang. Mereka berjuang ada yang masuk lewat Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), ada pula yang melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Sisanya mencoba peruntungan melalui jalur seleksi Mandiri.

Namun kabar beredar masih ada jalur lain yang bisa ditempuh. Asalkan bisa membayar sejumlah uang, dijamin bakal bisa kuliah di PTN. Salah satu program pendidikan yang menjadi favorit adalah Fakultas Kedokteran (FK).

Laura, seorang mahasiswa FK mengatakan jalur tersebut memang ada. Mereka yang berani membayar biasanya bukan dari kalangan biasa. Karena jika lewat jalur tersebut uang yang bakal dikeluarkan tidak kecil. “Bisa sampai Rp300-400 jutaan,” ucapnya.

Dia sendiri mengatakan tidak menempuh jalur itu. Dia juga tidak mengetahui berapa orang di kampusnya yang masuk lewat jalur khusus. Tentunya menurut Laura tidak ada yang berani bersuara bahwa dia telah masuk dengan cara menyogok

"Pasti malu lah," ucapnya seraya menambahkan jumlah yang masuk melalui jalur khusus sebenarnya tidak banyak. "Mungkin 1 atau 2 orang saja,” ucapnya.

Untuk mengecoh, meski lewat jalur khusus para mahasiswa itu tetap ikut tes. Hal ini agar tidak terlalu mencurigakan pendaftar seleksi lainnya. Yang menjadi pembeda, mereka tak perlu repot memikirkan hasil. Larena lewat jalur tersebut pasti masuk.

Shinta, mahasiswa FK lainnya, juga bukan nama sebenarnya mengaku kalau soal masuk lewat jalur khusus ini sepertinya sudah jadi rahasia umum. Bukan hanya di Banjarmasin saja, tapi juga di Jawa.

Shinta menghabiskan masa sekolah sebelumnya di Jawa, setelah tamat SMA dia mendaftar Fakultas Kedokteran di ULM Banjarmasin lewat jalur SBMPTN. "Waktu baru lulus di Jawa saya pernah ditawari, tapi tak saya ambil," tuturnya.

Alasan Shinta tak mengambil kesempatan itu, lantaran temannya pernah menjadi korban penipuan masuk PTN. "Sepertinya pelaku cuma mau cari keuntungan saja," ucapnya.

Radar Banjarmasin juga sempat ngobrol singkat dengan seorang pria, sebut saja Bony (nama samaran). Dia pernah menjadi calo yang menawarkan jasa masuk PTN untuk jalur khusus. Meski tidak membeberkan bagaimana cara mainnya, namun jaminan lulus bisa dipastikan.

Maklum, karena agen yang memberi pintu masuk punya jalur paten ke atas. "Tapi itu dulu beberapa tahun lalu, sekarang ULM sudah enggak bisa lagi, pimpinan yang baru ini sulit,” ucapnya.

Dia mengatakan peserta yang memanfaatkan jasanya tetap ikut tes seperti peserta pada umumnya. Tapi nilainya akan dibantu dinaikkan, agar terlihat memenuhi syarat. “Ya, nilainya dikatrol lah,” ujarnya.

Ketua panitia pelaksana seleksi masuk PTN ULM Banjarmasin, Dr H Aminuddin Prahatama Putra mengakui dulu memang ada jalur masuk melalui Program Bina Lingkungan. Itulah celah yang bisa "dibijaksanai". Tapi sekarang hal itu tidak berlaku lagi. Hanya ada tiga program, SNMPTN, SBMPTN dan Mandiri.

“Program Bina Lingkungan, itu bisa ditoleransi. Artinya pimpinan bisa saja membijaksanai, tapi mengenai biaya yang dibayar saya tidak tahu,” kata Aminuddin yang mengaku baru empat bulan dilantik sebagai Wakil Rektor (Warek) I.

Bagaimana dengan Program Mandiri? Apakah ada celah pungli dari sana?

Dia mengatakan Program Mandiri mirip dengan Program Bina Lingkungan. Namun program tersebut resmi. Salah satu pertimbangan seseorang bisa dinyatakan lolos seleksi di jalur Mandiri adalah pilihan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Ada delapan kategori UKT masing-masing program pendidikan (Prodi) dengan nilai nominal berbeda-beda. Semakin tinggi kategori dipilih, makin tinggi pula poin penilaiannya. UKT ini menjadi salah satu dasar pertimbangan selain hasil UTBK Mandiri, peserta bisa lolos seleksi atau tidak di jalur Mandiri.

Ia mencontohkan, misalnya ada dua peserta seleksi di kedokteran mempunyai nilai hasil UTBK Mandiri 300 dan 301. Tapi hasil seleksi peserta dengan nilai 300 dinyatakan lolos. Ternyata lolos nya peserta tersebut karena memilih UKT tertinggi, poin yang didapat juga tinggi, beda yang memilih UKT rendah.

“Berapa pun besaran UKT, uangnya tetap masuk ke kas negara, bukan masuk ke kami,” tegasnya.

Untuk menghindarkan asumsi negatif, dia mengatakan jalur program Mandiri sudah direncanakan akan meniru program SBMPTN menggunakan Sistem Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Sehingga bisa lebih objektif. Tim akademik dan IT Yang dimiliki ULM sudah diminta untuk membuat aplikasi untuk mendukung pelaksanaan seleksi Mandiri pada tahun ini. Aplikasinya sudah disiapkan.

Proposal aplikasi tersebut juga sudah disampaikan kepada rektor. Rektor ULM Sutarto Hadi menyetujui penerapan sistem aplikasi yang disodorkan yang akan digunakan pada program seleksi Mandiri.

“Selama ini, begitu seleksi mandiri, rektor tidak bisa tenang, beliau mengaku sering mengunci pintu selama seminggu, karena banyak yang datang, mulai mengaku aparat, muspida sampai dewan, dari mana-mana lah," cerita Aminuddin. Bisa ditebak, kedatangan orang-orang ini untuk mau meloloskan anaknya kuliah di PTN.

Aminuddin menjelaskan, karena itu Program Bina Lingkungan dihentikan. Tata kelola ULM Banjarmasin sebagai Satuan Kerja tidak bisa mencari pendanaan sendiri seperti PTN yang sudah Badan Layanan Umum (BLU) atau Badan Hukum.

Tata kelola BLU dan BH ini dalam UU Perguruan Tinggi (PT) diperbolehkan mencari pendanaan sendiri.“Di Kalimantan baru Universitas Mulawarman dan Tanjung Pura,” katanya. (gmp/ay/ema)


BACA JUGA

Minggu, 16 Juni 2019 09:46

Pemko Banjarmasin Telat Usulkan Formasi CPNS

BANJARMASIN – Tahun ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi…

Minggu, 16 Juni 2019 09:43

Dari Isu Jadi Nyata, Ibnu dan Herman Pecah Kongsi

BANJARMASIN - Awalnya cuma isu. Wali Kota dan Wakil Wali…

Minggu, 16 Juni 2019 09:34

Petugas Dishub dan Jukir Ulin Ricuh

BANJARMASIN - Setelah loket parkir Rumah Sakit Ulin disegel, kemarin…

Minggu, 16 Juni 2019 09:06

NYAMANNYA EH..! Bulan Depan Pegawai Gajian Dua Kali

BANJARMASIN - Setelah mendapatkan tunjangan hari raya (THR) pada bulan…

Minggu, 16 Juni 2019 09:04

Darurat, Stok Darah Defisit, Pendonor Minim

BANJARMASIN – Stok darah di Unit Transfusi Darah (UTD) PMI…

Sabtu, 15 Juni 2019 15:38

Tanpa Izin, Pertambangan Ilegal Rambah Hutan Tanjung

BANJARMASIN - Meski dunia pertambangan batubara di Kalsel masih tak…

Sabtu, 15 Juni 2019 12:20
PT Arutmin Indonesia

Arutmin Intenskan Koordinasi ke Posko Bencana

TANAH BUMBU – Banjir yang menerjang di sejumlah kawasan di…

Sabtu, 15 Juni 2019 12:17
PT PLN Kalselteng

Diskon..! Dua Ribu Pelanggan Sudah Tambah Daya

BANJARBARU – Sejak diberlakukannya promo diskon tambah daya 50 persen…

Sabtu, 15 Juni 2019 10:05

Parkir RS Ulin Disegel, Dishub: Mereka Sama Dengan Parkir Liar!

BANJARMASIN - Dianggap ilegal, loket parkir Rumah Sakit Ulin ditutup…

Sabtu, 15 Juni 2019 09:58

Kemana Ideologi Partai? Pengamat: Parpol Masuk Jebakan Kapitalis

BERKACA pada Pilwali 2015 silam, ada dua koalisi unik. Partai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*